Menikahi Ayah Nadia

Menikahi Ayah Nadia
110. Menghempaskan Kuman Pengganggu


__ADS_3

Saat jam makan siang selesai, Siska akan pergi ke kampus untuk mengumpulkan tugas karena dosen yang memberikan tugas itu akan pergi ke luar negeri besok. Siska akan diantar oleh Bimo karena Reno masih sibuk di kantor dan ada meeting yang harus Reno hadiri. Reno sebenarnya sudah melarang Siska untuk pergi dan meminta Siska menyuruh Bimo saja untuk mengantarkan tugas itu tapi Siska menolaknya. Siska ingin sekalian pergi jalan-jalan karena Reno tidak akan mengizinkan jika pergi tanpa dirinya selain ke kampus.


" Sayang, Bunda ke kampus dulu ya sebentar. Kamu di rumah sama Bu Ijah ya " pamit Siska pada Nadia.


" Iya Bunda " jawab Nadia.


" Om Bimo, jagain Bunda sama adik-adik Nadia ya " ucap Nadia pada Bimo yang tidak kalah protektif dari Reno.


" Baik, Nona " jawab Bimo.


Setelah itu Siska masuk ke dalam mobil yang sudah dibukakan oleh Bimo setelah mengucapkan salam dan di jawab oleh Nadia.


***


Sesampainya di kampus, Siska langsung turun dari mobil dan menyuruh Bimo tetap menunggunya di mobil saja.


" Maaf Nyonya, tapi Tuan Reno dan Nona Nadia memberikan saya tugas untuk menjaga Nyonya " ucap Bimo yang tetap ingin mengikuti kemanapun Siska pergi.


" Baiklah, tapi jaga jarak karena saja tidak ingin orang-orang memperhatikan saya karena diikuti kamu. Lalu jangan mendekat sebelum saya memanggil kamu atau dalam keadaan yang sangat bahaya dan saya tidak bisa menanganinya sendiri " ucap Siska memberikan beberapa syarat pada Bimo.


" Baik Nyonya " jawab Bimo.


Setelah itu Siska pun langsung melangkahkan kakinya menuju ruang dosen. Bimo tetap mengikuti Siska dengan jarak yang cukup jauh seperti yang Siska katakan.


" Ini tugas saya, Bu " ucap Siska memberikan tugasnya kepada seorang dosen wanita.


Dosen itu pun menerima tugas dari Siska dan meletakkannya bersama dengan tugas dari mahasiswa lain.


" Berapa bulan kandungan kamu? " tanya Dosen yang terkenal ramah itu karena melihat perut Siska yang besar.


" Lima bulan, Bu " jawab Siska tersenyum.


" Tapi terlihat lebih besar ya dari wanita hamil pada umumnya " ucap Dosen itu karena memang perut Siska terlihat lebih besar dari wanita hamil lain.

__ADS_1


" Iya Bu, soalnya saya sedang mengandung bayi kembar " jawab Siska.


" Wah, selamat ya. Semoga lancar sampai persalinan " ucap Dosen itu tersenyum.


" Iya Bu, terima kasih " jawab Siska membalas senyuman itu.


Siska keluar dari ruang dosen setelah semua urusannya selesai. Ia ingin segera pulang dan mengurungkan niatnya untuk jalan-jalan karena ia sudah merasa sangat lelah membawa perut besarnya.


Tetapi saat ia melewati koridor kampus, ada seorang gadis yang menghalangi jalannya. Siska mengenali gadis itu, dia adalah selingkuh sekaligus orang yang dijodohkan dengan Frans. Siska baru tahu jika Abel juga berkuliah di kampus yang sama dengan dirinya.


" Wih, ada bumil " ucap Abel dengan nada mengejek.


Siska tidak memperdulikan Abel dan ingin cepat pergi karena entah mengapa saat melihat Abel ia merasa sangat mual.


" Minggir " ucap Siska karena Abel menghalangi jalannya.


" Mau kemana lo? " tanya Abel yang tidak ingin menyingkir.


" Pulang lah. Ngapain juga di sini, lagian gue mual banget liat muka lo " jawab Siska apa adanya.


