Menikahi Ayah Nadia

Menikahi Ayah Nadia
76. Suami Pengertian


__ADS_3

Reno dan Siska sampai di apartemen pada pukul sepuluh malam. Walaupun merasa cukup lelah karena jarang berjalan kaki sejauh itu tapi Siska merasa sangat bahagia. Siska duduk di tepi tempat tidur dan meletakkan tasnya di atas nakas. Ia memijit kakinya yang terasa sedikit pegal.


" Pegel ya, Sayang? " ucap Reno duduk di sebelah Siska.


" Lumayan, Mas. Sepertinya aku harus sering olahraga deh nanti biar kalau jalan kaki lumayan jauh gak pegel " jawab Siska masih memijat kakinya.


Tiba-tiba Siska merasa kaget saat Reno meraih kedua kakinya dan menaruhnya ke atas pangkuannya.


" Eh Mas, kamu mau ngapain? " pekik Siska hendak menarik kedua kakinya tapi Reno segera menahannya.


" Aku mau pijitin kaki kamu " ucap Reno mulai memijit kaki Siska pelan.


Siska merasa tidak enak karena Reno memijat kakinya. Ia saja belum pernah memijit suaminya itu selama menikah.


" Tapi Mas, aku gak enak. Masa kamu pegang kaki aku, aku ngerasa gak sopan " ucap Siska tidak enak.


" Gak papa, Sayang. Mas kan suami kamu jadi kamu gak perlu ngerasa gak enak " jawab Reno tersenyum.


Akhirnya Siska pun pasrah karena Reno tetap ingin memijit kakinya. Lagi pula ia juga merasa sangat nyaman dengan pijitan Reno dan rasa pegal di kakinya mulai berkurang.


" Gini enak? " tanya Reno dengan tangan yang masih bergerak di kaki Siska.


" Iya Mas " jawab Siska.


Karena terlalu nyaman dengan pijitan Reno, akhirnya Siska pun tertidur dengan tubuh yang bersandar di sandaran tempat tidur.


" Masih pegal, Sayang? " tanya Reno setelah cukup lama karena ia tidak menyadari jika Siska sudah terbang ke alam mimpi.


Tidak mendapatkan jawaban, Reno pun menoleh ke arah Siska dan melihat Siska yang sudah tertidur.


" Pantes aja gak jawab ternyata tidur " ucap Reno tersenyum lalu menggelengkan kepalanya.


Reno menurunkan kedua kaki Siska dari pangkuannya. Ia mencondongkan tubuhnya hingga begitu dekat dengan wajah Siska yang sedang terlelap.

__ADS_1


" Cantik banget sih istri kecilku " ucap Reno mencubit hidung Siska pelan.


Setelah itu, Reno pun membangunkan Siska untuk mengganti pakaiannya dan membersihkan tubuhnya karena mereka baru saja dari luar. Sebenarnya ia tidak tega untuk membangunkan Siska yang sangat lelap tapi Siska tidak akan bisa tidur dengan nyaman dengan menggunakan pakaian seperti itu.


Beberapa kali Reno menepuk pelan kedua pipi Siska, akhirnya istri kecilnya itu pun terbangun. Reno langsung menyuruh Siska untuk membersihkan diri dan berganti pakaian.


" Hmm, kenapa Mas? " tanya Siska dengan mata yang terasa begitu berat.


" Ganti baju sama bersih-bersih dulu ya, Sayang. Nanti malah kamu gak bisa tidur nyenyak " ucap Reno pada Siska.


Siska menganggukkan kepalanya dan menuruti apa yang Reno katakan karena memang ia tidak akan bisa tidur nyenyak jika menggunakan pakaian seperti itu.


" Sekarang kamu tidur lagi. Mas juga bentar lagi tidur " ucap Reno yang baru saja mengganti pakaiannya dan melihat Siska yang masih terjaga di atas tempat tidur.


Reno pun bergegas naik ke atas tempat tidur dan duduk di sebelah Siska.


" Emang gak papa aku tidur? " tanya Siska pada Reno.


" Ya gak papa, Mas gak larang kamu buat tidur " jawab Reno.


" Em, emang kita gak itu dulu? " tanya Siska pelan tapi masih bisa didengar oleh Reno.


Reno mengerutkan keningnya bingung. " Itu apa? " tanya Reno sembari mengingat apakah ada kegiatan yang ia lupakan dan tinggalkan.


Siska dibuat kesal dan juga malu karena Reno yang tidak langsung paham dengan apa yang ia maksud.


" Bikin adik buat Nadia " jawab Siska dengan begitu malu.


Kemudian Siska merebahkan tubuhnya dan menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut karena ia sangat malu bertanya seperti itu pada Reno. Sedangkan Reno tersenyum tipis karena baru paham apa yang dimaksud oleh Siska.


Reno membuka selimut yang menutupi seluruh tubuhnya Siska.


" Emang kamu gak capek? Mas sih siap aja tapi Mas gak mau egois kalau kamu lagi capek, apalagi kita habis jalan cukup jauh tadi " ucap Reno pada Siska.

__ADS_1


Sebenarnya Siska ingin segera tidur karena tubuhnya juga terasa lelah tapi ia hanya tidak ingin membuat kecewa Reno jika ia tinggalkan tidur. Apalagi mereka pergi ke Jepang untuk bulan madu jelas saja yang ada dipikiran Siska melakukan penyatuan itu.


" Ya capek sih, tapi kan kita pergi bulan madu buat itu jadi aku gak mau buat Mas kecewa " jawab Siska membelakangi Reno.


Reno ikut merebahkan tubuhnya lalu memeluk Siska dari belakang.


" Kita bisa lakuin besok lagi, Mas gak mau kamu kecapekan " ucap Reno mengecup puncak kepala Siska.


Siska yang diperlakukan seperti itu pun merasa begitu gugup dan malu, tapi setidaknya ia merasa bersyukur memiliki suami yang begitu pengertian dan tidak memaksakan kehendaknya sendiri.


" Aduh, suami aku pengertian banget sih " ucap Siska dalam hati.


Ia tidak berani mengatakannya di depan Reno karena ia sudah malu karena pertanyaannya tadi.


" Sekarang kita tidur ya, besok kita jalan-jalan lagi " ucap Reno pada Siska.


Siska pun menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.


" Hadap sini dong, masa suaminya di punggungin " pinta Reno karena Siska masih membelakanginya.


Siska membalikkan tubuhnya menghadap Reno tapi ia langsung memeluk Reno dan menyusupkan wajahnya di dada bidang suaminya itu karena ia masih malu. Reno hanya tersenyum lalu mengusap lembut kepala Siska.


" Selamat tidur, Sayang " ucap Reno mengecup puncak kepala Siska lagi.


" Selamat tidur, Mas " balas Siska yang semakin mempererat pelukannya.


Setelah membaca doa sebelum tidur, Reno dan Siska pun memejamkan matanya mereka agar besok kembali segar. Besok mereka akan pergi mendatangi beberapa tempat di Tokyo.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘


Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏


Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama " 😘

__ADS_1


Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘


__ADS_2