Menikahi Ayah Nadia

Menikahi Ayah Nadia
141. Dinyatakan Koma


__ADS_3

Reno menatap sendu wajah istrinya yang terlihat sangat pucat dan berbagai alat-alat kesehatan menempel di tubuhnya, bibirnya terlihat sangat kering padahal biasanya bibir itu selalu terlihat segar karena Siska tidak menyukai jika bibirnya kering. Reno merasa tidak kuat dan akhirnya ia menumpahkan air matanya di samping tubuh lemah sang istri.


Siska dinyatakan koma karena cukup banyak pendarahan yang terjadi saat operasi. Walaupun sudah mendapatkan donor darah dari Leon, akan tetapi tidak cukup dengan yang dibutuhkan oleh Siska. Mommy Amelia juga tidak bisa mendonorkan darahnya karena kondisinya sedang kurang sehat, sedangkan Om Axcel yang memiliki golongan darah yang sama saat ini sedang berada di luar negeri. Golongan darah Siska yang cukup langka sehingga sulit untuk mencari pendonor dan sedang kosong di bank darah.


Sebagai seorang suami, Reno tidak pernah membayangkan jika istrinya itu akan mengalami hal seperti ini. Hatinya sangat sakit dan terasa hancur saat Dokter Sinta mengatakan jika istrinya koma.


" Maafkan kami, Tuan Reno. Kami sudah berusaha semaksimal mungkin tapi dengan berat hati kami menyatakan jika Nona Siska mengalami koma " ucap Dokter Sinta dengan penuh penyesalan.


Tepat setelah mendengar itu, Mommy Amelia langsung tidak sadarkan diri. Begitu juga dengan Daddy Smith yang langsung terjatuh ke lantai mendengar hal buruk terjadi pada putrinya. Tubuhnya terasa lemas dan tidak berdaya, putri kesayangannya dinyatakan koma dan itu membuat dunianya sangat hancur. Beruntung Leon dan Yeni segera menangkap tubuh mereka dan membawa mereka pergi dari sana. Mommy Amelia harus mendapatkan penanganan dari dokter dan Leon berusaha untuk menenangkan Daddy Smith.


Sementara itu, Reno sedang berusaha ditegarkan oleh Arisa. Adik Reno itu dengan setia mendampingi Reno yang terlihat berantakan. Walaupun sebelumnya Reno sudah meminta Arisa untuk pulang karena keadaannya yang sedang hamil, tapi Arisa tetap kekeh ingin mendampingi kakak laki-lakinya itu. Apalagi sekarang Arisa dapat melihat keadaan Reno yang sangat kacau dan membuat Arisa tidak akan tega meninggalkan kakaknya itu. Reno pasti membutuhkan teman dan sandaran di saat seperti ini.


" Bang " panggil Arisa lirih sambil memegang pundak Reno.


Reno menoleh lalu menatap adiknya itu dengan sendu.


" Abang makan ya, biar Arisa suapi. Abang belum makan sama sekali dari tadi pagi " ucap Arisa yang tahu jika Reno tidak memakan apapun seharian ini, sedangkan sekarang hari sudah berganti malam.


" Gak usah, Ris. Abang gak lapar " tolak Reno.


Arisa menghela napasnya dan ia harus berusaha membujuk Reno agar ia mau makan.


" Sedikit aja, Bang. Abang jangan buat diri Abang sendiri dan nanti malah Abang ikutan sakit. Kak Siska pasti juga gak suka kalau Abang kayak gini " ucap Arisa mencoba untuk membujuk Reno lagi.


" Abang bilang, Abang gak lapar. Lebih baik sekarang kamu keluar karena Abang mau berdua sama Dek Siska dan gak mau ada yang ganggu " ucap Reno mengusir Arisa dan tidak ingin ada yang mengganggunya.


" Tapi Bang... " ucapan Arisa itu langsung dipotong oleh Reno.


" Abang mohon, Ris. Kakak ipar kamu lagi istirahat sekarang dan jangan ganggu " pinta Reno dan Arisa tidak bisa memaksa lagi.

__ADS_1


Akhirnya Arisa pun keluar ruangan itu dengan langkah gontai karena tidak bisa membujuk kakaknya.


Arisa yang baru keluar langsung disambut pertanyaan oleh Leon yang juga tadi gagal membujuk Reno untuk makan.


