Menikahi Ayah Nadia

Menikahi Ayah Nadia
104. Belum Siap Cerita


__ADS_3

Reno langsung masuk ke dalam rumah setelah sampai. Ia melihat Nadia yang sedang duduk di meja makan seorang diri dan sepertinya Nadia belum makan siang. Mungkin Nadia menunggu dirinya dan Siska untuk makan siang bersama. Reno pun merasa bersalah karena pergi tanpa pamit dan membuat putrinya itu menunggu.


" Assalamualaikum " ucap Reno menghampiri Nadia.


Reno dengan cepat mengubah ekspresi wajahnya tersenyum agar Nadia tidak merasa curiga dengan apa yang terjadi. Di usianya sekarang, Nadia sudah sangat peka dengan apa yang terjadi dan di rasakan orang di sekitarnya.


" Walaikumsalam " jawab Nadia tersenyum senang melihat kedatangan Reno karena ia sudah lama menunggu.


" Ayah dari mana aja? Tadi Nadia ke kamar Ayah sama Bunda tapi Ayah sama Bunda gak ada " tanya Nadia pada Reno.


" Terus sekarang Bunda mana? " lanjut Nadia yang mencari keberadaan Siska.


" Ayah habis pergi ke rumah Opa Smith dan Oma Amelia nganterin Bunda. Bunda bakal nginep di sana buat beberapa hari karena Bunda lagi kangen sama Opa dan Oma " jawab Reno seperti yang Siska katakan sebelumnya.


" Yah, kok gak ajak Nadia sih. Nadia juga kan mau nginep di rumah Opa sama Oma juga bareng Bunda " ucap Nadia sedih.


Melihat itu, Reno pun langsung duduk di samping Nadia dan mengusap lembut puncak kepalanya.


" Sayang, jangan sedih dong. Kita harus kasih waktu Bunda kangen-kangenan dulu sama Opa dan Oma. Lagipula kalau Nadia juga nginep di sana, Ayah sama siapa dong di rumah " ucap Reno memberi pengertian pada Nadia agar Nadia tidak merasa sedih lagi.


" Kita kan bisa nginep di sana sama-sama, Yah " jawab Nadia yang memang ingin ikut Siska menginap di rumah Daddy Smith dan Mommy Amelia.


Reno menghela napasnya panjang, ia harus bisa membuat Nadia mengerti untuk kali ini.


" Sayang, Ayah kan harus kerja dan Nadia juga harus sekolah. Kantor Ayah dan sekolah Nadia itu jaraknya lebih jauh dari rumah Opa Smith dan Oma Amelia jadi kita gak bisa nginep di sana " ucap Reno agar Nadia mengerti dengan alasan yang ia berikan.


Nadia hanya diam dengan ekspresi sedih di wajahnya.


" Anak Ayah sudah besar kan jadi harus mengerti ya. Nanti deh kalau akhir pekan dan Bunda masih nginep di sana, kita bisa susul Bunda ke rumah Opa Smith dan Oma Amelia " ucap Reno pada Nadia.


Selain karena dirinya harus bekerja seharian, ia juga harus berusaha membujuk Siska lebih dulu. Ia tidak mau jika kedatangan Nadia ke sana malah membuat Siska tertekan karena harus berpura-pura baik-baik saja di depan Nadia.


" Beneran ya, Yah " ucap Nadia karena ingin Reno benar-benar mengajaknya ke sana.

__ADS_1


" Iya Sayang " jawab Reno tersenyum.


Reno merasa sedikit lega karena Nadia tidak lagi memaksa untuk ikut menginap di rumah kedua mertuanya bersama dengan Siska.


" Kalau gitu sekarang kita makan siang ya. Anak Ayah ini pasti belum makan siang karena nunggu Ayah dan Bunda. Maaf ya Sayang " ucap Reni pada Nadia.


" Iya Ayah " jawab Nadia.


Setelah itu Reno pergi untuk mencuci tangannya terlebih dahulu baru ia mulai makan siang hanya berdua dengan Nadia.


***


Sementara itu, Siska baru saja bangun dari tidur siangnya karena ia merasa perutnya sangat lapar dan minta untuk di isi. Siska mencuci wajahnya terlebih dahulu agar terlihat segar. Baru setelah itu ia pergi ke meja makan untuk makan siang yang sudah sangat terlambat karena waktu sudah menunjukkan pukul tiga sore sekarang.


