
Reno dan Siska serta Nadia memutuskan untuk pulang karena hari sudah semakin sore. Mereka menuju rumah Reno karena mobil Siska berada di rumah Reno.
" Kak Siska mau pulang sekarang? " tanya Nadia saat mereka sudah turun dari mobil Reno.
" Iya Sayang, ini sudah sore " jawab Siska.
" Nanti Kakak bakal lebih sering lagi main ke sini kalau Kakak gak ada jadwal kuliah " ucap Siska pada Nadia.
" Iya Kak " jawab Nadia.
Nadia pun memeluk Siska sebelum Siska pulang.
" Terima kasih ya Siska, sudah mau menemani Nadia jalan-jalan " ucap Reno pada Siska.
" Iya Bang. Aku juga seneng kok " jawab Siska tersenyum.
" Kalau gitu aku pulang dulu Bang " pamit Siska.
Reno pun menganggukkan kepalanya dan tersenyum.
" Assalamualaikum " ucap Siska.
" Walaikumsalam " jawab Reno dan Siska.
Siska masuk ke dalam mobil dan melajukannya meninggalkan rumah Reno.
" Ayo masuk, Sayang " ucap Reno saat mobil Siska sudah keluar dari gerbang rumahnya.
" Iya Yah " jawab Nadia.
Reno dan Nadia pun masuk ke dalam rumah. Terlihat Arisa sudah pulang dan sedang bersantai di ruang keluarga.
" Assalamualaikum " ucap Reno dan Nadia.
" Walaikumsalam " jawab Arisa langsung berdiri dari posisi duduknya.
" Abang sama Nadia dari mana? " tanya Arisa pada Reno.
" Dari mall. Nadia ngajak jalan-jalan sekalian beli alat lukis " jawab Reno.
" Sama Kak Siska juga? Tadi aku liat mobil Kak Siska di luar " tanya Arisa karena sempat melihat mobil milik Siska.
" Iya, tapi Siska sudah pulang " jawab Reno.
__ADS_1
Reno meletakkan alat lukis Nadia di atas meja di ruang keluarga.
" Arisa, kamu temani Nadia mandi dan sholat ashar. Abang mau ke kamar dulu, Abang belum sholat ashar " ucap Reno pada Arisa.
" Iya Bang " jawab Arisa.
" Ayo, Nad " ajak Arisa merangkul tubuh Nadia.
Nadia dan Arisa pergi ke kamar Nadia. Arisa menemani Nadia untuk mandi dan ia menyuruh Nadia untuk melaksanakan sholat ashar.
Nadia menghampiri Arisa yang sudah berada di atas tempat tidurnya setelah selesai melaksanakan sholat ashar.
" Tante, aku hari ini seneng banget. Tadi aku jalan-jalan terus main di mall sama Kak Siska. Di sana juga ada Sean sama Om Dokter dan Tante Gina " ucap Nadia pada Arisa.
Nadia menceritakan semua yang dilakukannya hari ini dengan bergitu bahagia pada Arisa. Nadia benar-benar sungguh bahagia hari ini. Ia juga menceritakan tentang ia yang merasa karena merasa memiliki keluarga yang utuh.
" Nadia suka sama Kak Siska? " tanya Arisa pada Nadia.
" Iya Tan. Nadia bahkan sayang sama Kak Siska. Kak Siska baik banget sama aku " jawab Nadia tersenyum.
" Kalo Kak Siska jadi bundanya Nadia, Nadia mau gak? " tanya Arisa pada Nadia lagi.
" Nadia mau, Tan " jawab Nadia tersenyum bahagia.
Arisa pun tersenyum. Ia menanyakan itu pada Nadia karena ia merasa Siska lah wanita yang pantas untuk menjadi ibu sambung Nadia. Sifat keibuan Siska membuat Arisa yakin bahwa Siska adalah wanita yang tepat. Ia juga sangat menyukai Siska dan jika ia perhatikan, Siska juga seperti tertarik pada kakak laki-lakinya itu.
Nadia tersenyum senang. Ia sudah tidak sabar untuk menjadikan Siska menjadi ibu sambungnya. Jujur saja ia ingin merasakan kasih sayang seorang ibu walaupun Reno tidak pernah kekurangan memberikan kasih sayang padanya.
" Tapi gimana caranya, Tan? " tanya Nadia karena mereka butuh cara untuk mendekatkan Reno dan Siska.
