
Setelah tadi malam tidur dengan sangat nyenyak di dalam pelukan Reno, pagi ini Siska sedang membuat roti panggang untuk mereka sarapan. Tidak lupa juga Siska membuat secangkir kopi untuk Reno dan segelas susu hangat untuk dirinya. Siska menata semua itu di atas meja makan.
Siska pergi ke kamar untuk memanggil Reno sarapan. Di sana Reno sepertinya baru saja selesai berbicara dengan seseorang melalui telepon genggamnya.
" Mas, ayo keluar. Sarapannya sudah siap " ucap Siska memanggil Reno.
" Iya Sayang " jawab Reno.
Siska berjalan lebih dulu lalu ke meja makan lalu diikuti oleh Reno di belakangnya.
" Mau selai apa, Mas? " tanya Siska karena ada beberapa pilihan selai di sana.
" Coklat aja " jawab Reno.
Siska pun mengoleskan selai coklat di roti panggang milik Reno. Sedangkan ia menginginkan selai stroberi untuk saat ini.
" Ini, Mas " ucap Siska memberikan roti panggang yang sudah ia beri selai pada Reno.
Setelah itu mereka pun menghabiskan sarapan itu hingga habis tidak tersisa.
Siska membereskan meja makan lalu mencuci piring dan gelas yang tadi mereka gunakan. Reno sudah lebih dulu kembali ke dalam kamar karena ingin mandi.
" Kok belum mandi juga, Mas? " tanya Siska saat memasuki kamar.
Reno duduk di tepi tempat tidur dan masih menggunakan pakaian yang tadi.
" Mas nungguin kamu " jawab Reno.
" Kenapa nungguin aku? " tanya Siska mengangkat satu alisnya bingung.
Reno tersenyum lalu berjalan mendekati Siska. " Karena Mas mau kita mandi bareng " jawab Reno dengan kedipan mata dan senyum penuh arti.
Tanpa perlu dijelaskan lagi, Siska sudah tahu mandi bareng yang dimaksud oleh Reno. Tapi saat ini masih pagi dan pasti juga akan terasa dingin. Pasti akan memerlukan waktu lama jika ia mandi bersama dengan Reno.
__ADS_1
" Biasanya juga mandi sendiri-sendiri. Mending sekarang kamu mandi duluan biar aku siapin baju ganti buat kamu " ucap Siska hendak pergi dari hadapan Reno tapi Reno menarik tangan Siska hingga Siska membentur dada bidangnya.
Reno tidak akan membiarkan Siska bisa melarikan diri dari dirinya pagi ini.
" Aku maunya kita mandi bareng, Sayang " ucap Reno memeluk pinggang Siska agar Siska tidak bisa kabur.
" Sekalian itung-itung ganti buat yang tadi malam karena aku biarin kamu tidur dengan nyenyak " bisik Reno di telinga Siska.
Tubuh Siska meremang, apalagi hembusan nafas Reno mengenai lehernya. Bahkan sekarang Reno sudah menciumi pundak Siska yang cukup terbuka karena sekarang Siska menggunakan piyama dengan tali sepageti sebagai penyangganya.
Siska hanya diam karena ia berusaha mengendalikan dirinya yang sudah mulai terbuai hanya karena ciuman Reno di pundaknya. Merasa tidak ada penolakan dari Siska, Reno pun langsung mengangkat tubuh Siska seperti karung beras dan membawanya ke dalam kamar mandi.
" Mas turunin " pekik Siska memukul punggung Reno.
Reno baru menurunkan Siska saat mereka sudah berada di kamar mandi. Reno langsung menyalakan shower yang otomatis membasahi tubuh mereka berdua.
" Ist, kamu tu Mas " gerutu Siska memukul lengan Reno.
" Ayo Sayang, Mas mau kamu sekarang " ucap Reno dengan suara serak menahan hasratnya.
