
Reno pergi ke kamar Arisa untuk menemuinya dan memberitahukan keputusannya setelah berbicara dengan Reno. Reno melangkah pelan karena ia sambil memikirkan apakah ia siap dan ikhlas melepaskan Arisa secepatnya ini. Rasanya Reno ingin egois karena sedari kecil ia tidak pernah jauh dari Arisa, apalagi setelah kedua orang tua mereka meninggal. Arisa akan selalu ikut kemanapun ia pergi karena mereka tidak memiliki siapapun lagi.
***
Sementara itu di dalam kamar, Arisa terus menangis di dalam pelukan Siska. Walaupun ia tahu kakaknya itu merupakan orang yang bijaksana tetapi tetap saja ia takut jika Reno akan sangat marah pada Angga dan malah menyalahkan Angga sedangkan ia merasa semua itu berawal dari kesalahannya.
" Kak, kalau Bang Reno marah sama Mas Angga gimana? Ini salah aku Kak, semuanya salah aku " ucap Arisa menyalahkan dirinya sendiri.
" Tenang, Arisa. Kakak kamu itu orangnya bijaksana jadi dia pasti bisa ambil keputusan yang terbaik buat kamu " ucap Siska menenangkan Arisa.
Arisa sudah menceritakan semuanya pada Siska sehingga ia dan Angga terpaksa harus menikah secepat ini.
Siska yang sudah mengetahui apa yang terjadi pun merasa kasihan pada Arisa. Dirinya juga menikah di umur yang masih muda tapi itu karena keinginannya sendiri, bukan karena terpaksa seperti Arisa.
" Semoga kamu bisa melewati semua ini ya, Ris. Kakak juga harap Mas Reno setuju dengan keputusan kalian berdua untuk menikah " ucap Siska dalam hati mengusap lembut lengan Arisa.
Tak lama kemudian, pintu kamar Arisa terbuka dan muncul Reno di sana. Reno berjalan mendekati Arisa yang masih berada di dalam pelukan Siska.
" Abang " ucap Arisa menghapus air matanya dan melepaskan pelukannya pada Siska.
Siska menyingkir dan membiarkan Reno duduk di samping Arisa.
" Mending aku keluar aja dulu. Biar mereka bisa bebas bicara " ucap Siska dalam hati.
" Kalian bicaralah, aku mau liat Nadia dulu " ucap Siska agar Reno dan Arisa bisa bicara berdua.
" Iya Sayang " jawab Reno.
Siska pun pergi meninggalkan Arisa dan Reno di kamar itu. Siska memilih menunggu mereka di kamar Nadia sekalian memeriksa keadaan Nadia yang tadi berkata hendak tidur.
Sementara itu di dalam kamar Arisa, Reno mencoba untuk berbicara pada adiknya itu.
__ADS_1
" Sudah jangan nangis lagi. Masa adik Abang ini cengeng sih " ucap Reno tersenyum pada Arisa.
Reno juga segera menghapus sisa-sisa air mata di wajah Arisa. Ia begitu menyayangi adik perempuan satu-satunya itu.
" Abang gak marah sama aku? Aku sudah buat Abang malu dan kecewa karena kejadian ini " ucap Arisa pada Reno karena Reno sudah pasti tahu dari Angga.
" Hust, jangan nangis " ucap Angga karena air mata Arisa jatuh kembali.
" Abang kecewa sama kamu karena kamu harus menikah dengan cara seperti ini. Abang kan mau kamu menikah nanti setelah lulus kuliah dan Abang bakal buat pesta yang meriah buat kamu. Tapi Abang gak marah dan menyalahkan takdir kamu yang memang harus kamu jalani ini. Abang juga gak mau hal-hal buruk lainnya terjadi sama kamu setelah ini. Jadi Abang izinin kamu menikah sama Pak Angga, Abang juga yakin Pak Angga itu laki-laki yang baik dan jodoh dari Allah buat kamu " lanjut Reno.
Arisa yang mendengar itu tidak bisa menahan air matanya lagi. Ia pun langsung memeluk Reno dengan begitu erat.
