Menikahi Ayah Nadia

Menikahi Ayah Nadia
26. Meminta Izin dan Restu


__ADS_3

Keesokkan harinya, Reno akan pergi ke rumah keluarga Daddy Smith untuk mengutarakan niatnya untuk menikahi Siska. Ia sangat senang saat tadi malam Siska mengirimkan pesan bahwa Siska bersedia menikah dengannya.


" Doain Ayah ya, Sayang " ucap Reno pada Nadia.


" Iya Yah. Nadia pasti doain Ayah " jawab Nadia.


" Reno titip Nadia ya Abi, Ummi. Doakan juga Reno agar bisa mendapatkan restu dari orang tua Siska. Reno juga minta tolong Abi dan Ummi untuk menemani Reno untuk melamar Siska nanti jika mereka mengizinkan " ucap Reno pada Abi Umar dan Ummi Fatimah.


" Iya Nak Reno, kami pasti mendoakan kamu. Kami juga dengan senang hati akan melamar Siska untuk kamu " jawab Abi Umar.


" Kalau begitu Reno pergi dulu " pamit Reno.


Reno mencium tangan kedua mertuanya itu dan juga mencium kening sang putri.


" Assalamualaikum " ucap Reno.


" Walaikumsalam" jawab mereka.


Reno melajukan mobilnya menuju rumah keluarga Daddy Smith dengan kecepatan sedang.


Sesampainya di rumah itu, Reno langsung di persilahkan masuk oleh pelayan dari rumah itu.


" Silahkan duduk dulu. Saya akan panggil Tuan dan Nyonya " ucap seorang pelayan itu.


" Baik, terima kasih " jawab Reno.


Reno duduk di salah satu sofa yang ada di sana.


Tak lama terlihat Daddy Smith dan Mommy Amelia menghampiri Reno diikuti oleh Siska di belakang mereka.


Reno langsung berdiri dari duduknya. " Assalamualaikum " ucap Reno.


" Walaikumsalam " jawab mereka.


Reno pun menyalami tangan Daddy Smith.


" Silahkan duduk, Pak Reno " ucap Daddy Smith pada Reno.


Mereka pun duduk di sofa itu. Siska yang duduk di sebelah Mommy Amelia mencuri-curi pandang pada Reno. Ia juga merasa khawatir jika Daddy Smith tidak akan memberikan restu pada mereka berdua.


Mommy Amelia yang mengerti kekhawatiran Siska pun langsung menggenggam tangan Siska dan tersenyum. Seolah mengatakan bahwa semuanya akan baik-baik saja.


" Tuan Smith, Tante Amelia, saya datang ke sini yang pertama untuk bersilaturahmi dan yang kedua, saya datang dengan maksud ingin meminta izin dan restu Tuan Smith dan Tante Amelia untuk menjadikan Siska sebagai istri saya dan ibu dari anak-anak saya. Saya dengan sungguh-sungguh ingin minta izin dan restu untuk menikahi Siska " ucap Reno menyampaikan tujuannya.


Daddy Smith dan Mommy Amelia tersenyum mendengar itu dari mulut Reno.

__ADS_1


" Saya sangat senang mendengar niat baik dari Pak Reno. Saya dan istri saya memberikan izin dan restu Pak Reno untuk menikahi putri saya satu-satunya karena saya yakin kamu adalah laki-laki yang baik dan bisa membimbing putri saya " jawab Daddy Smith.


Siska yang awalnya merasa sangat khawatir kini merasa lega. Begitu juga dengan Reno.


" Terima kasih, Tuan " ucap Reno pada Tuan Smith.


" Saya hanya minta tolong kamu benar-benar menjaga dan mencintai putri saya dengan sepenuh hati kamu. Siska adalah putri saya satu-satunya dan dia sangat berharga bagi saya " ucap Tuan Smith karena Siska adalah segalanya untuk dirinya.


" Pasti Tuan, saya akan selalu berusaha untuk menjaga dan mencintai Siska segenap hati saya " jawab Reno dengan yakin.


" Besok saya akan datang kembali bersama orang yang mewakili almarhum orang tua saya untuk melamar Siska " ucap Reno pada Daddy Smith dan Mommy Amelia.


" Baiklah, kami akan menunggu kedatangan kamu besok " jawab Daddy Smith.


Siska merasa sangat bahagia ya walaupun ada beberapa hal yang sedikit mengganjal di hatinya. Siska pun memeluk Mommy Amelia.


