
Reno dan Siska sudah berada di dalam pesawat dan mereka sudah setengah perjalanan menuju Indonesia. Entah mengapa tiba-tiba Siska sangat merasa bersalah karena sudah memaksa Reno untuk pulang sebelum waktu bulan madu mereka selesai.
" Mas " panggil Siska pada Reno di sampingnya.
" Iya Sayang " jawab Reno menoleh ke arah Siska.
" Aku minta maaf ya karena aku sudah paksa kamu buat pulang ke Indonesia. Aku jadi ngerasa egois banget, padahal waktu kita buat bulan madu kan masih ada dua hari lagi " ucap Siska dengan mata yang berkaca-kaca karena merasa bersalah.
" Gak papa, Sayang " jawab Reno tersenyum agar Siska tidak merasa bersalah lagi karena percuma saja mereka sudah di pesawat menuju ke Indonesia.
Bukannya tenang, kini Siska malah menangis. Tentu saja Reno langsung panik mendengarnya.
" Hey Sayang, kenapa nangis? Gak papa kok " ucap Reno menghapus air mata di wajah Siska dengan kedua ibu jarinya.
" Maaf ya, Mas " ucap Siska lagi.
" Iya Sayang. Jangan nangis lagi ya nanti Mas marah nih " ucap Reno agar Siska berhenti menangis.
Siska pun menghentikan tangisnya lalu memeluk tubuh Reno dan menyusupkan wajahnya di dada bidang suaminya itu.
" Kenapa Siska sekarang jadi makin aneh sikapnya? Sebentar-sebentar sedih, marah, nangis, tapi gak lama ceria lagi " ucap Reno dalam hati merasa heran dan bingung dengan perubahan sikap istrinya seperti cuaca yang sangat ekstrim, susah ditebak.
***
Tepat pukul sepuluh pagi, pesawat yang Reno dan Siska tumpangi sudah mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Sekarang Reno dan Siska sedang menunggu Anto yang menjemput mereka. Reno dan Siska tidak memberi tahu keluarga mereka jika mereka pulang hari itu karena ingin memberikan kejutan.
Setelah lima belas menit menunggu, akhirnya Anto sampai juga. Anto turun dari mobil dan membantu Reno memasukkan koper mereka ke dalam bagasi.
" Maaf Pak, Bu, saya terlambat " ucap Anto pada Reno dan Siska saat mereka sudah berada di dalam mobil.
" Gak papa To, kami juga belum terlalu lama menunggu " jawab Reno.
Reno dan Siska duduk di kursi penumpang sedangkan Anto menyetir di depan sendirian.
" Mas, kita langsung ke Monas ya, please. Aku gak sabar mau makan kerak telor " ucap Siska memohon dengan menunjukkan mata seperti puppy eyes dan Reno tidak kuasa untuk menolaknya.
" Iya Sayang. Kita cari kerak telor yang kamu mau " jawab Reno membuat Siska tersenyum senang.
Kemudian Reno pun meminta Angga untuk membawa mereka ke daerah Monas untuk mencari kerak telor yang penjualnya memiliki istri yang sedang hamil seperti keinginan Siska.
" Maaf ya Anto, saya mereka merepotkan kamu hari ini " ucap Reno merasa tidak enak pada Anto karena ia juga meminta Anto menangani tugas di kantor dan sekarang ia repotkan menjadi supirnya.
" Tidak masalah, Pak " jawab Anto yang merasa tidak direpotkan.
Anto akan melakukan apapun yang Reno perintah selagi itu bukan hal yang salah karena Reno sudah begitu baik kepadanya dari dulu hingga sekarang.
__ADS_1
Sesampainya di Monas, Siska pun langsung mengajak Reno turun dari mobil dengan tidak sabar.
" Ayo cepet, Mas " ucap Siska menarik tangan Reno.
" Iya Sayang, sabar " jawab Reno menutup pintu mobil itu.
Reno juga menyuruh Anto untuk menunggu mereka mencari kerak telor.
" Itu penjual kerak telornya, Mas. Ayo kita samperin " ucap Siska menggunakan menggunakan menunjuk penjual kerak telor.
Siska begitu semangat berjalan menarik tangan Reno walaupun terik matahari sungguh menyengat di kulit mereka. Reno hanya bisa menurut dan mengikuti kemana langkah kaki Siska pergi.
" Bang, Abang istrinya lagi hamil gak? " tanya Siska pada penjual kerak telor yang pertama mereka datangi.
