
Satu tahun berlalu, Siska disibukkan dengan mengurus ketiga buah hatinya terutama dua putra yang sudah mulai berjalan dan sangat aktif. Beruntung Reno merupakan suami yang sangat pengertian dan selalu membantu untuk mengurus anak-anak mereka. Nadia juga yang semakin besar selalu membantunya untuk menjaga kedua adiknya.
Siska juga sudah mulai berkuliah kembali setelah kedua putranya sudah berusia enam bulan. Mommy Amelia lah yang membantu Siska menjaga kedua putranya ketika ia berkuliah dan juga Reno bekerja.
Setiap pagi, Siska sudah sibuk memandikan kedua putranya bersama dengan Reno. Jika Siska melakukannya sendiri dan memandikan kedua putranya sekaligus, jujur saja ia kewalahan karena mereka selalu bergerak ke sana kemari.
" Sudah ya, Sayang. Nanti kalian masuk angin " ucap Siska mengangkat tubuh kecil putranya yang sangat senang main air.
" No, no, no " jawab Hendra dengan suara yang begitu menggemaskan.
Hendra dan Hendri memang sangat betah jika sudah mandi dan cukup sulit menyudahi itu bermain air.
" Nanti lagi ya, Ayah sama Bunda takut kalian sakit nanti jadi kita sudah dulu naik airnya " ucap Reno juga mengangkat tubuh Hendri.
Seolah mengerti apa yang dikatakan oleh sang ayah, kedua anak kembar itu diam dan tidak menangis saat diangkat dari air. Tidak seperti biasanya yang selalu menangis dan membuat Siska bekerja keras untuk mendiamkan mereka.
" Aduh, pintarnya anak-anak Bunda " ucap Siska membawa putranya keluar dari kamar mandi.
Reno dan Siska mendudukkan tubuh kecil kedua putra mereka di atas tempat tidur dan merebahkan tidak bisa bergerak karena dililit dengan handuk. Siska sengaja melakukan itu agar kedua putranya itu tidak berkeliaran selama ia menyiapkan pakaian untuk mereka.
" Mas, kamu cepat mandi. Nanti kamu kesiangan loh " ucap Siska pada Reno karena hari sudah semakin siang.
" Iya Sayang " jawab Reno karena ia memiliki rapat penting pagi ini.
Reno segera pergi ke kamarnya untuk mandi dan segera bersiap-siap untuk pergi ke kantor.
Sedangkan Siska segera memakaikan minyak telon dan bedak di tubuh kedua putranya secara bergantian dan memakaikan pakaian di tubuh mereka walaupun dengan sedikit perjuangan.
" Nah, sudah ganteng-ganteng " ucap Siska setelah menyisir rambut Hendra dan Hendri.
__ADS_1
" Haus? Mau nen? " tanya Siska pada kedua putranya.
" Ya, ya, ya " jawab mereka dengan kompak.
Sepertinya memang kedua putranya itu sedang haus dan membutuhkan susu.
Siska membawa mereka keluar dari kamar dan akan menitipkannya sebentar pada Bu Ijah karena ia harus bersiap-siap pergi ke kampus. Siska juga sudah meminta Bu Ijah untuk menyiapkan ASI yang sudah ia pumping. Siska memang jarang menyusui kedua putranya secara langsung sekarang. Selain karena ia cukup sibuk dengan mengurus mereka dan kuliah, mereka juga pasti akan saling berebut jika salah satunya menyusu pada ibunya.
" Bu, titip mereka dan kasih mereka susu ya. Saya mau siap-siap dulu " ucap Siska menyerahkan kedua putranya pada Bu Ijah.
" Baik Nyonya " jawab Bu Ijah.
Setelah itu Siska langsung pergi ke kamarnya untuk bersiap-siap dan juga membantu suaminya bersiap-siap ke kantor. Walaupun sibuk mengurus anak-anaknya, Siska tidak melupakan tugasnya sebagai seorang istri.
Untuk Nadia, dia sudah cukup besar untuk sekedar mengurus dirinya dan bersiap-siap. Tapi Siska tetap menyiapkan keperluan Nadia dan memberikan perhatiannya.
Setelah semua orang siap, mereka semua berkumpul di meja makan untuk sarapan bersama. Siska memakan sarapannya sekaligus menyuapi kedua putranya yang memang sudah memanakan makanan pendamping ASI. Hendra dan Hendri terlihat sangat lahap saat Siska menyuapi mereka.
" Hendra sama Hendri lahap banget, Bun " ucap Nadia yang melihat kedua adiknya makan dengan lahap.
" Iya Sayang. Makanya mereka tambah gemoy aja " jawab Siska karena memang pipi kedua putranya itu sudah sangat chubby.
Reno hanya tersenyum dan sangat senang melihat kedua putranya tumbuh kembang dengan baik.
" Ayah, Bunda, Nadia berangkat dulu ya " pamit Nadia saat mereka sudah selesai sarapan.
" Iya Sayang " jawab Siska yang masih menyuapi kedua putranya.
" Setelah selesai sekolah langsung pulang, kalau ada keperluan apa-apa bilang sama Om Bimo " pesan Reno pada putrinya.
__ADS_1
" Siap Ayah " jawab jawab Nadia.
Setelah itu Nadia menghampiri kedua adiknya dan menciumi kedua pipi mereka. Itu yang selalu ia lakukan ketika ingin pergi dan meninggalkan kedua adiknya.
" Kakak berangkat sekolah dulu ya. Dadah " ucap Nadia melambaikan tangannya pada kedua adiknya.
" Dada " ucap Hendra dan Hendri membalas lambaian tangan Nadia dengan tangan kecilnya.
Kemudian Reno pun menyusul Nadia pergi karena ia sudah hampir terlambat. Siska juga harus segera berangkat ke kampus karena empat puluh lima menit lagi kelas pertamanya akan dimulai.
" Bunda berangkat dulu ya, Sayang " pamit Siska pada kedua putrinya.
Siska menciumi wajah mereka sebelum pergi.
" Bu, titip Hendra dan Hendri ya. Nanti Mommy bakal ke sini setelah arisan sama teman-temannya " ucap Siska pada Bu Ijah.
Mommy Amelia harus akan menghadiri arisan bersama teman-temannya dan akan menjaga cucunya setelah selesai.
" Baik Nyonya. Nyonya tenang saja " jawab Bu Ijah.
Setelah itu Siska pun segera berangkat ke kampus dengan menggunakan mobil dan menyetirnya sendiri. Ia diperbolehkan menyetir setelah terus membujuk Reno dan akhirnya suaminya itu luluh lalu mengizinkannya untuk menyetir sendiri walaupun tidak boleh terlalu sering dan hanya ke kampus. Siska menyetujuinya daripadanya tidak diizinkan sama sekali.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏
Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama dan Suamiku Seorang Bodyguard " 😘
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘
__ADS_1