Menikahi Ayah Nadia

Menikahi Ayah Nadia
38. Tidak Ingin Menambah Beban Pikiran


__ADS_3

Reno yang sudah sangat rapi dengan menggunakan pakaian kerjanya pun langsung keluar dari kamar dan menuju meja makan. Di sana mereka semua masih menunggunya.


" Maaf ya, sudah buat kalian semua menunggu " ucap Reno lalu duduk di salah satu kursi di samping Siska.


" Ayah kenapa lama banget sih? " tanya Nadia pada Reno.


" Maaf ya Sayang, Ayah tadi ketiduran setelah sholat subuh " jawab Reno.


" Pasti Ayah tadi malam gak bisa tidur karena Bunda tidur sama Nadia jadi Ayah ketiduran setelah sholat subuh " ucap Nadia menebak penyebab ayahnya tidur kembali setelah melaksanakan sholat subuh.


Reno pun langsung melirik ke arah Siska. Begitu juga dengan Arisa, ia curiga mengapa Siska yang masih pengantin baru malah tidur bersama dengan Nadia.


" Ehem, sekarang mending kita sarapan aja yuk. Entar malah kalian telat loh " ucap Siska tidak ingin mereka membahas itu lagi.


Siska mengambilkan nasi dan lauk untuk Reno dan Nadia terlebih dahulu lalu baru untuk dirinya sendiri. Reno sangat bersyukur walaupun hubungannya dan Siska sedang tidak baik-baik saja tapi Siska tetap melakukan tugas dan kewajiban untuk melayani dirinya dan juga merawat Nadia dengan baik. Siska juga tidak menunjukkan pada orang rumah bahwa mereka sedang tidak baik-baik saja. Siska tidak bersikap kekanak-kanakan dengan mementingkan egonya sendiri dan tidak memikirkan orang lain.


" Makasih, Dek " ucap Reno menerima piring yang sudah berisi makanan.


Siska menganggukan kepalanya tapi tanpa senyum seperti biasanya. Reno sadar Siska bersikap seperti itu karena kesalahan dirinya.


Setelah itu mereka semua pun sarapan dengan tenang.


" Aku berangkat sekolah dulu, takut telat " ucap Arisa setelah ia menghabiskan segelas susu miliknya.


Arisa berdiri dari posisi duduknya lalu mencium tangan Reno.


" Assalamualaikum " ucap Arisa.


" Walaikumsalam " jawab mereka.


Arisa pun segera keluar dari rumah untuk berangkat ke sekolah.


" Mas, aku mau izin ke rumah Daddy dan Mommy pagi ini bersama Nadia " ucap Siska meminta izin pada Reno.


Mau bagaimana pun Reno adalah suaminya sekarang dan ia tidak bisa pergi jika Reno tidak memberinya izin.


" Baiklah, nanti Mas yang akan antar kalian sekalian berangkat ke kantor " ucap Reno ingin mengantar anak dan istrinya itu.


" Gak usah Mas, nanti malah Mas telat. Kami bisa naik taksi " tolak Siska.


" Jangan, Lebih baik kamu pakai mobil yang lain aja kalau gak mau Mas anterin " ucap Reno pada Siska.


" Iya Mas " jawab Siska.


Kemudian mereka pun melanjutkan untuk menghabiskan sarapan yang masih tersisa di piring mereka masing-masing.


" Mas, berangkat kerja dulu " pamit Reno saat mereka sudah selesai sarapan.

__ADS_1


Siska dan Nadia mengantar Reno berangkat bekerja


" Iya Mas " jawab Siska masih bersikap datar pada Reno.


" Ayah hati-hati ya di jalan. Ayah juga yang semangat kerjanya " ucap Nadia pada sang ayah.


" Iya Sayang " jawab Reno tersenyum lalu mencium kening Nadia.


" Kalian juga nanti hati-hati di jalan " ucap Reno.


" Iya Mas " jawab Siska.


Siska dan Nadia pun mencium tangan Reno lalu Reno juga mencium kening Siska cukup lama menyalurkan perasaannya dan Siska tidak menolak itu.


" Assalamualaikum " ucap Reno.


" Walaikumsalam " jawab Siska dan Nadia.


Setelah itu, Reno masuk ke dalam mobil lalu pergi meninggalkan rumah untuk menuju kantor miliknya.


" Sekarang kita masuk dan siap-siap ke rumah Opa dan Oma " ucap Siska pada Nadia.


" Iya Bunda, Nadia gak sabar ketemu Opa sama Oma " jawab Nadia.


