
Reno masuk ke dalam sebuah ruangan di mana kedua buah hatinya dan Siska berada. Reno bisa melihat dua bayi yang masih sangat merah itu sedang tidur di dalam box bayi yang bersebelahan. Beruntung kedua bayi itu sangat sehat walaupun lahir dengan usia kandungan yang belum cukup.
Perawat yang mengantar Reno memintanya untuk mencuci tangan dan membersihkan dirinya sebelum menyentuh kedua bayi itu.
" Anda bisa mengadzani mereka sekarang dan jika sudah selesai bisa panggil saya " ucap perawat setelah Reno mencuci kedua tangannya.
" Baik, Sus. Terima kasih " jawab Reno.
Setelah kepergian perawat itu, Reno berjalan mendekati kedua bayi laki-laki miliknya itu. Dengan tangan yang bergetar dan mata yang berkaca-kaca, Reno mengangkat salah satu bayi itu lalu mengazaninya. Baru setelah selesai ia bergantian mengazani bayi yang satu lagi.
" Terima kasih kalian sudah bertahan hingga lahir ke dunia ini. Doakan Bunda kalian yang sedang berjuang sekarang " ucap Reno menatap sendu kedua bayi yang sedang memejamkan matanya.
Reno keluar dari ruangan itu dan memanggil perawat yang tadi mengantarnya. Ia ingin segera mengetahui keadaan Siska yang akan menjalani operasi.
Saat Reno kembali ternyata Siska sudah berada di ruang operasi dan dokter akan segera melakukan operasi pada Siska. Reno hanya bisa terduduk menunggu di depan ruang operasi itu bersama dengan Daddy Smith, sedangkan Mommy Amelia sedang pergi untuk melihat kedua cucunya.
Reno terus memandangi ruang operasi itu dan mengingat semua yang disampaikan oleh Dokter Sinta waktu itu, masih beruntung hanya rahim Siska yang pecah bukan nyawanya yang tidak tertolong dan itu artinya istrinya masih bisa diselamatkan. Walaupun Reno tahu kemungkinan besar Siska akan terpukul saat mengetahui jika rahimnya diangkat, tapi itu lebih baik daripada ia harus kehilangan wanita yang ia cintai untuk kedua kalinya.
Ruangan operasi di depannya masih belum terbuka dan lampunya masih menyala, padahal sudah hampir tiga jam Dokter Sinta memulai operasi pengangkatan rahim Siska.
" Ya Allah tolong selamatkan istri hamba " gumam Reno menatap nanar ruangan operasi itu.
Sementara itu terlihat Arisa datang bersama dengan Leon dan Yeni. Arisa mendapatkan kabar dari Bu Ijah jika Siska akan melahirkan dan ia bertemu dengan Leon dan Yeni di depan rumah sakit. Leon dan Yeni yang saat itu sedang berkunjung ke rumah Daddy Smith dan Mommy Amelia sangat terkejut mendengar kabar Siska akan melahirkan dan langsung pergi ke rumah sakit. Bahkan kedua anak mereka dititipkan kepada pelayan di rumah itu.
" Assalamualaikum " ucap mereka bersamaan.
__ADS_1
" Walaikumsalam " jawab Reno dan Daddy Smith.
Arisa langsung menghampiri Reno yang sedang tertunduk lesu memikirkan nasib istri di dalam sana.
" Bang, gimana keadaan Kak Siska? " tanya Arisa sangat khawatir.
" Abang masih belum tahu. Dokter belum keluar dari ruang operasi " jawab Reno lirih.
Sedangkan Yeni segera menyusul Mommy Amelia ke ruang bayi untuk melihat kedua keponakannya.
" Aku yakin Siska pasti baik-baik aja, Bang " ucap Leon pada Reno dan Reno hanya menganggukkan kepalanya.
