Menikahi Ayah Nadia

Menikahi Ayah Nadia
Last Bonus Chapter


__ADS_3

Hari telah berganti dan ini adalah hari terakhir Reno dan Siska serta ketiga anak mereka tinggal di kapal karena nanti setelah makan malam mereka harus turun dari kapal itu. Di hari terakhir itu, Reno dan Siska memanfaatkan waktu untuk mengajak ketiga anak mereka untuk berenang di laut.


Walaupun merasa takut pada awalnya, tetapi Nadia merasa sangat senang saat bisa berenang di laut yang begitu indah itu. Hendra dan Hendri juga tidak kalah senang dan heboh sendiri karena memang mereka sangat suka dengan air dan sering diajak berenang oleh Reno di kolam renang. Bahkan saat baru sampai di tempat mereka akan berenang, Hendra dan Hendri ingin langsung terjun saja. Mungkin mereka mengira jika laut itu sama dengan kolam renang bayi milik mereka, benar-benar tidak memiliki rasa takut sama sekali. Siska sebagai ibu hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah kedua putranya walaupun sedikit cemas.


" Sayang, jangan terlalu jauh dari Ayah " ucap Siska pada Nadia yang berenang menjauh.


Nadia begitu senang, apalagi ia bisa melihat ikan-ikan berenang saat menyelam karena airnya sangat jernih.



" Iya Bunda " jawab Nadia dengan sedikit berteriak.


Siska memang tidak ikut turun ke laut bersama dengan anak dan suaminya karena ia sedikit takut berenang di laut lepas. Sedangkan Reno sibuk menjaga kedua putranya yang hendak berenang ke sana kemari.


" Kita di sini aja, oke. Di sana ada ikan paus, nanti kalian digigit " ucap Reno pada kedua putranya saat mereka ingin bergerak menjauh perahu yang Siska naiki.


" Aus? " ucap Hendra.


" Ma'am? " sambung Hendri.


" Iya Sayang " jawab Reno.


Tak lama kemudian terdengar suara Siska memanggil mereka untuk naik ke atas perahu karena sudah terlalu lama berenang.


" Mas, Nadia, ayo naik. Kalian sudah terlalu lama berenang " panggil Siska pada suami dan anaknya.


Reno dan Nadia pun segera mendekati perahu dan naik ke atas dengan dibantu pemandu wisata. Hendra dan Hendri yang tidak pernah puas bermain air pun menangis saat diajak naik ke atas perahu.


" Udahan dulu main airnya. Abis ini kita main air lagi " ucap Siska sembari mengeringkan rambut kedua putranya.


Setelah puas berenang, mereka segera pergi ke tempat selanjutnya yaitu Pink Beach. Pantai ini terkenal dengan warna pasirnya yang berwarna merah muda hingga dinamai dengan Pink Beach.

__ADS_1



Saat sampai di Pink Beach, ternyata tidak ada orang lain selain mereka di sana. Siska malah merasa senang karena serasa pantai itu milik mereka.


" Mas dan Mbaknya bisa ajak anak-anak bermain dulu. Saya akan mencari kelapa muda untuk kita " ucap pemandu wisata pada Reno dan Siska.


Reno dan Siska pun menganggukkan kepala mereka lalu pemandu wisata itu pergi untuk mencari kelapa muda.


Nadia berlari di atas pasir dan membiarkan kakinya tersapu oleh deburan ombak kecil.


" Kamu bahagia, Sayang? " tanya Siska pada Nadia.


" Bahagia Bunda, Bahagia banget " jawab Nadia tersenyum.


Siska pun tersenyum dan mengusap lembut kepala putri sambungnya itu.


" Terima kasih ya, Bunda. Bunda sudah mau jadi Bunda buat aku dan memberikan kasih sayang yang begitu besar buat aku. Bunda juga kasih aku dua adik yang lucu-lucu dan aku sayang mereka. Walaupun aku bukan lahir dari rahim Bunda, tapi aku sayang banget sama Bunda " ucap Nadia dengan begitu tulus.


" Terima kasih juga sudah mau jadi anak Bunda " balas Siska terharu.


Siska pun memeluk putrinya itu dengan sangat erat dan memberikan kecupan di puncak kepalanya.


" Nda " teriak Hendra dan Hendri memanggil sang ibu.


Siska dan Nadia melepaskan pelukan mereka dan melihat kedua balita itu berjalan menghampiri mereka dengan Reno yang menjaga mereka dari belakang.


" Twins, ayo kita main " ajak Nadia mengulurkan tangannya pada Hendra dan Hendri.


Tanpa pikir panjang kedua putra Reno dan Siska itu memegang tangan Nadia. Mereka berlari kecil di atas pasir dengan berpegang pada tangan sang kakak. Tawa kebahagiaan pun terdengar dari mulut ketiganya.


Siska tersenyum melihat itu dan tiba-tiba ia merasakan sebuah tangan menarik pinggangnya, siapa lagi pelakunya jika bukan sang suami.

__ADS_1


" Terima kasih telah menjadi ibu yang baik, khususnya untuk Nadia yang bukan lahir dari rahim kamu " ucap Reno menatap mata Siska.


" Aku yang seharusnya berterima kasih karena kamu telah menjadikan aku ibu dari anak sebaik Nadia, Mas " jawab Siska tersenyum.


Reno memang benar-benar beruntung dan tidak salah menjadikan Siska sebagai istrinya.


" Sekali lagi Mas katakan. Mas sangat mencintai kamu, Fransiska Richard " ucap Reno dengan tatapan penuh cinta.


" Aku juga mencintai kamu, Reno Wijayanto " balas Siska tersenyum.


Perlahan Reno mendekatkan wajahnya dan mencium bibir Siska dengan begitu lembut. Siska memejamkan matanya dan membalas ciuman dari suaminya itu.


" Ehem, Mas, Mbak, ini kelapa mudanya " ucap pemandu wisata yang baru kembali.


Reno dan Siska pun langsung melepaskan ciuman mereka dan mereka menjadi salah tingkah karena pemandu wisata melihat mereka yang sedang berciuman.


Setelah kejadian memalukan itu, Reno menghampiri ketiga anak mereka. Reno dan Siska duduk di atas pasir bersama anak-anak mereka. Keluarga kecil itu menikmati keindahan alam Labuan Bajo dengan meminum kelapa muda. Menikmati setiap waktu yang mungkin tidak bisa mereka ulang kembali, tetapi mereka selalu berdoa agar akan selalu ada waktu untuk mereka lewati bersama.


***


Saya ucapkan terima kasih untuk para readers semua yang sudah membaca karya saya ini " Menikah Ayah Nadiaβ˜ΊοΈπŸ™ Terus dukung saya dengan selalu membaca karya-karya saya ya 😘 I love you guys ❀️


***


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih πŸ˜ŠπŸ™ Tetap dukung saya ya 😘


Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " πŸ˜ŠπŸ™


Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama, Suamiku Seorang Bodyguard, dan Malam Panas Dengan Kak Aska " 😘


Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘

__ADS_1


__ADS_2