
Keesokkan harinya setelah dzuhur, Reno dan Siska sedang bersiap-siap untuk acara tujuh bulanan kehamilan Siska. Reno dan Siska menggunakan pakaian dengan warna yang senada, begitu juga dengan Nadia. Abi Umar dan Ummi Fatimah juga sudah sampai di rumah mereka sebelum dzuhur tadi.
" Bunda " panggil Nadia dari luar kamar.
" Masuk aja, Sayang " jawab Siska yang sudah selesai merapikan hijabnya.
Nadia pun masuk ke dalam kamar kedua orang tuanya dan langsung menghampiri Siska.
" Bunda, tolong pakaikan hijab Nadia. Nadia kesulitan pakai sendiri " ucap Nadia memberikan beberapa peniti pada Siska.
Siska tersenyum dan mengambil peniti itu.
" Kita duduk di sofa ya biar Bunda lebih gampang pakaikan hijabnya " ucap Siska pada Nadia.
Siska dan karena dia duduk di sofa yang ada di kamar itu lalu Siska memasangkan hijab di kepala Nadia dengan peniti itu.
" Sayang, Mas keluar duluan ya. Sepertinya para tamu sudah mulai berdatangan " ucap Reno mendengar suara beberapa mobil berhenti.
" Iya Mas " jawab Siska yang sedang merapikan hijab Nadia.
" Nadia, temenin Bunda ya. Jangan biarkan Bunda turun tangga sendirian " ucap Reno pada Nadia.
" Siap Ayah " jawab Nadia.
Setelah Nadia siap, Siska dan Nadia pun keluar dari kamar dan turun ke bawah. Seperti yang dikatakan oleh Reno, Nadia tidak membiarkan Siska turun tangga sendiri. Nadia menggandeng tangan Siska dan menjaga Siska agar tidak terjatuh.
Saat sampai bawah, ternyata Leon dan Yeni serta Twins A sudah datang bersama dengan Om Axcel dan Tante Rita yang datang ke Jakarta untuk menghadiri acara tujuh bulan kehamilannya.
" Terima kasih ya Tante sama Om sudah menyempatkan waktu untuk datang ke Jakarta " ucap Siska setelah memeluk Tante Rita.
" Iya Sayang. Ini kan acara ponakan kesayangan Tante, jadi Tante pasti datang " jawab Tante Rita tersenyum.
Setelah itu, Siska pergi keluar untuk menemani Reno yang sedang menyambut tamu dengan Daddy Smith dan Mommy Amelia.
Tak lama kemudian, terlihat Arisa datang bersama dengan kedua mertuanya. Reno sangat senang melihat adiknya sudah bisa menjalani kehidupannya dengan normal setelah ditinggalkan oleh suaminya.
__ADS_1
" Assalamualaikum " ucap mereka bersamaan.
" Walaikumsalam " jawab Reno dan Siska serta Daddy Smith dan Mommy Amelia.
Arisa menyalami tangan Daddy Smith dan Mommy Amelia baru setelah itu ia memeluk Reno dan Siska.
" Silahkan masuk, Om, Tante " ucap Reno mempersilahkan Om Hari dan Tante Mutia untuk masuk ke dalam rumah.
Reno dan Siska memanggil mereka demikian karena mereka sudah menjadi sebuah keluarga besar sekarang.
" Sayang, kamu masuk ke dalam aja ya sama Arisa " ucap Reno pada Siska.
" Iya Mas " jawab Siska.
Setelah itu Arisa dan Siska pun memasuki rumah menyusul Om Hari dan Tante Mutia yang sudah masuk lebih dulu.
" Bagus banget dekorasinya, Kak. Sesuai banget sama baby twins " ucap Arisa saat melihat dekorasi tempat acara sangat bagus.
" Iya, Ris. Kakak sengaja pilih semua ini dan hasilnya memuaskan " jawab Siska.
Siska pun tersenyum mendengar itu.
Kemudian arisa dan Siska menghampiri Abi Umar dan Ummi Fatimah yang juga datang di acara itu. Arisa mencium tangan Ummi Fatimah dan menanyakan kabar mereka karena cukup lama mereka tidak bertemu.
" Abi dan Ummi turut berduka cita ya, Sayang. Semoga kamu selalu diberikan ketabahan dan kesabaran " ucap Ummi Fatimah yang juga mendengar berita tentang Angga dan baru bisa mengucapkan untuk bela sungkawa sekarang.