" Enggak, Neng. Istri saya baru aja melahirkan " jawab penjual kerak telor itu.
Siska pun merasa sangat kecewa mendengar jawaban dari penjual kerak telor itu.
" Yah " ucap Siska merasa kecewa.
" Kita cari lagi ya " ucap Reno yang tidak tega melihat Siska yang kecewa.
Siska pun menganggukkan kepalanya.
Mereka sudah mendatangi beberapa penjual kerak telor tapi diantara mereka semua tidak ada yang memiliki istri yang sedang hamil.
" Gak mau, Mas. Aku mau makan kerak telor yang penjualnya punya istri lagi hamil " jawab Siska yang hanya ingin kerak telor seperti yang diinginkannya.
Reno hanya menghela napasnya panjang lalu ia melihat satu penjual kerak telor lagi yang belum mereka datangi.
" Itu ada satu penjual kerak telor lagi, kita coba tanya ya. Kalau gak punya istri yang lagi hamil juga, kita pulang dulu ya. Mas gak tega lihat kamu yang kecapekan gini " ucap Reno mengelap keringat di dahi Siska.
Siska pun menganggukkan kepalanya karena ia juga merasa sudah lelah dan perutnya sedikit terasa nyeri.
Mereka berdua pun menghampiri penjual kerak telor itu untuk mencari kerak telor sesuai keinginan Siska.
" Maaf Bang, apa istri Abang sedang hamil? " tanya Reno pada penjual kerak telor itu.
" Iya Mas, istri saya sedang hamil " jawab penjual kerak telor.
" Alhamdulillah " ucap Reno dan Siska bersamaan.
Reno merasa sangat lega karena bisa menemukan penjual kerak telor itu dan Siska merasa senang karena mendapatkan apa yang ia inginkan. Sedangkan penjual kerak telor itu bingung karena dua orang di depannya mengucapkan kalimat itu.
" Emangnya ada apa ya, Mas? Kenapa kalau istri saya hamil? " tanya penjual kerak telor bingung.
__ADS_1
" Begini Bang, istri saya itu ingin sekali makan kerak telor tapi penjualnya harua punya istri yang sedang hamil dan dari tadi kita muter-muter sini cuma Abang yang istrinya lagi hamil " jawab Reno menjelaskan.
Penjual kerak telor itu pun hanya menganggukkan kepalanya mendengar itu.
Reno pun memesan kerak telor untuk Siska dan juga ia memberikan beberapa lembar uang pada penjual itu sebagai ungkapan rasa terima kasih.
" Gimana sekarang? Sudah puas? " tanya Reno pada Siska yang sedang menikmati kerak telor.
" Iya Mas. Makasih ya Suamiku Sayang " ucap Siska pada Reno.
" Iya Sayang " jawab Reno mengusap kepala Siska.
Setelah itu mereka berdua pun langsung pulang karena merasa sangat lelah setelah menempuh perjalanan jauh dan mencari kerak telor hampir satu jam.
Sesampainya di rumah, Reno menyuruh Anto langsung pulang setelah mengucapkan terima kasih. Mereka mengetuk pintu dan tak lama kemudian, Arisa pun membukakan pintu itu. Arisa sangat terkejut saat melihat Reno dan Siska yang pulang tanpa memberitahukannya.
" Assalamualaikum " ucap Reno dan Siska.
" Walaikumsalam " jawab Arisa.
" Loh, Abang sama Kak Siska kok sudah ada di sini? " tanya Arisa pada mereka berdua.
" Iya kami pulang lebih cepet, nanti Abang cerita deh tapi sekarang kita mau istirahat dulu " jawab Reno.
" Pak, tolong bawakan ke kamar kami ya " ucap Reno pada Pak Rusli yang mengangkat salah satu koper yang ia bawa.
Setelah itu Reno dan Siska pun langsung pergi ke kamar mereka untuk membersihkan diri dan beristirahat.
" Bang, nanti malam Abang ada waktu kan? " tanya Arisa saat mereka berjalan beberapa langkah.
" Iya, memangnya kenapa? " tanya Reno.
" Ada seseorang yang mau ketemu sama Abang " jawab Arisa.
" Siapa? " tanya Reno karena tidak biasanya ada seseorang yang mau menemuinya tapi lewat Arisa.
" Nanti Abang bakal tau sendiri " jawab Arisa.
Reno pun menganggukan kepalanya dan mengajak Siska pergi ke kamar mereka karena Siska terlihat sudah sangat lelah.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏
Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama dan Suamiku Seorang Bodyguard " 😘
__ADS_1
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