Arisa pun mulai membisikkan sesuatu di telinga Nadia tentang rencana yang akan mereka buat untuk menyatukan Reno dan Siska.
Sementara itu, Reno yang baru saja melaksanakan sholat ashar pergi ke balkon untuk melihat langit sore. Kata-kata Dokter Diki yang menyuruhnya untuk membuka hati dan mencari ibu sambung untuk Nadia masih terngiang di telinganya.
" Aku harus gimana? Apa aku harus mulai mencari ibu sambung untuk Nadia? Tapi selama ini aku belum menemukan sosok yang pas untuk menjadi ibu untuk Nadia " ucap Reno sambil menatap indahnya langit sore.
Sedetik kemudian, Reno teringat dengan Siska. Jujur saja kehadiran Siska cukup mengganggu hatinya. Jantungnya bahkan berdetak kencang saat berdekatan dan melihat senyum manis Siska. Apalagi ucapan Dokter Diki bahwa Siska sangat cocok untuk menjadi ibu sambung Nadia.
" Mana mungkin Siska mau sama aku. Dia masih sangat muda dan mungkin saja dia punya kekasih " ucap Reno karena menurutnya tidak mungkin Siska menyukai seorang duda seperti dirinya.
Reno menghela napasnya panjang lalu masuk ke dalam kamar. Ia menutup pintu yang menghubungkan antara kamar dan balkon. Reno duduk di tepi tempat tidur lalu mengambil foto almarhumah istrinya.
" Aku harus gimana, Nis? Aku masih cinta sama kamu tapi aku juga gak bisa egois, Nadia butuh kasih sayang seorang ibu " ucap Reno mengusap foto itu.
__ADS_1
Arisa yang hendak memanggil Reno, terdiam di depan pintu kamar Reno yang tidak tertutup rapat dan melihat Reno yang sedang memegang foto kakak iparnya.
Tok tok tok.
Arisa pun mengetuk pintu kamar Reno.
" Bang, ini aku. Aku boleh masuk gak? " ucap Arisa dari luar.
Reno pun meletakkan foto itu kembali ke atas nakas
" Masuk aja, Ris " jawab Reno.
Arisa pun membuka pintu kamar Reno dan masuk ke dalam sana. Ia duduk di samping Reno.
" Kenapa, Ris? " tanya Reno pada Arisa.
" Enggak Bang, tadi aku niat mau panggil Abang mau dimasakin apa tapi aku lihat Abang kayak lagi sedih " jawab Arisa.
" Kita pesan aja, kamu gak usah masak " ucap Reno agar adiknya itu tidak perlu memasak.
Arisa pun menganggukkan kepalanya.
" Abang kenapa? Tadi aku gak sengaja sempet liat Abang liatin foto Kak Nisa " tanya Arisa pada Reno.
Reno menghela napasnya panjang. Hanya pada Arisa dan Dokter Diki ia bisa menumpahkan segala keluh kesahnya.
" Abang lagi bingung, Ris. Semua orang bilang Abang harus nikah lagi dan mencari ibu sambung untuk Nadia. Abang masih sangat mencintai kakak iparmu dan Abang juga merasa belum menemukan wanita yang cocok untuk menjadi ibu sambung Nadia " ucap Reno lalu mengusap wajahnya.
Arisa pun tersenyum tipis. " Sekarang waktunya nih " ucap Arisa dalam hati.
" Yang dibilang semua orang itu bener, Bang. Abang coba buka hati Abang buat wanita lain. Kak Nisa juga pasti sedih kalo Abang terus gini. Sudah sepuluh tahun Bang, apa Abang gak kasihan sama Nadia. Nadia itu butuh kasih sayang seorang ibu. Dia sering bilang sama aku kalau dia terkadang iri lihat anak lain punya keluarga yang utuh, sedangkan dia gak " ucap Arisa pada Reno.
" Abang tau, Nadia baru aja cerita kalau dia bahagia banget hari ini bisa jalan-jalan sama Abang dan Kak Siska. Ia merasakan sebuah keluarga yang utuh seperti yang dia mau " lanjut Arisa.
Reno terdiam dan mencoba memikirkan apa yang Arisa dan Dokter Diki katakan.
" Arisa keluar dulu, Bang. Abang coba pikirin apa yang aku bilang dan pikirin Nadia " ucap Nadia berdiri dari duduknya.
Arisa keluar dari kama Reno dan tak lupa ia menutup pintu kamar itu kembali.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏
__ADS_1
Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama " 😘
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