Siska pun tersenyum mendengar itu.


***


Satu jam kemudian, Siska dan Nadia baru saja sampai di rumah keluarga Daddy Smith. Siska pun mengajak Nadia untuk segera turun dari mobil.


" Ayo Sayang " ajak Siska setelah mereka turun dari mobil.


" Iya Bunda " jawab Nadia menggandeng tangan Siska.


Mereka berdua pun langsung masuk ke dalam rumah setelah Bi Mina si kepala pelayan membukakan pintu untuk mereka.


" Selamat datang, Nona dan Nona Kecil " ucap Bi Mina membungkukkan tubuhnya memberi hormat pada Siska dan Nadia.


" Iya Bi. Terima kasih " jawab Siska.


" Mommy dimana, Bi? " tanya Siska karena Mommy Amelia tidak menyambut kedatangannya.


" Nyonya berada di taman belakang sedang membuat rujak buah, Nona " jawab Bi Inah.


" Wah, pasti enak tuh " ucap Siska yang tiba-tiba juga menginginkan rujak buah.


" Sayang, kita susul Oma ke taman belakang ya " lanjut Siska pada Nadia.

__ADS_1


" Iya Bunda " jawab Nadia yang masih menggandeng tangan Siska.


Kemudian Siska dan Nadia pun langsung pergi ke taman belakang untuk menemui Mommy Amelia. Ia cukup terkejut saat melihat Mommy Amelia yang menggunakan hijab.


" Assalamualaikum " ucap Siska dan Nadia.


" Eh, walaikumsalam " jawab Mommy Amelia yang sedang mengupas buah mangga muda dengan seorang pelayan.


Siska dan Nadia mencium tangan Mommy Amelia.


" Mommy pakai hijab? " ucap Siska saat melihat Mommy Amelia yang sekarang menggunakan hijab seperti dirinya.


" Iya sayang. Mommy mau seperti kamu yang mulai belajar untuk menutup aurat " jawab Mommy Amelia tersenyum.


" Alhamdulillah " ucap Siska memeluk Mommy Amelia.


" Oma tambah cantik kalo pake hijab kayak Nadia dan Bunda " ucap Nadia pada Mommy Amelia.


" Ah, terima kasih Sayang " ucap Mommy Amelia mencium kedua pipi Nadia.


Mommy Amelia sudah menganggap Nadia sebagai cucu kandungnya sendiri. Ia sangat menyayangi Nadia, begitu juga dengan Daddy Smith.


Siska ikut bergabung dengan Mommy Amelia untuk membuat rujak buah. Siska bahkan sangat menikmati rujak buah itu.


" Kamu baru tinggal sehari di rumah suami kamu kok sudah ke sini lagi. Gak betah? " ucap Mommy Amelia pada Siska.


Entah mengapa Mommy Amelia merasa Siska sedang ada masalah dengan rumah tangganya. Walaupun Siska tidak mengatakannya tapi Mommy Amelia bisa merasakannya karena ia seorang ibu.


" Betah kok, Mom. Siska cuma bosan, apalagi Mas Reno sudah mulai masuk kantor lagi hari ini " jawab Siska mencoba untuk terlihat baik-baik saja.


Siska juga tidak berbohong sepenuhnya karena Reno masuk kantor lebih cepat.


Mommy Amelia tersenyum. " Mommy rasa bukan cuma itu. Mommy bisa merasakan kalau kamu sedang tidak baik-baik saja tapi kalau kamu belum mau cerita juga gak papa. Tapi kalau kamu mau cerita apa pun, Mommy akan selalu jadi tempat buat kamu menceritakan semua masalah kamu " ucap Mommy Amelia pada Siska.


Siska pun menundukkan kepalanya mendengar itu sebentar lalu ia tersenyum. Ia sangat bersyukur memiliki ibu seperti Mommy Amelia.


" Iya Mom. Untuk saat ini Siska masih bisa mengatasinya sendiri. Siska juga gak mau menambah pikiran Mommy " jawab Siska.


Siska memang sengaja pergi ke rumah kedua orang tuanya untuk sedikit melupakan masalah yang terjadi di rumah tangga yang baru berjalan beberapa hari tapi malah Mommy Amelia juga merasakan bahwa dia tidak baik-baik saja. Siska tidak ingin menambah beban pikiran Mommy Amelia sehingga ia memilih tidak menceritakan apa yang terjadi.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘


Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏


Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama " 😘


Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘

__ADS_1


__ADS_2