
Reno dan Siska masuk ke dalam rumah setelah pembicaraan antara mereka berdua selesai. Saat mereka memasuki ruang tamu di sana sudah ada dua orang pasangan paruh baya yang tidak Siska kenal.
" Abi, Ummi " ucap Reno saat melihat kedua mertuanya sedang duduk di sofa yang ada di ruang tamu bersama Nadia dan Arisa.
Reno pun langsung menghampiri kedua mertuanya itu diikuti oleh Siska di belakangnya.
" Assalamualaikum Abi, Ummi " ucap Reno mencium tangan kedua mertuanya.
" Walaikumsalam " jawab Abi Umar dan Ummi Fatimah.
" Abi dan Ummi kapan datang? Kenapa gak kasih kabar? Kan bisa Reno jemput " tanya Reno pada Abi Umar dan Ummi Fatimah.
Reno sudah duduk di sebuah sofa single tak jauh dari Abi Umar dan Ummi Fatimah.
" Kami baru saja datang. Kami sengaja datang tidak memberitahu kamu agar kamu tidak perlu repot-repot menjemput Abi dan Ummi. Kami datang untuk bertemu dengan cucu kami ini " jawab Abi Umar mengusap kepala Nadia yang duduk diantara dirinya dan istrinya.
" Rino tidak merasa direpotkan kok, Abi " ucap Reno karena ia akan menjemput mertuanya itu jika memang mereka memintanya.
Perhatian Ummi Fatimah teralihkan saat melihat seorang gadis yang berdiri tidak jauh dari mereka. Siska yang diperhatikan oleh Ummi Fatimah pun tersenyum pada Ummi Fatimah untuk menghormatinya.
" Wah, siapa itu? Ummi belum pernah melihatnya " tanya Ummi Fatimah pada mereka.
" Itu Kak Siska, Nek. Kak Siska itu teman Nadia dan akan menjadi bundanya Nadia " jawab Nadia terlihat sangat bahagia memperkenalkan Siska pada Neneknya.
Reno dan Siska merasa terkejut dengan ucapan Nadia. Reno merasa tidak enak karena ia belum membicarakan tentang ini pada Abi Umar dan Ummi Fatimah.
" Alhamdulillah, Nenek sangat senang mendengarnya. Akhirnya Ayah kamu mencarikan kamu seorang ibu " ucap Ummi Fatimah senang.
Abi Umar pun tersenyum. Karena selama ini ia sudah memperkenalkan beberapa perempuan pada Reno tapi Reno menolak untuk menikah. Walaupun Siska masih belum berhijab tapi Abi Umar bisa melihat bahwa Siska adalah gadis yang baik.
Ummi Fatimah berdiri dari duduknya dan mendekati Siska. Ummi Fatimah menuntun Siska untuk duduk di sampingnya.
" Nama kamu siapa, Nak? " tanya Umi Fatimah pada Siska.
" Siska, Bu " jawab Siska canggung.
" Panggil saja Ummi. Saya Ummi Fatimah dan itu suami saya, kamu bisa panggil Abi Umar. Kami mertua dari Nak Reno, orang tua ibunya Nadia " ucap Umi Fatimah.
Siska pun menganggukkan kepalanya lalu tersenyum pada Abi Umar.
Mereka pun mengobrol santai di sana walaupun Siska hanya diam karena merasa canggung berada di tengah-tengah mereka, apalagi keluarga dari almarhumah istri Reno merupakan keluarga yang religius berbeda dengan dirinya. Di dalam hatinya ia merasa malu dan tidak pantas bersanding dengan Reno.
Tak lama kemudian, terdengar suara ribut dari luar. Mereka semua pun langsung keluar untuk melihat apa yang terjadi. Terlihat di sana ada cukup banyak warga dan ketua RT di kompleks itu.
" Assalamualaikum " ucap Pak RT.
" Walaikumsalam " jawab mereka.
" Maaf ada apa ya Pak RT? Kenapa ramai-ramai di depan rumah saya? " tanya Reno pada ketua RT tersebut.
__ADS_1
" Saya minta maaf sebelumnya sudah mengganggu kenyamanan Pak Reno dan keluarga, tapi saya mendapat laporan bahwa terjadi perbuatan yang tidak pantas di rumah ini antara Pak Reno dan juga seorang gadis " jawab Pak RT.
" Iya Pak Reno, kami mendengar Pak Reno kumpul kebo dengan seorang gadis di rumah ini " tambah salah satu warga.
" Astaghfirullahalazim " ucap Reno terkejut dan juga yang lainnya.
" Itu pasti gadis yang berzina dengan Pak Reno " ucap seorang ibu-ibu menunjukkan Siska.
" Iya, saya sering dia datang ke rumah ini. Pasti mereka sering berzina " tambah warga yang lain.
Siska pun terkejut dan tidak terima. Ia tidak melakukan apa yang mereka katakan.
