
Setelah acara kejutan ulang tahun untuk Siska selesai, semua orang pun pergi ke kamar mereka masing-masing untuk beristirahat. Kedua orang tua Siska juga sudah pulang setelah menolak untuk menginap karena besok pagi Daddy Smith memiliki rapat penting.
Reno dan Siska masuk ke dalam kamar mereka. Siska duduk di tepi tempat tidur setelah melepaskan hijab di kepalanya sedangkan Reno menutup dan mengunci pintu kamar mereka terlebih dahulu lalu menyusul Siska.
" Terima kasih ya Mas, aku bahagia banget hari ini " ucap Siska saat Reno duduk di sampingnya.
" Iya Sayang " jawab Reno tersenyum.
" Oh iya, Mas gak kasih kado ulang tahun buat aku? " tanya Siska pada Reno karena dari semuanya hanya Reno yang belum memberinya kado ulang tahun.
Reno pun tersenyum. " Mas sudah siapkan kado buat kamu " ucap Reno.
Reno berdiri menghampiri meja rias dan mengambil sesuatu yang ada di laci meja rias itu.
" Mas harap kamu suka " ucap Reno memberikan sebuah kotak kecil pada Siska.
Siska yang sudah tidak sabar untuk melihat apa yang Reno berikan pun langsung membuka kotak itu. Mata Siska berbinar saat melihat sebuah kalung emas dengan sebuah hati kecil di sana.
Siska langsung menatap Reno. " Mas, aku suka banget. Terima kasih ya " ucap Siska langsung memeluk Reno.
" Kamu gak perlu berterima kasih lagi. Mas seneng kalau kamu suka " jawab Reno tersenyum.
" Sini, Mas pakaikan " ucap Reno setelah Siska melepaskan pelukannya.
Dengan senang hati Siska memberikan kalung itu pada Reno agar Reno bisa memakaikannya di lehernya. Kalung itu begitu cocok berada di leher putih Siska dan membuat Siska semakin cantik.
" Cantik sama seperti kamu " ucap Reno memuji Siska.
Siska tersenyum lalu melihat kalung yang sudah berada di lehernya dari pantulan cermin di meja rias.
" Aku gak nyangka deh, Mas Reno bisa seromantis ini. Jadi tambah cinta deh sama Mas Reno " ucap Siska dalam hati sambil tersenyum.
" Mas ke kamar mandi dulu " ucap Reno pada Siska.
" Iya Mas " jawab Siska.
Setelah itu, Reno pun masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya sebelum pergi tidur. Siska segera menyiapkan sepasang piyama untuk Reno dari ruang ganti.
Saat Siska baru saja keluar dari ruang ganti, terdengar suara pintu kamar itu diketuk. Siska segera meletakkan piyama milik Reno di atas tempat tidur lalu ia membuka pintu kamar itu.
" Arisa? Ada apa? " tanya Siska saat melihat Arisa yang berdiri di depan pintu.
__ADS_1
" Ini Kak, mau nganter kado dari Kak Yeni sama Kak Leon. Pesan dari Kak Yeni, Kakak harus cepet buka terus dipakai " jawab Arisa Arisa memberikan sebuah paper bag pada Siska.
Siska pun menerima paper bag itu dengan sedikit bingung karena pesan yang Arisa sampaikan dari Yeni.
" Terima kasih ya, Ris " ucap Siska pada Arisa.
" Iya Kak " jawab Arisa.
" Kalau gitu, aku balik ke kamar ya. Selamat istirahat, Kak " pamit Arisa lalu pergi meninggalkan kamar Reno dan Siska.
Siska menutup pintu kamar itu kembali setelah Arisa pergi.
" Apa ya isinya? " ucap Siska penasaran.
Kemudian Siska pun langsung membuka paper tersebut dan ia sangat dibuat terkejut dengan isi dari paper bag tersebut. Sebuah lingerie seksi berwarna merah menyala.
" Yang bener aja? Masa mereka kasih ini? " ucap Siska memegang lingerie itu.
Siska merasa malu sendiri melihat lingerie itu, apalagi sampai ia memakainya. Siska mengambil sebuah kertas ucapan yang ada di sana dan membacanya.
