
Siska baru saja keluar dari kelasnya dan ia melihat Leon yang sudah berdiri di depan pintu kelas itu. Siska pun langsung menghampiri sepupunya itu.
" Ngapain lo di sini? " tanya Siska pada Leon.
" Nungguin lo " jawab Leon menoleh pada Siska.
" Ngapain nungguin gue? " tanya Siska karena tidak biasanya Leon menunggu dirinya selesai kelas.
" Bang Reno minta tolong gue buat anterin lo pulang karena dia lagi ada meeting. Supir kalian juga bisa jemput lo karena harus anter Nadia ke rumah temennya " jawab Leon yang minta tolong Reno untuk menjaga Siska hari itu.
Siska mengambil ponselnya dari dalam tas dan memeriksa apakah Reno mengiriminya pesan tentang ini atau tidak. Benar saja, ada beberapa pesan dari Reno yang meminta Siska pulang bersama Leon agar dirinya merasa tenang.
" Ayo kita pulang. Lo udah selesai kelas kan " ajak Leon pada Siska.
" Bentar, jangan pulang dulu " jawab Siska yang tidak ingin langsung pulang.
" Kenapa? " tanya Leon mengerutkan keningnya.
" Gue lagi pengen bakso di kantin. Lagipula gue laper banget nih " jawab Siska mengusap perutnya.
__ADS_1
Leon menghela napasnya panjang dan menuruti Siska yang ingin makan bakso di kantin. Ia pernah menghadapi istrinya saat hamil seperti ini jadi ia tahu jika Siska tidak dituruti maka ia akan merajuk kepadanya.
" Ya udah, ayo. Tapi jangan lama-lama, soalnya gue harus ke kantor siang ini " ucap Leon pada Siska.
Siska menganggukkan kepalanya dan tersenyum senang.
Setelah itu Siska dan Leon pun segera pergi ke kantin. Leon memesankan bakso dan es teh manis sesuai dengan keinginan Siska. Sedangkan ia hanya memesan air mineral saja.
" Jangan banyak-banyak sambelnya atau gue aduin sama Bang Reno " ucap Leon saat Siska akan menuang satu sendok sambal ke dalam baksonya.
Siska pun langsung cemberut karena Leon sama saja dengan Reno yang selalu melarangnya makan pedas padahal ia menyukainya.
" Udah, cukup " ucap Leon merebut sambal itu dari Siska.
" Baru satu sendok " protes Siska pada sepupunya itu.
" Satu sendok sudah cukup, kasian ponakan gue kalau kepedesan nanti " ucap Leon yang sudah cukup mengerti tentang wanita hamil.
" Is, lo tu jadi cerewet ya semenjak nikah terus jadi bapak " ucap Siska kesal.
__ADS_1
Menurutnya, Leon memang cukup banyak berubah dan tidak dingin lagi seperti dulu. Tapi ia menyukainya karena sepupunya itu tidak lagi seperti kulkas berjalan.
Walaupun merasa kesal, Siska tetap menuruti Leon karena itu demi kebaikannya juga. Siska pun menikmati bakso itu meski kurang enak karena tidak pedas seperti keinginannya.
Saat sedang asik makan bakso, tiba-tiba Frans tidak sengaja berjalan melewati mereka. Leon mengajak Frans untuk bergabung dengan mereka tetapi Frans menolaknya dan keluar dari kantin.
" Kenapa tu anak? " ucap Leon melihat Frans.
" Dia kayaknya ngehindarin gue " ucap Siska yang menyadari sikap Frans.
" Kenapa? " tanya Leon bingung.
Siska memang tidak menceritakan alasannya putus dengan Frans kecuali pada Reno sehingga Leon tidak tahu. Siska pun akhirnya menceritakan semuanya pada Leon dan Leon pun mengerti mengapa Frans seperti itu. Siska sebenarnya tidak mempermasalahkannya lagi karena ia sudah memaafkan Frans tetapi setelah Abel menemuinya ia jadi berpikir lebih baik seperti ini. Dengan Frans yang menghindar darinya membuat Abel berpikir jika memang ia tidak pernah berhubungan lagi dengan Frans. Jadi lebih baik memang seperti itu saja.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏
Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama dan Suamiku Seorang Bodyguard " 😘
__ADS_1
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