" Terima kasih ya, Bang. Maafin aku juga sudah buat kecewa Abang " ucap Arisa sambil menangis.
" Iya, Abang bakal lakuin yang terbaik buat adik Abang ini " jawab Reno mengusap kepala Arisa.
Ya, apapun akan Reno lakukan yang terbaik untuk Arisa. Mereka selalu bersama dan saling menjaga, apalagi Arisa satu-satunya keluarga yang ia punya saat itu. Semua jelas akan Reno lakukan untuk Arisa. Apalagi Arisa selama ini menjadi seorang adik yang baik dan selalu mengerti dirinya.
Setelah merasa tenang, Arisa pun melepaskan pelukannya dan menghapus sisa-sisa air matanya.
Reno merasa khawatir mengenai itu karena besar kemungkinan jika Arisa juga akan dalam bahaya jika ada seseorang yang berniat jahat pada Angga. Tapi ia juga memiliki kepercayaan jika Angga akan menjaga Arisa dengan baik.
" Siap gak siap, Arisa harus siap, Bang. Mungkin ini jalan takdir Arisa tapi Arisa yakin bisa melewati semuanya " jawab Arisa.
" Dan satu lagi, walaupun pernikahan kalian terpaksa tapi Abang gak mau kalian mempermainkan ikatan suci pernikahan. Abang kamu kalian sungguh-sungguh menjalaninya " pesan Reno pada Arisa.
" Iya Bang, Arisa gak mungkin mempermainkan ikatan pernikahan yang suci " jawab Arisa.
Setelah itu, Reno keluar dari kamar Arisa setelah sebelumnya memberitahukan jika ia dan Angga akan menikah besok.
Reno menyusul Siska ke kamar Nadia dan ternyata Siska sudah tertidur di samping putrinya itu. Reno mencium kening Nadia sebelum ia membawa Siska ke kamar mereka.
__ADS_1
" Kita pindah ke kamar kita ya sekarang " ucap Reno pelan, mengangkat tubuh Siska.
Baru beberapa langkah Reno berjalan, Siska sudah membuka matanya karena merasa tidurnya terganggu.
" Hmm, Mas " gumam Siska dengan suara yang serak.
" Kita pindah ke kamar dan kamu bisa tidur lagi " ucap Reno melanjutkan langkahnya.
" Tapi aku bisa jalan sendiri " jawab Siska ingin turun dari gendongan Reno.
" Udah diem aja, Mas mau gendong kamu sampai kamar " ucap Reno pada Siska.
Sesampainya di kamar, Reno menurunkan Siska di atas tempat tidur lalu ia juga naik ke atas tempat tidur.
" Tadi gimana, Mas? Aku sudah denger dari Arisa ceritanya " tanya Siska pada Reno.
" Mas setuju mereka menikah dan mereka bakal menikah besok. Mas rasa itu yang terbaik buat Arisa, karena Pak Angga pun sudah menyentuh Arisa walaupun sebatas berpelukan " jawab Reno dengan nada sedih.
" Aku juga merasa gitu Mas, Mas jangan sedih ya. Seharusnya kita bahagia karena Arisa mau menikah " ucap Siska saat melihat wajah sedih Reno.
" Mas gak sedih, Sayang. Mas cuma merasa belum bisa ikhlas kalau harus melepas Arisa menikah secepat itu. Mas masih menganggap Arisa sebagai adik kecil Mas " jawab Reno.
" Mas harus ikhlas, karena cepat atau lambat juga kan Arisa bakal menikah dan meninggalkan Mas. Jadi Mas harus ikhlas ya " ucap Siska mengusap lengan Reno.
" Iya Sayang. Mas bakal berusaha " jawab Reno tersenyum.
Setelah itu Reno menyuruh Siska untuk beristirahat, sedangkan dirinya menelepon beberapa orang untuk mempersiapkan acara pernikahan Arisa besok walaupun hanya akad nikah saja.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏
__ADS_1
Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama dan Suamiku Seorang Bodyguard " 😘
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