Tak lama kemudian, lampu dari ruang operasi itu mati dan pintu itu pun terbuka. Siska dibawa keluar dari ruangan itu dengan Dokter Sinta dan beberapa perawat yang terlihat sangat khawatir. Reno langsung beranjak dari duduknya dan mengikuti Dokter Sinta dan perawat membawa istrinya diikuti oleh yang lainnya, Mommy Amelia dan Yeni juga sudah kembali.
" Bagaimana keadaan istri saya, Dok? " tanya Reno tidak sabar untuk mengetahui kondisi istrinya.
" Dokter, apakah istri saya akan baik-baik saja? " tanya Reno sangat cemas.
" Hanya Tuhan yang tahu, Tuan Reno. Tugas kami menolong dan memberikan penanganan sebaik mungkin. Saya permisi " jawab Dokter Sinta lalu segera memasuki ruang perawatan khusus.
Rino hanya berdiri menatap Siska yang dibawa masuk ke dalam ruang perawatan itu karena ia belum diizinkan masuk untuk menemui Siska.
" Aku mohon bertahan, Sayang. Mas dan anak-anak kita menunggu kamu " gumam Reno menatap pintu ruang perawatan itu.
Hatinya sakit? Tentu saja sakit, bahkan sangat sakit. Tubuh Reno luruh ke lantai dan rasanya dia tak sanggup melihat semua ini. Ia terus menyalahkan dirinya sendiri dan menganggap semua ini disebabkan oleh dirinya. Jika saja bisa, Reno sangat ingin menukar posisi istrinya dengan dirinya sendiri.
__ADS_1
" Nak Reno " panggil Daddy Smith yang berjongkok di depan Reno dan menepuk pundak menantunya itu.
" Daddy " ucap Reno mengangkat tubuh dengan air mata yang sudah membasahi wajahnya.
" Daddy mengerti apa yang kamu rasakan dan hati Daddy lebih sakit karena putri Daddy satu-satunya terbaring lemah tak berdaya di sana. Tapi tolong tegar dan kuat, Nak Reno. Daddy tau ini bukan hal mudah tapi kamu tidak boleh lemah. Ingat, ada dua bayi kalian yang sekarang sangat membutuhkan kamu " ucap Daddy Smith pada Reno.
Rasa bersalah di hati Reno semakin besar dan itu juga tertuju pada mertuanya yang begitu baik kepada dirinya. Daddy Smith dan Mommy Amelia tidak menyalahkannya sama sekali dan malah berusaha untuk menguatkannya.
" Maafkan aku, Daddy. Aku telah gagal menjadi seorang suaminya yang baik untuk Dek Siska dan telah mengecewakan Daddy. Ini semua terjadi karena kesalahanku, tolong maafkan aku " ucap Reno dengan tangisnya.
" Sudahlah, jangan menyalahkan diri kamu sendiri. Ini adalah takdir yang harus kalian hadapi. Sekarang kita harus berdoa dan berusaha yang terbaik untuk Siska " jawab Daddy Smith.
Reno pun menganggukkan kepalanya.
" Jika kamu ingin menangis maka lepaskanlah " ucap Daddy Smith yang bisa melihat Reno berusaha menahan tangisnya.
Daddy Smith membuka kedua tangannya dan Reno pun langsung memeluk Daddy Smith. Reno menangis di dalam pelukan hangat Ayah mertuanya itu karena ia sudah tidak bisa menahannya lebih lama lagi. Tangisan yang terdengar sangat pilu, membuat semua orang yang ada di sana ikut menangis. Mereka semua berdoa untuk keselamatan Siska.
Arisa menangis di dalam pelukan Yeni karena ia tidak tega melihat Reno menangis sepilu itu. Sudah sangat lama Arisa tidak melihat Reno seperti ini dan ini terulang lagi seperti saat istri pertamanya tiada. Ia juga baru saja merasakan hal yang sama dengan Reno dan ia tahu betapa sakitnya itu.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏
Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama dan Suamiku Seorang Bodyguard " 😘
__ADS_1
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