" Apa lo bilang, hah? " ucap Abel kesal.


" Gue bilang, gue mual liat muka lo. Kayaknya anak-anak gue gak suka sama lo " jawab Siska mengusap perutnya.


Siska begitu santai menghadapi Abel karena dia memang merasa sangat malas meladeninya jika Abel tidak menghalanginya jalannya. Berbeda dengan Abel yang sudah emosi mendengar ucapan Siska.


" Dasar cewek gak tau diri, enak aja lo bilang muka gue bikin mual " ucap Abel emosi dan tidak terima .


" Lah, emang kenyataannya kek gitu. Lagian cewek yang gak tau diri itu lo, dijadiin selingkuhan aja bangganya kebangetan. Terus kenapa lo samperin gue? Mau bilang kalau Frans berubah, terus gak peduli lagi sama lo? Terus lo mau nyalahin gue? Iya? Gitu? Sorry ya lo salah orang karena gue sudah gak berurusan lagi sama Frans dan kalaupun yang gue bilang bener, mungkin Frans udah nemu cewek lain kali sama kek dia pas ketemu lo. Sekarang gantian lo yang diselingkuhin dia " ucap Siska pada Abel yang seperti sudah bisa menebak alasan Abel menemui dirinya.


Abel terkejut saat mendengar Siska yang mengetahui tujuannya sebelum ia mengatakannya. Frans memang berubah dan tidak peduli lagi kepada dirinya. Abel tentu saja mengira jika itu karena Siska.


" Kenapa kaget? Gue bisa tau tujuan lo? " tanya Siska saat Abel diam saja yang membuktikan jika ucapannya itu benar.

__ADS_1


Abel tidak bisa berkata apa-apa lagi karena yang dikatakan oleh Siska semuanya benar.


" Denger ya, gue gak ada urusan apa-apa lagi sama Frans. Gue sudah sibuk dengan urusan keluarga gue sendiri jadi males banget gue berurusan sama kalian " ucap Siska yang tidak ingin diganggu lagi oleh Frans ataupun Abel.


Merasa sudah cukup, Siska pun hendak pergi dari sana tetapi Abel menahan tangannya.


" Ini semua memang semua gara-gara lo ya. Gue bakal kasih pelajaran sama lo " ucap Abel pada Siska.


Siska langsung menghempaskan tangan Abel karena jujur saja ia bertambah mual saat Abel menyentuhnya.


" Jangan sok-sokan deh lo. Lo tau kan gue itu putri satu-satunya keluarga Richard, jadi kalau lo macem-macem maka lo dan seluruh keluarga lo bakal terima akibatnya " ucap Siska dengan senyum sinis karena ia pastikan Abel tidak akan berani mengganggunya lagi setelah ini.


Benar saja, Abel langsung terdiam dengan wajah yang ketakutan.


" Minggir deh gue mual banget deket lo " ucap Siska sudah tidak tahan menahan rasa mualnya.


Siska menutup mulutnya dan beberapa detik kemudian ia benar-benar muntah dan semua muntahannya mengenai Abel.


" Huek, huek, huek " Siska mengeluarkan semua isi perutnya.


Sedangkan Abel membulatkan matanya karena ia terkejut sekaligus shock melihat tubuhnya terdapat muntahan dari Siska.


" Bener kan gue bilang. Lo sih gak percaya kalau gue mual deket-deket sama lo " ucap Siska setelah mengusap mulutnya dengan tisu.


Setelah itu Siska langsung pergi meninggalkan Abel yang masih terdiam di tempatnya. Siska terus tertawa melihat ekspresi wajah Abel saat terkena memuntahkannya.


" Rasain tuh. Kuman-kuman kayak kalian memang harus dihempaskan, ganggu aku aja " ucap Siska tertawa.


Siska mengusap perutnya sembari berjalan. Ia cukup senang hari ini karena kedua buah hatinya itu juga mendukungnya untuk menghempaskan kuman yang mengganggu mereka.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘


Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏

__ADS_1


Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama dan Suamiku Seorang Bodyguard " 😘


Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘


__ADS_2