Menikahi Ayah Nadia

Menikahi Ayah Nadia
145. Diperbolehkan Pulang


__ADS_3

Setelah dirawat selama satu minggu di rumah sakit, akhirnya sore ini Siska sudah diizinkan pulang oleh Dokter Sinta. Siska tentu saja sangat senang karena ia sudah merindukan kedua putranya dan juga putri sambungnya, walaupun beberapa kali mengunjunginya di rumah sakit. Tidak ada yang menjemput Siska karena semua orang sedang sibuk mempersiapkan untuk acara akikah sekaligus pemberian nama kedua putra Siska dan Reno.


Reno menuntun Siska saat hendak memasuki rumah karena ia tidak ingin terjadi sesuatu pada istrinya itu, padahal Siska sudah merasa baik-baik saja. Siska bisa melihat dengan jelas jika rumah itu sudah dihias dan cukup banyak pekerja yang sedang mengerjakan pekerjaan mereka.


" Assalamualaikum " ucap Reno dan Siska bersamaan.


" Walaikumsalam " jawab mereka semua sudah berada di rumah itu.


Ada Daddy Smith dan Mommy Amelia serta Abi Umar dan Ummi Fatimah yang sengaja datang lebih awal untuk menyambut kedatangan Siska. Arisa juga sudah menginap di sana sejak kemarin malam. Leon dan Yeni serta kedua anak mereka datang saat Reno dan Siska sedang berada perjalanan. Sedangkan Om Axcel dan Tante Rita akan datang besok pagi saat acaran akikah dan pemberian nama diadakan.


Nadia sangat senang melihat Siska dan langsung menghampirinya.


" Selamat datang, Bunda. Nadia kangen banget sama Bunda " ucap Nadia memeluk Siska pelan agar tidak menyakitinya.


" Terima kasih, Sayang. Bunda juga kangen banget sama kamu " jawab Siska membalas pelukan Nadia.


Setelah itu Reno dan Siska menghampiri para orang tua dan mencium tangan mereka.


" Twins boy dimana Mom? " tanya Siska tidak sabar ingin bertemu dengan kedua putranya.


" Mereka ada di kamar, sedang tidur " jawab Mommy Amelia.


Reno dan Siska pun pamit ke kamar baby twins boy untuk melihat mereka.


Ternyata di kamar baby twins boy ada Arisa yang sedang menjaganya selama semua orang sibuk di bawah.


" Abang, Kak Siska " ucap Arisa bangkit dari duduknya saat melihat Reno dan Siska memasuki kamar itu.


Arisa menghampiri Reno dan Siska lalu memeluk Siska sebentar.


" Kalau gitu aku keluar dulu. Baby twins boy dari tadi tidur dan gak rewel " ucap Arisa agar Siska bisa lebih leluasa bersama kedua putranya.


" Terima kasih ya Arisa " jawab Siska.

__ADS_1


Arisa pun menganggukan kepalanya.


Setelah kepergian Arisa, Reno dan Siska berjalan mendekati box bayi baby twins boy.


" Assalamualaikum anak-anak Bunda. Bunda kangen banget sama kalian " ucap Siska menciumi kedua putranya yang sedang tertidur.


" Mereka juga pasti kangen sama kamu, Sayang " ucap Reno tersenyum memandangi wajah kedua putranya.


Beberapa detik kemudian, salah satu dari baby twins boy terbangun dan menangis.


" Abang bangun ya. Cup cup, ada Bunda di sini " ucap Siska mengangkat tubuh kecil itu.


Walaupun cukup lama tidak bertemu tetapi Siska masih mengingat jika yang sedang menangis itu adalah bayi pertama yang ia lahirkan.


" Lebih baik kamu sambil duduk, Sayang. Dia juga kayaknya haus " ucap Reno pada Siska.


" Iya Mas " jawab Siska.


Siska pun segera duduk di sofa yang ada di kamar itu dan Reno membantu Siska menemukan posisi yang nyaman dan baik untuk menyusui sesuai yang telah diajarkan oleh Dokter Sinta. Siska menyingkirkan hijabnya yang menjuntai menutupi dada dan membuka dua kancing gamis yang ia kenakan. Siska mengeluarkan salah satu *********** dan mengarahkannya ke mulut sang putra.


" Yang kenyang ya, setelah itu tidur lagi " ucap Siska tersenyum melihat putranya yang mulai terpejam.


Si Kakak baru saja tenang, kini si Adik yang menangis. Sepertinya putra Reno dan Siska itu juga lapar dan ingin menyusui pada ibunya. Reno langsung menghampiri box bayi itu lagi dan mengangkat putranya.


" Cup cup Sayang, kamu haus juga ya. Sabar ya, gantian sama Abang " ucap Reno berusaha untuk menenangkan putranya yang sedang menangis.


Siska yang melihat putranya yang lain terus menangis pun menjadi tidak tega. Siska mencoba melepaskan putingnya dari mulut putranya yang sudah tertidur.


" Gantian sama Adik dulu ya " ucap Siska dan beruntungnya putranya sudah tertidur dengan lelap sehingga tidak menangis.


Kemudian Siska dengan hati-hati meletakkan putranya kembali ke box bayi. Siska segera menghampiri Reno yang masih menenangkan putranya yang lain.


" Sini, Mas " ucap Siska mengambil alih dari gendongan Reno.

__ADS_1


Siska kembali duduk di sofa agar bisa menyusui putranya dengan nyaman.


" Adik haus juga ya " ucap Siska tersenyum saat putranya diam setelah ia susui.


Reno tersenyum bangga pada Siska yang begitu telaten mengurus putra mereka, padahal usianya masih sangat muda. Reno mengusap kepala Siska yang sedang menyusui putranya itu.


" Terima kasih, Sayang. Kamu pasti merasa kerepotan karena harus mengurus kedua anak sekaligus, apalagi di saat mereka menangis bersamaan seperti ini. Mas akan selalu berusaha ada untuk kamu dan membantu kamu mengurus kedua anak kita " ucap Reno lalu mengecup kening Siska.


" Aku senang melakukan ini semua, Mas. Aku akan selalu menikmati waktu-waktuku menjadi seorang ibu " jawab Siska tersenyum.


Setelah putranya itu juga tertidur, Reno membawanya kembali ke box bayi dan meletakkannya dengan sangat hati-hati agar tidak membangunkan salah satunya apalagi keduanya.


" Sekarang lebih baik kamu istirahat, Sayang. Kamu harus banyak istirahat agar kamu cepat benar-benar pulih " ucap Reno pada Siska.


" Mas akan minta Arisa untuk menjaga kedua putra kita " lanjut Reno.


Arisa pun menganggukkan kepalanya menurut karena Reno pasti akan memaksanya untuk beristirahat jika ia menolak.


Reno memapah tubuh Siska untuk pergi ke kamar mereka melalui pintu penghubung yang sengaja ia buat untuk mempermudah jika ingin pergi ke kamar baby twins boy.


Setelah sampai di kamar, Reno membantu Siska naik ke atas tempat tidur dan membaringkannya lalu ia menyelimuti tubuh Siska sebatas perut.


" Istirahatlah, Mas keluar sebentar. Tidak enak terlalu lama meninggalkan mereka " ucap Reno pada Siska.


" Iya Mas " jawab Siska.


Reno mencium kening Siska terlebih dahulu lalu ia segera pergi keluar dari kamar untuk menemui keluarga di bawah.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘


Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏


Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama dan Suamiku Seorang Bodyguard " 😘

__ADS_1


Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘


__ADS_2