Menikahi Ayah Nadia

Menikahi Ayah Nadia
142. Siska Sadar


__ADS_3

Satu minggu sudah berlalu dan selama itu pula tidak ada perkembangan apapun dari Siska, bahkan sekarang tubuhnya terlihat semakin kurus. Hal ini tentunya menjadi sebuah pukulan yang berat bagi Reno, ia bahkan tidak bisa menikmati hidupnya. Tapi Reno terus mengucapkan kata syukur karena masih ada kemungkinan istrinya untuk sadar dan selamat.


Selama satu minggu ini juga Reno tidak pergi bekerja dan meminta Anto untuk mengurus semua pekerjaannya. Jika ada hal yang penting atau ada berkas yang harus ia tanda tangani maka Anto yang akan mengantarnya ke rumah sakit.


Setiap hari yang Reno lakukan hanya menatap istrinya yang masih belum menunjukkan tanda-tanda jika ia akan bangun dari tidur panjangnya. Lingkaran hitam di bawah matanya menunjukkan bahwa ia kurang istirahat dan itu membuat kondisi kesehatan Reno memburuk, apalagi Reno tidak makan dengan benar. Reno juga selalu menyempatkan untuk melihat kedua putranya yang juga masih berada di rumah sakit. Reno sengaja tidak membawanya pulang agar ia bisa menjaganya bersamaan dengan Siska.


Daddy Smith dan Mommy Amelia sudah berusaha menasehati dan membujuk Reno, akan tetapi Reno masih susah untuk makan dan istirahat. Begitu juga dengan Abi Umar dan Ummi Fatimah yang sudah sempat berkunjung tetapi tidak bisa membujuk Reno.


" Nak Reno, makanlah dulu. Kamu harus menjaga kesehatanmu " ucap Mommy Amelia memberikan sepiring makanan yang ia bawa dari rumah.


" Iya Mom " jawab Reno menerima piring itu.


Walaupun tidak berselera, Reno mencoba untuk memakannya barang sedikit karena ia merasa tidak enak terus menolak makanan dari ibu mertuanya itu.


Daddy Smith hanya memperhatikan itu karena ia sama hancurnya dengan Reno hanya saja ia bisa sedikit lebih tegar. Daddy Smith sangat sedih melihat putrinya masih belum sadar juga dan menantunya seperti tidak memiliki semangat hidup lagi.


Saat Reno sedang memakan makanannya, Anto datang dengan membawa sebuah berkas penting yang harus Reno tanda tangani.


" Anto, maaf karena saya harus sangat merepotkanmu saat ini " ucap Reno mengembalikan berkas yang sudah ia periksa dan tanda tangani pada Anto.


" Tidak apa-apa, Pak " jawab Anto.


" Bagaimana di kantor? " tanya Reno pada Anto.


" Untuk saat ini saya masih bisa menanganinya, tapi untuk selanjutnya saya tidak yakin karena banyak sekali laporan yang harus saya kerjakan " jawab Anto jujur karena beberapa berkas sudah menumpuk di mejanya.


Reno memijit pelipisnya karena ia sangat pusing dan bingung saat ini. Ia tidak bisa pergi ke kantor untuk membantu Anto.


" Kamu tidak perlu khawatir, Nak Reno. Daddy akan meminta Leon untuk membantu di perusahaamu untuk sementara waktu " ucap Daddy Smith memberikan solusi.


Reno merasa sedikit lega dan tenang mendengar itu. " Baik Daddy, terima kasih banyak " jawab Reno.


Setelah itu Anto pun pergi karena urusannya sudah selesai dan berganti dengan seorang perawat yang masuk ke dalam ruang perawatan itu.


" Tuan Reno, maaf kapan kedua bayi Anda akan dibawa pulang? " tanya seorang perawat ragu-ragu.


Semua orang yang bekerja di rumah sakit itu tahu jika Daddy Smith merupakan orang yang cukup berkuasa dan kerabat baik dari pemilik rumah sakit itu sehingga membuat mereka takut mengatakan itu. Mereka takut jika dianggap mengusir pasien dari rumah sakit, bisa-bisa nama rumah sakit itu akan tercoreng.

__ADS_1


" Memangnya kenapa, Suster? Apakah ruangan bayi di rumah sakit ini sudah penuh? " tanya Daddy Smith ketus karena memang ia merasa seperti kedua cucunya itu diusir.


" Tidak, Tuan. Hanya saja kami khawatir baby twins akan tertular penyakit serta virus dan semacamnya jika terlalu lama di rumah sakit " jawab perawat itu dengan takut-takut.


Daddy Smith pun mengerti dan mengubah wajahnya tidak seperti tadi yang membuat perawat itu takut.


" Baiklah, tolong siapkan semuanya. Kami akan membawa kedua cucu kami pulang besok pagi " ucap Daddy Smith tegas.


