Menikahi Ayah Nadia

Menikahi Ayah Nadia
108. Dijenguk Ayah


__ADS_3

Reno mengajak Siska untuk masuk ke dalam kamar mereka karena udara semakin dingin dan tidak bagus untuk kesehatan Siska. Reno juga meminta Siska untuk segera membersihkan tubuhnya sebelum hari berganti malam.


" Sekarang mending kamu mandi sebelum hari semakin sore " ucap Reno pada Siska setelah menutup pintu balkon kamar mereka.


" Iya Mas " jawab Siska yang memang sudah merasa gerah dan ingin cepat membersihkan tubuhnya.


" Kalau gitu Mas ke kamar Nadia dulu. Mas harus bangunkan dia " ucap Reno dan Siska menganggukkan kepalanya mengiyakannya.


Setelah Reno keluar dari kamar, Arisa segera mengambil bathrobe karena jika menggunakan handuk tidak akan muat menutupi hingga perutnya yang sudah besar lalu ia pun masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


Siska mengguyur tubuhnya dengan air dingin dari shower dan membuang semua emosi yang ia rasakan selama beberapa hari ini melalui air yang mengalir membasahi tubuhnya. Sekarang ia hanya ingin melakukan yang terbaik untuk keluarga kecilnya dan tentu saja kedua bayi yang masih berada di dalam perutnya.


***


Hari sudah berganti malam. Malam ini turun hujan cukup deras sehingga membuat udara menjadi dingin. Siska pun langsung pergi ke kamarnya dan Reno setelah selesai makan malam karena ia ingin bergelung dalam selimut seperti yang sekarang ia lakukan.


" Sayang " panggil Reno yang baru saja naik ke atas tempat tidur.


Tadi Reno harus mengirimkan beberapa proposal kepada rekan bisnisnya melalui email sehingga ia baru bergabung dengan Siska di atas tempat tidur.


" Iya Mas " jawab Siska yang berada dibawah selimut tapi belum tidur.


" Kedinginan banget ya? " tanya Reno karena Siska menutupi seluruh tubuhnya kecuali kepala.


" Iya Mas. Gak tau kenapa rasanya malam ini dingin banget dan aku butuh kehangatan " jawab Arisa sekaligus memberikan kode pada Reno.


Sejak Reno selesai mandi tadi dan hanya keluar dengan menggunakan sebuah handuk di pinggangnya, Siska merasa sangat ingin merasakan surga dunia bersama suaminya itu. Apalagi hampir satu minggu Reno tidak menyentuhnya dan itu juga karena dirinya yang pergi dari rumah.


" Sini Mas peluk biar badan kamu jadi hangat " ucap Reno pada Siska.


Reno merebahkan tubuhnya lalu segera menarik Siska dalam pelukannya dan memeluknya dengan erat agar Siska merasa hangat. Sepertinya Reno tidak mengerti dengan kode yang diberikan oleh Siska dan membuat Siska sedikit kesal tapi Siska akan berusaha menggoda Reno agar ia mendapatkan apa yang ia inginkan.

__ADS_1


" Kurang hangat, Mas " ucap Siska dengan nada yang ia buat selembut mungkin dan ia mengusap dada bidang Reno dengan gerakan sensual.


" Baiklah, Mas kencengin lagi peluknya " jawab Reno semakin mempererat pelukannya sehingga Siska kesulitan untuk bergerak.


Karena Reno yang masih belum juga paham membuat Siska semakin kesal dan ia pun langsung melepaskan tangan Reno yang memeluknya dan langsung membalikkan tubuhnya membelakangi Reno.


" Dasar gak peka banget jadi suami " gumam Siska pelan dengan kesal.


Reno pun merasa bingung karena Siska yang tiba-tiba melepaskan pelukannya dan membelakangi dirinya.


" Sayang, katanya dingin. Kenapa pelukannya dilepas? Terus kamu kok munggungin Mas gini sih " ucap Reno pada Siska.


" Biarin aja kedinginan, lagian Mas gak peka banget jadi suami " jawab Siska ketus.


Reno pun semakin bingung dibuatnya karena Siska seperti sedang marah kepada dirinya dan mengatakan dirinya tidak peka.


" Gak peka gimana, Sayang? " tanya Reno yang belum paham juga.