" Tapi masa di kamar mandi sih " ucap Siska mengusap wajahnya yang basah karena air dari shower.
" Biar sensasinya beda, Sayang. Kita belum pernah kan di kamar mandi " jawab Reno.
Tidak ingin membuang banyak waktu lagi, Reno pun langsung mencium dan melahap bibir manis Siska sebelum wanita itu berbicara lagi. Reno melakukan ciuman itu dengan begitu panas di bawah guyuran air dari shower. Reno melepaskan bibir Siska agar Siska bisa bernapas terlebih dahulu.
Tangannya begitu lincah melepaskan semua pakaian Siska hingga Siska benar-benar polos. Begitu juga dirinya yang segera menanggalkan pakaian yang sudah basah itu.
Setelah membaca doa untuk berhubungan intim, Reno pun langsung menyerang Siska lagi dengan begitu panas. Ia tidak membiarkan Siska berhenti untuk mendesah merasakan kenikmatan surga dunia itu bersama dirinya di kamar mandi.
Pengalaman yang baru pertama kali Siska rasakan hingga membuat kaki Siska lemas tidak bertenaga. Untuk berdiri saja Siska sudah tidak kuat, jika saja Reno tidak menopang tubuhnya mungkin saja ia sudah jatuh di lantai kamar mandi.
" Mas cepat, aku udah gak kuat " ucap Siska kesal dengan suaranya yang lemah.
__ADS_1
Pasalnya mereka sudah berada di kamar mandi lebih dari satu jam. Siska bahkan sudah mengalami pelepasan sebanyak tiga kali tapi Reno belum satu kali pun. Siska merasa jika Reno semakin hari semakin kuat dan ganas dalam mengajaknya mengarungi surga dunia.
" Sebentar lagi, Sayang " jawab Reno bergerak semakin cepat.
Hingga beberapa detik kemudian, cairan hangat menyemprot rahim Siska begitu banyak bahkan sampai tumpah-tumpah ke lantai kamar mandi. Reno merasa sangat lemas tapi ia berusaha untuk tetap berdiri dan menahan tubuh Siska agar tidak jatuh.
" Mas sangat mencintai kamu, Sayang " ucap Reno mengecup singkat bibir Siska.
Karena merasa kesal, Siska tidak membalas ucapan cinta dari Reno. Ia hanya ingin segera membersihkan diri lalu beristirahat.
" Mas, ini keluarkan. Aku mau mandi, aku capek banget " ucap Siska dengan bibir yang mengerucut itu.
" Iya Sayang " jawab Reno.
Reno pun mengeluarkan miliknya dari bagian inti tubuh Siska.
Kemudian, Reno membantu Siska untuk membersihkan tubuhnya karena tidak tega melihat Siska yang begitu lemas karena ulahnya.
Setelah mereka selesai membersihkan diri, Reno menggendong tubuh Siska keluar dari kamar mandi dan mendudukkan Siska di depan meja rias. Reno mengambil sebuah handuk kecil untuk mengeringkan rambut Siska. Siska hanya diam dan menekuk wajahnya karena masih kesal. Ia yang mengira hanya sebentar tapi yang terjadi malah ia diserang habis-habisan satu jam lebih dan itu kamar mandi.
Reno begitu telaten memakaikan pakaian di tubuh Siska. Baru setelah itu ia membaringkan Siska di atas tempat tidur untuk beristirahat.
" Maafin Mas ya, Sayang. Habisnya Mas gak tahan dan ternyata sensasinya di kamar mandi itu beda " ucap Reno karena Siska masih cemberut.
" Ih apaan sih, Mas. Sudah sana, aku mau istirahat jangan ganggu " ucap Siska bertambah kesal.
" Iya Sayang, maaf ya " jawab Reno tersenyum.
Reno mengecup kening Siska sebelum beranjak menjauh. Ia akan pergi ke balkon agar tidak menganggu Siska yang hendak beristirahat.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏
__ADS_1
Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama " 😘
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