Daddy Smith tidak mungkin membawa kedua cucunya itu pulang sekarang karena hari mulai beranjak petang.


Setelah itu perawat pun keluar dari ruang perawatan itu dan menyiapkan semuanya untuk kepulangan baby twins boy.


" Daddy, Mommy, sebelumnya Reno minta maaf karena sudah merepotkan Daddy dan Mommy. Reno juga minta tolong jaga kedua anak kami " ucap Reno yang sedari tadi diam.


" Tidak masalah dan kami tidak merasa direpotkan, Nak Reno. Mereka adalah cucu kami dan kami dengan senang hati menjaga mereka " jawab Mommy Amelia.


" Kamu tenang saja dan bisa fokus untuk menjaga Siska " ucap Daddy Smith pada Reno.


Reno pun menganggukkan kepalanya.


Keesokan paginya, Daddy Smith dan Mommy Amelia bersiap-siap membawa kedua cucunya untuk pulang ke rumah mereka. Mereka memutuskan untuk merawat kedua cucu mereka di sana sampai Siska sadar dan mereka juga akan mengajak Nadia untuk tinggal bersama mereka sementara waktu.


Mereka mendorong troli bayi ke dalam ruangan perawatan Siska untuk berpamitan pada Reno dan mempertemukan baby twins boy dengan Siska. Memang sejak lahir mereka belum dipertemukan dengan sang ibu karena alasan keadaan Siska.


" Nak Reno, kami pulang dulu membawa baby twins boy " pamit Mommy Amelia pada Reno.


" Iya Mom. Reno titip mereka selama Reno di sini. Reno akan tetap di sini sampai Dek Siska terbangun " jawab Reno.


" Kamu harus tetap kuat dan tegar. Jaga kesehatanmu " ucap Daddy Smith menepuk pundak Reno.


" Iya Dad " jawab Reno.


Reno menghampiri troli bayi kedua putranya yang belum ia berikan nama karena sesuai kesepakatannya dengan Siska sebelumnya jika Siska yang akan memberikan nama kedua putra mereka. Reno mengangkat salah satu bayi itu dan membawanya untuk lebih dekat dengan ibunya.


" Sayang, lihatlah ini putra kita " ucap Reno lirih dan berusaha untuk tegar.


" Cepatlah bangun, Sayang. Mereka sangat membutuhkan kehangatan dan kasih sayang dari kamu. Nadia juga selalu menunggu kepulangan kamu, Sayang. Nadia selalu menangis saat menanyakan keadaan kamu dan merindukan sosok bundanya. Mas mohon bangunlah. Mas menunggu kamu " lanjut Reno semakin lirih dan terdengar seperti berbisik.

__ADS_1


Tanpa diduga, sebuah keajaiban terjadi saat Reno dengan jelas melihat perlahan jari-jari milik istrinya bergerak dan detik selanjutnya kedua mata itu terbuka secara perlahan.


" Dad, putri kita " ucap Mommy Amelia seakan tidak percaya.


Wanita itu langsung memeluk suaminya dan menangis begitu melihat Siska membuka matanya.


Begitu juga dengan Reno yang tidak percaya dengan apa yang dilihatnya, istrinya telah sadar dari komanya.


" Mas " panggil Siska pada Reno dengan suara lirih.


Reno pun meletakkan bayinya di dalam troli dan setelah itu langsung memeluk Siska sambil menangis. Beribu rasa syukur ia ucapkan karena istrinya telah sadar.


" Mas, aku gak bisa napas " ucap Siska karena Reno memeluknya dengan begitu erat.


Mendengar itu Reno pun langsung melepaskan pelukannya. " Maaf Sayang " ucap Reno.


Reno memberikan kecupan di seluruh bagian wajah Siska karena ia merasa sangat bahagia saat ini.


" Terima kasih sudah sadar buat Mas dan anak-anak kita " ucap Reno dengan mata yang berkaca-kaca.


Siska tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


" Mas sangat mencintaimu, Sayang " ucap Reno lalu mengecup kening Siska.


" Aku juga sangat mencintaimu, Mas " balas Siska.


Suasana di ruang perawatan itu pun terasa menghangat karena Siska akhirnya sadar dari komanya setelah satu minggu ia hanya terbaring tanpa bisa melakukan apapun. Tubuhnya tentu saja terasa sangat pegal karena dia hanya diam dan tidak bergerak sedikitpun.


Saat yang mereka tunggu-tunggu akhirnya datang juga, yaitu Siska yang tersadar dari komanya dan Reno yang kembali menemukan semangat hidupnya. Reno terus menyunggingkan senyuman manis sambil terus menatap istrinya dengan penuh cinta.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘


Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏


Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama dan Suamiku Seorang Bodyguard " 😘


Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘

__ADS_1


__ADS_2