" Apa kamu bahagia? " tanya Mommy Amelia pada Siska.


" Iya Mom " jawab Siska tersenyum.


" Terima kasih, Daddy, Mommy " ucap Siska pada kedua orang tuanya.


" Iya Sayang " jawab Mommy Amelia.


" Apapun untukmu, Sayang " ucap Daddy Smith mengusap wajah Siska.


" Maaf Tuan, apa saya boleh berbicara pada Siska? " tanya Reno meminta izin pada Daddy Smith.


" Silahkan " jawab Daddy Smith.


Siska mengajak Reno untuk pergi ke taman agar mereka lebih nyaman untuk berbicara.


" Abang mau bicara apa? " tanya Siska saat mereka berdua sudah berada di taman.


" Abang cuma mau bilang terima kasih sama kamu karena kamu sudah bersedia untuk menikah sama Abang " jawab Reno.


" Apa kamu sudah menerima semuanya? Apa kamu gak keberatan jika Abang tetap menempatkan almarhumah istri Abang di sisi hati Abang? " tanya Reno pada Siska.


" Aku akan berusaha, Bang. Aku akan berusaha menerima itu dengan lapang dada. Aku gak bisa paksa Abang untuk melupakan dan menghilangkan dia dari hidup Abang. Asal Abang gak terus terpatok pada masa lalu Abang dan Abang akan menjadikan aku satu-satunya buat masa depan Abang " jawab Siska.


" Alhamdulillah. Abang juga akan berusaha " ucap Reno senang.


Reno tersenyum. Ia merasa sangat senang Siska sudah bisa menerima itu. Sebelumnya ia merasa khawatir akan hal itu.


" Tapi aku punya satu syarat yang harus Abang janjikan sebelum kita menikah " ucap Siska pada Reno.

__ADS_1


" Apa itu? " tanya Reno penasaran.


" Aku gak mau ada poligami di rumah tangga kita. Kalau memang Abang mau nikah lagi, Abang ceraikan aku dulu " jawab Siska.


Siska cukup khawatir dengan hal tersebut karena ia sering mendengar jika lelaki yang paham agama kebanyakan akan melakukan poligami.


Reno pun tertawa kecil mendengar itu dari Siska dan Siska dibuat bingung.


" Kenapa Abang malah ketawa? " tanya Siska heran.


" Insya Allah Abang tidak akan melakukan poligami di dalam rumah tangga kita nanti. Abang belum merasa mampu melakukan itu, nanti malah Abang dosa karena gak bisa adil sama istri-istri Abang " ucap Reno meyakinkan Siska.


" Alhamdulillah deh, kalau gitu " jawab Siska setelah mendengar ucapan Reno.


Siska bisa bernapas lega, setidaknya ia sudah memastikan bahwa Reno tidak ada niat untuk melakukan poligami.


" Memangnya kamu mau dipoligami sama Abang? " tanya Reno menggoda Siska.


" Ya enggak lah. Diselingkuhi sama pacar aja sakit banget, apalagi diselingkuhi kalau sudah menikah " jawab Siska ketus.


" Tapi kan poligami bukan selingkuh " ucap Reno pada Siska.


" Iya, tapi kan sama-sama menghadirkan orang ketiga di dalam rumah tangga. Sama-sama sakit hati juga " ucap Siska benar-benar tidak ingin sampai dipoligami.


" Iya deh, Dek Siska " jawab Reno.


" Dek? " ucap Siska bingung karena Reno tiba-tiba memanggilnya seperti itu.


Reno pun menganggukkan kepalanya. " Mulai sekarang aku panggil kamu seperti itu " jawab Reno tersenyum.


" Kamu juga jangan panggil Abang lagi. Nanti sama kayak yang lain dan kesannya kayak kakak adik " ucap Reno pada Siska


" Terus aku panggil Abang apa? " tanya Siska tidak tahu harus memanggil apa.


" Mas Reno, aku suka dipanggil seperti itu " ucap Reno karena istri pertamanya pun memanggil seperti itu.


" Baiklah " jawab Siska tersenyum.


Setelah itu Reno pun langsung pamit untuk pulang. Ia harus menyiapkan segala sesuatunya besok untuk melamar Siska. Ia juga harus memberikan kabar bahagia ini kepada keluarganya terutama putrinya itu.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘


Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏


Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama " 😘

__ADS_1


Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘


__ADS_2