Menikahi Ayah Nadia

Menikahi Ayah Nadia
119. Teman Nadia


__ADS_3

Keesokan harinya, Siska baru saja pulang dari kampus bersama dengan Reno yang menjemputnya. Mereka berdua juga sempat melaksanakan sholat dzuhur dan makan di luar. Saat memasuki rumah, Siska cukup heran mendengar suara anak laki-laki yang sedang berbicara dengan Nadia.


" Kok ada suara anak laki-laki? Suara siapa ya itu, Mas? " tanya Siska pada Reno.


" Mas gak tau, Sayang. Mas juga kan baru sampai bareng kamu " jawab Reno yang sebenarnya juga heran.


Karena sangat penasaran, Siska pun langsung masuk ke ke dalam rumah dan memang benar di ruang tamu ada seorang anak laki-laki bersama dengan Nadia. Kemungkinan besar itu adalah teman sekolah Nadia.


" Assalamualaikum " ucap Reno dan Siska saat memasuki rumah.


" Walaikumsalam " jawab Nadia dan anak laki-laki itu.


Nadia langsung berdiri dan menghampiri Reno dan Siska. Anak laki-laki itu juga berdiri tersenyum pada Reno dan Siska.


" Ayah sama Bunda kok lebih lama pulangnya? " tanya Nadia setelah mencium tangan Reno dan Siska.


" Ayah sama Bunda tadi mampir buat sholat dzuhur sama makan siang dulu, Sayang. Jadi lama " jawab Siska.


Nadia pun menganggukan kepalanya mengerti.

__ADS_1


Kemudian Siska melirik ke arah anak laki-laki itu dan Nadia pun langsung memperkenalkannya.


" Oh iya, Ayah, Bunda. Ini Devan, teman satu kelas Nadia. Hari ini kita ada tugas kelompok jadi Devan ke rumah kita buat ngerjain bareng Nadia. Gak papa, kan? " ucap Nadia karena ia belum meminta izin kepada kedua orang tuanya.


" Gak papa dong, Sayang " jawab Reno mengizinkannya.


Dari pada Nadia mengerjakan tugas kelompok di luar dan ia akan merasa lebih khawatir lebih baik seperti ini.


" Saya Devan, Om, Tante " ucap Devan memperkenalkan dirinya lalu menyalami Reno dan menundukkan kepalanya lalu tersenyum pada Siska.


" Nama Om, Reno, ayahnya Nadia dan ini Tante Siska, bundanya Nadia " ucap Reno yang juga memperkenalkan diri mereka.


" Kalau gitu, kalian lanjutin ya belajarnya. Om sama Tante masuk ke dalam dulu " pamit Reno.


" Iya Om " jawab Devan.


" Santai aja Devan, anggap aja rumah sendiri " ucap Siska tersenyum.


" Iya Tante, terima kasih " jawab Devan sopan.

__ADS_1


" Semangat ya belajarnya, Sayang " ucap Siska mengusap kepala Nadia.


" Iya Bunda " jawab Nadia.


Setelah itu Reno pun menggandeng tangan Siska dan mereka segera pergi ke kamar.


" Bunda kamu sebentar lagi melahirkan ya? Berarti kamu mau punya adik? " tanya Devan pada Nadia setelah Reno dan Siska pergi dari sana.


" Iya, aku mau punya adik. Tapi Bunda aku masih cukup lama melahirkannya karena masih enam bulan. Perutnya memang kelihatan kayak mau melahirkan karena lagi hamil kembar " jawab Nadia.


Devan pun menganggukkan kepalanya mengerti.


Nadia dan Devan melanjutkan untuk mengerjakan tugas kelompok mereka akan cepat selesai karena besok pagi harus sudah di kumpulan pada guru mereka. Devan juga merupakan salah satu murid yang pintar sehingga Nadia mudah bekerja sama dengannya.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘


Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏


Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama dan Suamiku Seorang Bodyguard " 😘

__ADS_1


Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘


__ADS_2