" Maaf ya, Sayang. Kalian pasti sudah sangat lapar " ucap Siska mengusap perutnya yang besar.


Siska merasa sangat bersalah karena berlarut dalam kesedihan sehingga ia mengabaikan kedua bayi di dalam kandungan yang juga membutuhkan nutrisi dari dirinya.


" Makasih, Bi " ucap Siska saat Bi Mina meletakkan makanan di hadapannya.


" Sama-sama, Nona " jawab Bi Mina.


Setelah itu Siska pun langsung menyantap makanan itu dengan sangat lahap karena ia memang sudah sangat lapar. Sedangkan Bi Mina berdiri di belakang Siska dan berjaga-jaga jika Siska membutuhkan sesuatu.


Tak lama kemudian, Mommy Amelia datang ke dapur untuk menyiapkan makan malam tapi ia malah melihat Siska yang baru saja selesai makan.


" Sayang, kamu makan berat jam segini? " ucap Mommy Amelia lalu duduk di samping Siska.


Mommy Amelia merasa heran karena biasanya Siska memakan buah ataupun biskuit saat ini Siska makan makanan berat.


" Iya Mom, tapi aku gak sempat makan siang jadi sekarang lapar banget " jawab Siska lalu meminta Bi Mina untuk merapikan bekas makannya.


Setelah itu Mommy Amelia meminta Bi Mina untuk pergi meninggalkan mereka karena Mommy Amelia ingin berbicara pada Siska.

__ADS_1


" Sayang, kamu dan Reno sedang ada masalah? " tanya Mommy Amelia pada Siska dengan hati-hati.


Siska tersenyum. " Enggak, Mom. Aku sama Mas Reno gak adalah masalah. Kami baik-baik aja kok " ucap Siska tenang agar Mommy Amelia tidak curiga.


" Terus kenapa kamu tiba-tiba mau nginep di rumah ini dan tanpa Reno juga Nadia? " tanya Mommy Amelia.


" Aku cuma kangen sama Mommy, sama Daddy juga " jawab Siska.


Sebagai seorang ibu, Mommy Amelia sebenarnya bisa merasakan jika Siska sedang tidak baik-baik saja. Ia yakin jika Siska sedang ada masalah dengan Reno.


" Sayang, kamu memang bisa bilang kalau kalian baik-baik aja. Tapi Mommy ini ibu kamu, Mommy bisa merasakan kalau kamu sekarang gak baik-baik aja. Mommy seneng kalau kamu nginep di sini jadi Mommy juga bisa dekat sama kamu tapi Mommy juga gak mau kamu bermasalah sama suami kamu, apalagi kamu sedang hamil sekarang " ucap Mommy Amelia pada Siska.


Siska hanya menundukkan kepalanya mendengar ucapan Mommy Amelia. Ia belum siap untuk menceritakan masalahnya pada siapapun termasuk kedua orang tuanya karena ia takut mereka semua akan meminta ia mengorbankan salah satu bayi di dalam kandungannya.


" Kalau kamu belum siap cerita sama Mommy, gak papa. Tapi kalau kamu sudah siap cerita dan berbagi masalah kamu, Mommy selalu ada buat kamu " ucap Mommy Amelia tersenyum mengusap pundak Siska.


" Maaf, Mommy " ucap Siska merasa bersalah karena belum bisa berbagi masalahnya pada Mommy Amelia.


" Gak papa, Sayang " jawab Mommy Amelia.


Mommy Amelia tidak ingin membuat Siska tertekan jika ia memaksa untuk bercerita. Biarlah Siska menceritakan sendiri masalahnya jika sudah siap.


" Mommy sudah buatkan salad buah buat kamu dan kamu harus makan sampai habis ya " ucap Mommy Amelia berdiri dari duduknya dan mengambil salad buah untuk Siska di dalam kulkas.


Mommy Amelia memberikan salad buah itu pada Siska dan membiarkan Siska memakannya dengan sangat lahap. Siska juga sangat menikmati salad buatan Mommy Amelia itu.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘


Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏


Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama dan Suamiku Seorang Bodyguard " 😘


Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘

__ADS_1


__ADS_2