" Aamiin, Ummi. Terima kasih " jawab Arisa tersenyum.
Siska tersenyum melihat adik iparnya itu sudah bisa tegar menerima kepergian Angga dan memulai hidupnya kembali.
Tak lama kemudian, tamu-tamu lain pun mulai berdatangan termasuk teman-teman Siska dan juga anak-anak yatim yang mereka undang ke acara itu.
" Apa kabar, Arisa? " tanya Yeni setelah memeluk Arisa.
" Alhamdulillah, aku baik Kak " jawab Arisa tersenyum.
__ADS_1
Setelah itu acara tujuh bulanan kehamilan Siska pun dimulai. Acara itu dimulai dengan salam dan pembukaan dari pembawa acara dan juga sambutan serta ucapan terima kasih dari pihak keluarga yang disampaikan oleh Reno. Lalu dilanjutkan dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur'an serta tausiyah dari Abi Umar yang ditunjuk langsung oleh Reno dan Siska. Di akhir acara ada pembacaan doa untuk kelancaran dan keselamatan Siska dan calon bayi kembar mereka hingga lahir di dunia.
Saat semua rangkaian acara itu selesai dilanjutkan dengan makan bersama dan juga memberikan santunan kepada anak yatim dan piatu dari panti asuhan yayasan Wicaksono Group. Baru setelah itu para tamu dan anak-anak dari panti asuhan pun pergi dan kembali ke rumah masing-masing. Hanya tersisa anggota keluarga mereka saja yang ada di sana untuk membantu membereskan bekas acara.
" Arisa, ini Abang ambilkan kamu makanan. Abang lihat dari tadi kamu gak makan apapun " ucap Reno memberikan sepiring makanan kepada adiknya itu.
Dari tadi memang Reno memperhatikan Arisa sayang tidak memakan apapun dan ia tentu saja khawatir jika adiknya itu akan mogok makan lagi.
" Nanti aja, Bang. Aku juga belum lapar " tolak Arisa yang sebenarnya merasa tidak enak karena Rena sudah repot-repot mengambilkannya makanan tetapi memang ia merasa mual mencium bau makanan itu.
" Jangan nanti-nanti. Kalau kamu gak mau makan, nanti kamu sakit lagi " ucap Reno yang khawatir dengan kesehatan adiknya.
Reno memaksa Arisa untuk makan dan menyuapkan makanan ke mulut Arisa walaupun Arisa sudah menolaknya. Hingga sendok berisi makanan itu berada tepat di depan mulut Arisa, terlihat Arisa mual dan sepertinya ingin muntah. Arisa pun segera berlari ke kamar mandi.
Reno yang melihat itu tentu saja panik sekaligus bingung karena Arisa tiba-tiba terlihat mual dan ingin muntah saat ia ingin menyuapinya makanan. Reno pun segera menyusul Arisa setelah meletakkan piring yang ada di tangannya karena ia takut terjadi apa-apa kepada adiknya itu.
Saat sampai di kamar mandi, Reno dibuat terkejut dan sangat panik saat melihat Arisa yang bersandar di wastafel dan terlihat sangat lemas.
" Arisa, kamu kenapa? " tanya Reno sangat panik.
Arisa terlihat tidak memiliki tenaga lagi pun tidak menjawab pertanyaan dari Reno.
Melihat itu, Reno pun semakin panik. Reno segera menghampiri Arisa dan mengangkat tubuh adiknya itu lalu membawanya keluar dari kamar mandi.
" Arisa kenapa, Mas? " tanya Siska yang melihat Arisa digendong oleh suaminya.
" Mas juga gak tau tapi tadi dia muntah-muntah " jawab Reno.
Reno dan Siska segera membawa Arisa ke kamar Arisa yang ada di rumah itu. Para orang tua yang sedang berkumpul dan mengobrol di ruang tamu pun bingung melihat Arisa. Mereka tentu saja panik dan khawatir melihat Arisa di dalam gendongan Reno dan terlihat lemas. Para orang tua pun menyusul Reno dan Siska yang membawa Arisa ke kamar untuk mengetahui keadaannya.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏
Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama dan Suamiku Seorang Bodyguard " 😘
__ADS_1
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