" Jangan asal ngomong ya, Bu " ucap Siska tidak terima.
" Tenang, Nak. Ummi yakin ini fitnah " ucap Umi Fatimah mencoba menenangkan Siska.
Siska pun berusaha untuk tenang dan tidak terpancing emosi oleh perkataan ibu-ibu itu.
" Bapak, Ibu, semua itu semua tidak benar. Saya dan gadis ini tidak melakukan apa yang kalian katakan. Ini semua fitnah " ucap Reno menjelaskan.
" Pokoknya kami gak mau tau. Kalian harus pergi dari sini agar kompleks ini tidak tercemar oleh perbuatan kalian " ucap ibu-ibu tadi.
" Betul " tambah warga yang lain.
Sementara itu ada seorang wanita yang sedang tersenyum melihat kejadian itu. Wanita itu adalah Sarah. Sarah lah yang mengatakan pada warga bahwa Reno dan Siska sudah berzina dan berharap Siska diusir dan tidak bisa bertemu dengan Reino lagi. Tadi saat Sarah ingin pergi ke rumah Reno ia melihat Siska yang sudah turun dari mobilnya. Ia merasa sangat cemburu dan marah. Sarah ingin sekali menyingkirkan Siska dari hidup Reno.
Sarah berada di barisan paling belakang dari warga-warga itu.
" Tenang semua " ucap Pak RT menenangkan semua warganya.
" Pak Reno, saya percaya Bapak tidak akan melakukan hal yang tidak pantas di sini. Tapi alangkah lebih baiknya jika Bapak menikah saja dengan gadis itu agar tidak terjadi fitnah lagi Antara kalian " ucap Pak RT.
" Betul itu. Kalian menikah saja " ucap warga yang lainnya membenarkan ucapan Pak RT.
Sarah yang mendengar itu pun sangat terkejut. Ia tidak mengira Pak RT menyuruh menikah dengan Siska.
" Kenapa jadi seperti ini? " ucap Sarah panik.
Siska sangat gelisah tapi Reno menatapnya dan mengatakan tidak akan terjadi apa-apa.
" Baik, saya akan menikahi gadis ini " ucap Reno karena niatnya pun begitu.
" Nah, gitu dong " ucap warga yang lain.
Sarah yang merasa rencananya gagal pun langsung maju ke depan.
" Gak bisa, mereka gak boleh menikah. Seharusnya gadis itu diusir dan tidak boleh bertemu lagi dengan Tuan Reno " ucap Sarah.
Mereka pun sangat terkejut saat mendengar ucapan Sarah.
__ADS_1
" Sarah? " ucap Reno terkejut.
" Jadi lo yang nyebarin fitnah hah? " tanya Siska emosi melihat Sarah.
" Iya " jawab Sarah menatap Siska.
Siska pun bertambah emosi tapi Umi Fatimah mencoba untuk menenangkannya.
" Tuan Reno jangan menikah dengan dia. Dia itu bukan wanita yang baik, menikah saja dengan saya " ucap Sarah pada Reno.
Reno menatap Sarah dengan tidak percaya. Ia tidak menyangka Sarah akan memfitnah dirinya dan Siska.
" Saya tidak menyangka dan benar-benar kecewa Sarah. Kamu begitu tega memfitnah saya dan Siska " ucap Reno pada Sarah.
" Saya melakukan ini karena saya mencintai Anda Tuan. Saya ingin menjadi istri anda " jawab Sarah.
" Sekarang kamu pergi dari rumah saya dan jangan pernah menemui saya dan keluarga saya lagi " ucap Reno mengusir Sarah.
" Tidak " jawab Sarah.
Sarah ingin mendekat kepada Reno tapi langsung dihadang oleh beberapa warga dan membawanya pergi.
" Nah, masalahnya sudah selesai dan kalian sekarang bubar dari sini " ucap Pak RT membubarkan semua warganya.
Semua warga yang tadi berkumpul di sana pun langsung membubarkan dirinya masing-masing.
" Pak Reno, baiknya Bapak tetap menikahi gadis ini agar di lain waktu tidak akan terjadi fitnah lagi " ucap Pak RT pada Reno.
" Iya Pak " jawab Reno.
Setelah itu Pak RT pun pamit untuk pulang. Sedangkan mereka masuk kembali ke dalam rumah.
" Benar kata Pak RT, Nak. Sebaiknya kalian segera menikah agar tidak terjadi fitnah ke depannya " ucap Abi Umar pada Reno dan Siska.
" Iya Abi " jawab Reno.
" Siska besok Abang akan menemui Ayah kamu " ucap Reno pada Siska.
" Iya Bang " jawab Siska.
Tidak ada pilihan lain bagi Siska selain menikah dengan Reno apalagi setelah kejadian tadi. Siska pamit untuk pulang karena ia memiliki jadwal kuliah siang hari ini.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏
Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama " 😘
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘
__ADS_1