" Bagaimana, Ris? Bang Reno masih tidak mau makan? " tanya Leon melihat wajah lesu dari Arisa.


Arisa hanya menganggukkan kepalanya lemah karena ia gagal membujuk Reno.


" Iya Kak, Bang Reno masih gak mau makan " jawab Arisa.


Arisa pun mendudukkan tubuhnya di kursi tunggu di depan ruangan itu karena ia juga merasa lelah apalagi dengan kondisinya yang sedang hamil.


" Abang Reno memang seperti jika sedang terpukul. Kemungkinan besar cuma omongan Kak Siska yang bakal dituruti, cuma Kak Siska yang bisa bujuk Bang Reno buat makan " ucap Arisa lirih.


" Tapi saat ini keadaan Siska tidak memungkinkan. Jangankan membujuk Bang Reno untuk makan, untuk bertahan hidup saja Siska sedang berjuang di dalam sana " ucap Leon yang juga terluka mengingat keadaan sepupunya itu.


Arisa menganggukkan kepalanya setuju dengan apa yang Leon katakan. Namanya orang koma tidak ada yang tahu kapan dia akan sadar. Bisa saja satu minggu, satu bulan, satu tahun, bahkan lebih lama lagi.


" Tante, Bunda dimana? Gimana keadaan Bunda? " tanya Nadia pada Arisa.


" Bunda ada di ruangan itu sama Ayah. Bunda dinyatakan koma tapi Nadia jangan sedih karena Tante yakin Bunda Siska pasti sebentar lagi sadar " jawab Arisa memeluk keponakannya itu.


Nadia pun langsung menangis di pelukan Arisa setelah mendengar keadaan Siska.


" Ini semua pasti gara-gara Bunda melahirkan adik-adik Nadia. Kalau Nadia gak minta adik sama Bunda pasti Bunda gak akan kayak gini " ucap Nadia dalam tangisnya.


" Hust, jangan menyalahkan diri sendiri. Ini bukan salah Nadia dan lebih baik sekarang Nadia berdoa untuk keselamatan dan kesembuhan Bunda Siska " ucap Arisa tidak ingin Nadia menyalahkan dirinya sendiri.


Nadia pun menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


" Nadia mau ketemu, Bunda " ucap Nadia setelah lebih tenang.


" Nadia masuk aja ke dalam ruangan itu " ucap Siska menunjuk ruangan dimana Siska berada.


" Tapi Nadia gak boleh nangis dan buat Ayah tambah sedih. Nadia harus hibur Ayah dan kasih Ayah semangat. Nadia juga harus bujuk Ayah buat makan dan kalau Ayah mau, Nadia langsung bilang sama Om Leon " lanjut Arisa.


Nadia menganggukkan kepalanya lalu pergi ke ruangan perawatan Siska. Arisa dan Leon berharap Nadia bisa membujuk Reno untuk makan.


Setelah itu, Leon meminta Arisa untuk pulang dengan diantar oleh Bimo dan Arisa setuju karena tubuhnya sudah cukup lelah. Sedangkan Leon akan tetap di sana untuk menemani Reno dan Nadia.


Sementara itu di dalam ruang perawatan Siska, Nadia langsung menghampiri Reno dan memeluknya.


" Ayah jangan sedih lagi ya. Nadia yakin kalau Bunda pasti cepat sadar " ucap Nadia mengusap air mata Reno.


" Iya Sayang " jawab Reno tersenyum.


" Kalau gitu Ayah makan ya sekarang. Kata Tante Arisa, Ayah belum makan apa-apa " ucap Nadia mencoba membujuk Reno.


" Nanti aja, Sayang. Ayah belum lapar " tolak Reno.


" Ayah jangan kayak gini. Nanti kalau Ayah sakit juga, Nadia sama siapa. Nadia gak mau liat Ayah sama Bunda sakit " ucap Nadia dengan mata berkaca-kaca.


Ternyata ucapan Nadia itu mampu membuat Reno akhirnya mau makan. Reno tidak tega melihat putrinya bersedih karena dirinya.


Setelah itu Nadia pun keluar dari ruangan itu dan mengatakan pada Leon jika ia berhasil membujuk ayahnya untuk makan. Leon pun langsung pergi untuk membeli makanan untuk Reno.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘


Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏

__ADS_1


Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama dan Suamiku Seorang Bodyguard " 😘


Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘


__ADS_2