" Jangan lupa harus dipakai ya. Ingat pokoknya harus dipakai kalau enggak gue marah sama lo. Percaya deh, benda ini tuh bisa bikin Pak Suami takluk. Selamat mencoba " Siska bisa pastikan jika yang menulis itu adalah Yeni.
" Masa aku harus pake ini di depan Mas Reno sih " ucap Siska ragu.
Tiba-tiba terdengar suara pintu kamar mandi terbuka. Siska langsung memasukkan lingerie itu ke dalam paper bag kembali agar Reno tidak melihatnya.
Reno menghampiri Siska dengan sebuah handuk di pinggangnya.
" Itu apa, Sayang? " tanya Reno saat melihat sebuah paper bag.
" Oh, ini kado dari Yeni sama Leon, Mas " jawab Siska.
" Aku mandi dulu " ucap Siska menjauh dari Reno.
Siska dengan cepat pergi ke kamar mandi dengan membawa paper bag itu bersamanya.
Tiga puluh menit berlalu, Siska belum juga keluar dari kamar mandi dan itu membuat Reno heran. Siska tidak pernah mandi selama itu sebelumnya. Reno pun mencoba mengetuk pintu kamar mandi karena takut Siska ketiduran di dalam sana.
Tok tok tok.
" Sayang, kamu gak papa di dalam? " ucap Reno dari luar kamar mandi.
Siska yang masih berada di kamar mandi pun menjadi gelisah.
__ADS_1
" Iya Mas, aku gak papa " jawab Siska.
Siska melihat kembali pantulan dirinya dari cermin kamar mandi yang sudah menggunakan lingerie pemberian Leon dan Yeni.
" Ini sih sama aja aku telanjang. Dasar mereka, masa kasih kado meresahkan kek gini " gerutu Siska.
" Kenapa lama banget di kamar mandinya? " ucap Reno lagi dari luar.
" Iya Mas, sebentar lagi aku keluar " jawab Siska.
Siska menarik napasnya panjang lalu menghembuskannya agar ia merasa rileks. Dengan rasa malu dan gugup, Siska pun membuka pintu kamar mandi itu.
Reno yang melihat penampilan Siska yang menggunakan lingerie itu pun langsung membulat matanya. Rasanya ia sangat susah menelan salivanya sendiri. Apalagi sudah cukup lama ia tidak menyentuh Siska sehingga membuat sesuatu langsung berdiri.
Sedangkan Siska hanya menundukkan kepalanya malu dengan wajah yang sudah sangat merah.
" Sayang " panggil Reno dengan napas tertahan.
" I-iya Mas " jawab Siska masih menundukkan kepalanya.
" Kamu sengaja menggoda Mas ya? " ucap Reno.
Siska pun langsung mendongakkan kepalanya. " Enggak Mas, aku cuma nurutin permintaan Yeni buat pakai kado yang mereka kasih " jawab Siska dengan wajah memerah.
" Kamu gak suka ya? Aku ganti aja kalau gitu " ucap Siska kecewa karena mengira Reno tidak menyukainya.
Siska hendak berbalik ke dalam kamar mandi tapi segera Reno tahan. Reno bahkan langsung menarik Siska ke dalam pelukannya.
" Mas suka, Sayang " ucap Reno dengan suara serak menahan hasratnya.
Sudut bibir Siska pun tertarik saat mendengar itu. Siska mengesampingkan rasa malunya lalu memeluk tubuh Reno dengan erat sehingga Reno bisa merasa dua gundukan daging milik Siska. Reno pun dibuat semakin tidak karuan, apalagi saat ia mencium aroma tubuh Siska yang buat hasratnya meningkat.
" Mas sudah gak tahan, Sayang " ucap Reno sudah sangat ingin menyentuh sang istri.
Reno langsung menggiring tubuh Siska untuk menuju tempat tidur dan mereka memulai pertempuran yang cukup menguras keringat di sana. Siska begitu menikmati semua sentuhan Reno. Kado yang ia bilang meresahkan itu ternyata sangat berguna sehingga ia bisa mengarungi surga dunia bersama sang suami.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏
Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama " 😘
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘
__ADS_1