Menikahi Ayah Nadia

Menikahi Ayah Nadia
120. Kandidat Calon Mantu


__ADS_3

Siska mendudukkan tubuhnya di tepi tempat tidur karena jujur saja ia merasa sangat lelah dan kedua kakinya terasa pegal setelah setengah hari berada di kampus. Reno yang melihat itu pun menjadi tidak tega. Ia duduk di samping Siska dan membawa kaki Siska ke atas pangkuannya untuk ia pijat.


" Mas, jangan gini. Aku jadi ngerasa gak sopan sama kamu " ucap Siska ingin menarik kakinya dari pangkuan Reno tetapi Reno menahannya.


" Gak papa, Sayang. Mas gak mau liat kamu kecapekan gini dan biar Mas kurangi sedikit ya dengan Mas pijat " jawab Reno tetap memijat kaki Siska.


Siska pun pasrah karena memang kakinya terasa sangat pegal dan sedikit berkurang dengan pijatan Reno itu.


Sembari menikmati pijatan Reno di kakinya, Kinara teringat dengan anak laki-laki yang menjadi teman Nadia. Entah mengapa ia merasa sangat menyukai anak laki-laki itu dan ingin jika mereka sudah dewasa nanti mereka berjodoh. Ia sangat yakin jika Devan akan tumbuh menjadi pria yang baik.


" Mas " panggil Siska pada Reno.


" Iya Sayang " jawab Reno masih fokus memijat kedua kaki Siska.


" Menurut kamu, Devan itu gimana? " tanya Siska ingin tahu pendapat Reno tentang teman Nadia itu.


Reno mengangkat kepalanya dan mengentikan tangannya yang sedang memijat kaki Siska lalu menatap Siska karena heran tiba-tiba Siska bertanya seperti itu tentang Devan.


" Mas liat dia anak yang baik dan juga sopan " jawab Reno lalu memijat kaki Siska kembali.

__ADS_1


Siska pun tersenyum sangat senang mendengar itu.


" Gimana kalau kita jadikan dia salah satu kandidat calon mantu kita? Aku berharap setelah dewasa nanti, Devan berjodoh sama Nadia. Aku yakin dia bakal jadi laki-laki yang baik dan cocok jadi mantu kita, Mas " ucap Siska pada Reno dengan bergitu bersemangat.


Reno cukup terkejut Siska sudah berpikir sejauh itu padahal ia hanya melihatnya sebagai pertemanan anak kecil biasa tapi ia pun tersenyum.


" Mereka masih kecil, Sayang. Kamu kok udah mau jodohin mereka " ucap Reno tersenyum lalu mencubit pelan hidung Siska.


" Berharap kan gak papa, Mas " jawab Siska.


Reno tersenyum. " Tapi gak boleh terlalu berharap dan nanti kamu merasa sedih kalau sampai mereka gak berjodoh " ucap Reno tidak ingin istrinya terlalu berharap dan nantinya kecewa.


Tapi Siska tetap berharap Nadia dan Devan akan berjodoh karena ia sangat menyukai Devan.


" Tapi kamu suka kan sama Devan, Mas? Gak masalah kan kalau mereka nanti benar-benar berjodoh? " tanya Siska pada Reno.


Reno menganggukkan kepalanya karena memang ia bisa melihat jika Devan adalah anak yang baik.


" Tapi Mas gak mempermasalahkan siapa pun jodoh Nadia nanti, yang terpenting dia satu keyakinan sama kita, baik dan bertanggung jawab " jawab Reno.

__ADS_1


Siska pun menganggukkan kepalanya setuju dengan Reno apa yang Reno katakan.


" Sudah jangan terlalu memikirkan itu, mereka juga masih kecil dan harus fokus sekolah. Sekarang mending kamu istirahat " ucap Reno pada Siska.


" Iya Mas " jawab Siska.


Siska pun membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur dan memejamkan matanya karena ia sudah mengantuk dan ditambah pijatan Reno yang membuatnya sangat nyaman.


Reno tersenyum saat melihat Siska yang sudah tertidur. Reno menurunkan kaki Siska lalu membenarkan posisi tidurnya agar Siska merasa lebih nyaman. Reno juga melepaskan hijab yang masih terpasang di kepala Siska.


" Aku kembali ke kantor ya, Sayang. Assalamualaikum " ucap Reno lalu mengecup kening Siska.


Reno harus segera kembali ke kantor karena ada beberapa berkas yang harus ia periksa dan tandatangani hari ini juga.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘


Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏


Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama dan Suamiku Seorang Bodyguard " 😘

__ADS_1


Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘


__ADS_2