" Ikh, nyebelin banget sih. Kamu itu ya Mas jadi suami sama ayah gak peka dan pengertian banget. Aku udah kasih kode sama kamu dari tadi tau. Aku tu pengen disayang-sayang sama kamu dan anak-anak kita juga pengen dijenguk sama ayahnya " ucap Siska akhirnya mengatakan apa yang diinginkannya.


Akhirnya Reno pun mengerti apa yang dimaksud oleh Siska. Tadi ia benar-benar tidak mengerti dan ia berpikir jika Siska benar-benar kedinginan karena memang udara cukup dingin malam ini.


" Masih gak peka juga, kan. Ya sudah lah mending aku tidur aja dari liat muka suami yang gak peka. Mending aku gak usah pulang aja tadi dan terus tinggal di-....." ucapan Siska terhenti saat bibir Reno menyentuh bibirnya dan menciumnya cukup lama.


Reno melepaskan bibirnya setelah merasa mereka hampir kehabisan napas. Reno mengusap bibir Siska yang basah karena ulahnya.


" Maafin Mas ya, Sayang. Mas akan berusaha lagi buat mengerti apa yang kamu mau " ucap Reno menatap mata Siska.


" Maafin Ayah juga ya, anak-anak Ayah " lanjut Reno mengusap perut Siska.


" Hmm " jawab Siska yang masih kesal.

__ADS_1


Reno pun tersenyum melihat itu. Sebenarnya ia juga sangat rindu untuk menyentuh Siska tapi ia takut jika Siska kelelahan jadi ia tidak memintanya.


" Jadi sekarang anak-anak Ayah mau dijenguk gak sama Ayah? " tanya Reno pada kedua buah hatinya dan Siska yang sebenarnya tidak mungkin mengerti.


" Ya iya lah. Masih tanya lagi " jawab Siska ketus tapi juga menginginkan sentuhan dari Reno.


Karena sudah mendapatkan persetujuan dan terlebih lagi Siska yang menginginkannya membuat Reno bersemangat untuk membuat mereka mengarungi indahnya surga dunia. Tanpa basa-basi, Reno langsung mencium bibir Siska dengan panas dan Siska juga langsung menyambut dengan senang hati ciuman itu. Tangan Reno menyentuh setiap titik-titik sensitif pada tubuh Siska, begitu juga dengan Siska yang tidak mau kalah dengan meremas junior milik Reno yang sudah menegang sejak ciuman pertama mereka tadi.


Reno dan Siska saling memberikan kenikmatan dengan cara mereka masing-masing hingga Siska terbaring lemas setelah mendapat pelepasannya lebih dulu. Siska mengatur napasnya yang terengah-engah dan setelah napasnya kembali normal, Reno membalik posisi mereka hingga Siska kini berada di atas tubuh Reno tanpa melepaskan tautan tubuh mereka.


" Sekarang giliran kamu, Sayang " ucap Reno pada Siska.


" Siapa takut " jawab Siska tersenyum menggoda.


Siska pun bergerak di atas tubuh Reno dengan begitu lincahnya dan Reno hanya bisa memejamkan matanya di bawah sana hingga mereka sama-sama mengerang karena mendapatkan pelepasan secara bersamaan.


" Apa anak-anak Ayah senang sekarang? " tanya Reno pada Siska yang masih berada di atasnya.


" Tentu saja. Bukan hanya anak-anak yang senang, tapi Bundanya juga " jawab Siska yang terlihat sangat puas setelah mendapatkan apa yang diinginkannya.


Reno tertawa kecil mendengar itu, ternyata istrinya tidak malu-malu lagi sekarang dan lebih sering meminta duluan setelah dinyatakan hamil. Reno mengangkat tubuh Siska dan mencabut juniornya yang masih menancap di tubuh Siska.


Setelah itu Reno segera membawa Siska ke kamar mandi untuk membersihkan tubuh mereka baru setelahnya mereka tidur dengan posisi saling berpelukan. Mereka berdua bisa tidur dengan nyenyak sekarang, bukan hanya karena mereka sudah bisa bersama kembali tapi juga karena yang mereka lakukan tadi.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘


Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏


Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama dan Suamiku Seorang Bodyguard " 😘


Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘

__ADS_1


__ADS_2