
Reno begitu sibuk menyiapkan semua yang akan ia bawa besok untuk melamar Siska. Walaupun hanya beberapa saja tapi ia ingin memastikan jika tidak ada yang kurang. Bukan hanya Reno yang terlihat sibuk, Nadia juga ikut sibuk menyiapkan itu semua dibantu oleh Neneknya.
" Nadia istirahat aja ya. Ini semua biar Ayah sama yang lainnya aja yang lanjutin. Ini sudah malam, Sayang " ucap Reno saat melihat Nadia yang sudah menguap beberapa kali.
" Iya Yah " jawab Nadia yang memang sudah mengantuk.
Nadia pun segera pergi ke kamarnya dan bersiap untuk tidur.
" Semoga besok semua berjalan lancar ya " ucap Ummi Fatimah saat sudah selesai menyiapkan semuanya.
" Aamiin, Ummi " jawab Reno.
Setelah itu semua orang pun segera pergi ke kamar masing-masing dan beristirahat agar besok mereka tidak terlambat untuk pergi melamar Siska.
***
Keesokkan harinya, mereka sudah siap untuk pergi ke rumah keluarga Daddy Smith. Reno sudah rapi dengan celana bahan berwarna hitam dan kemeja batik berlengan panjang.
" Sudah siap semuanya? " tanya Abi Umar pada mereka semua.
" Sudah, Abi " jawab Reno.
" Ya sudah, kalau begitu kita berangkat " ucap Abi Umar karena hari sudah mulai beranjak siang.
Mereka semua pun masuk ke dalam mobil untuk menuju rumah keluarga Daddy Smith. Nadia begitu senang sepanjang perjalanan, ia terus berceloteh tentang bagaimana nanti saat Siska menjadi ibunya.
Sesampainya di sana, mereka langsung disambut oleh Daddy Smith dan Mommy Amelia. Daddy Smith memang tidak mengundang siapapun karena ia hanya memiliki satu adik perempuan dan ia sedang fokus merawat menantunya yang sedang hamil. Sedangkan Mommy Amelia adalah anak tunggal dan mereka sudah tidak memiliki orang tua.
" Assalamualaikum " ucap mereka.
" Walaikumsalam " jawab Daddy Smith dan Mommy Amelia.
" Silahkan masuk " ucap Daddy Smith mempersilahkan mereka semua untuk masuk.
Reno dan keluarganya masuk ke dalam rumah itu dan duduk di ruang tamu setelah dipersilahkan oleh Daddy Smith.
" Perkenalkan Pak, saya Umar dan ini istri saya Fatimah. Kami berdua adalah adalah orang tua dari almarhumah istri pertama Reno yang sudah wafat. Kami dipercaya oleh Reno untuk mendampinginya datang kemari untuk bertemu Bapak dan keluarga " ucap Abi Umar memperkenalkan dirinya.
" Iya Pak. Kami orang tua dari Siska " jawab Daddy Smith.
__ADS_1
Setelah itu Abi Umar menyampaikan maksud kedatangan mereka ke sana untuk melamar Siska untuk menjadi istri Reno.
" Kedatangan kami ke sini yang pertama dengan maksud untuk bersilaturahmi dan yang kedua untuk melamar putri Bapak untuk menjadi istri dari Nak Reno. Semoga Bapak sekeluarga bisa menerima niat baik dari Nak Reno " ucap Abi Umar mengatakan tujuan mereka datang ke sana.
" Saya sangat senang mendengar kabar baik ini. Saya sebagai orang tua hanya bisa memberikan doa dan restu untuk mereka berdua. Saya percaya Nak Reno bisa membimbing putri saya. Biarlah putri saya yang menjawab apakah ia menerima atau tidak lamaran dari Nak Reno " jawab Daddy Smith.
Daddy Smith menyuruh Mommy Amelia untuk memanggil Siska yang masih berada di dalam kabarnya.
Tak lama kemudian, terlihat Siska menuruni tangga bersama Mommy Amelia. Siska terlihat sangat cantik menggunakan dress brokat panjang berwarna navy. Siska duduk tepat di samping Mommy Amelia sambil menundukkan kepalanya.
" Dek Siska, saya datang kembali bersama keluarga saya untuk melamar kamu menjadi istri dan ibu dari anak-anak saya. Fransiska Richard, apakah kamu bersedih menikah dengan saya? " ucap Reno pada Siska.
Siska menatap Reno sebentar sebelum menjawabnya. Siska bisa melihat kesungguhan yang terpancar dari mata Reno.
" Siska bersedia menjadi istri dan ibu dari anak-anak Mas Reno " jawab Siska.
" Alhamdulillah " ucap mereka semua yang ada di sana.
Senyum bahagia terlihat sangat jelas dari bibir Reno dan juga Siska atas lancarnya acara lamaran mereka.
" Selamat ya Ayah, Kak Siska. Nadia gak sabar Kak Siska jadi bundanya Nadia " ucap Nadia memeluk Reno dan Siska bergantian.
" Selamat ya, Kak Siska " ucap Arisa memeluk Siska.
" Terima kasih, ya Arisa " ucap Siska membalas pelukan Arisa.
Arisa pun menganggukan kepalanya. Arisa merasa senang akhirnya sang kakak akan menikah lagi dan itu dengan wanita yang menurutnya sangat tepat.
" Begini Nak Reno, Pak Umar. Saya ingin pernikahan mereka dilakukan minggu depan. Mereka bisa melakukan akad nikah terlebih dahulu dan mungkin resepsi pernikahan bisa menyusul nanti. Saya tidak ingin nanti timbul fitnah seperti sebelumnya dan itu bisa merugikan kita semua " ucap Daddy Smith pada Reno dan Abi Umar.
" Saya setuju. Lebih cepat maka akan lebih baik " jawab Abi Umar karena itu memang lebih baik.
" Bagaimana, Nak Reno? " tanya Abi Umar pada Reno.
" Reno setuju, Abi " jawab Reno.
Sudah ditetapkan bahwa mereka berdua akan melakukan akad nikah pada minggu depan di kediaman keluarga Daddy Smith.
" Nak Reno, saya memiliki satu adik perempuan yang tinggal di Surabaya bersama keluarganya tapi sekarang dia sedang berada di Jakarta. Saya ingin kamu juga meminta izin kepada mereka karena mereka adalah satu-satunya keluarga yang kami punya. Kamu bisa menemui mereka sekaligus mengundang mereka pada saat acara tujuh bulanan istri Leon, karena kami semua akan berkumpul saat itu " ucap Daddy Smith pada Reno.
__ADS_1
" Baik Om. Saya akan menemui mereka dan juga meminta izin dari mereka untuk menikahi Siska " jawab Reno.
Setelah itu, Daddy Smith dan Mommy Amelia mengajak mereka untuk makan bersama dengan makanan yang sudah mereka siapkan sebelumnya.
" Silahkan dinikmati Pak, Bu dan yang lainnya " ucap Mommy Amelia mempersilahkan.
" Iya Bu. Malah merepotkan ini " ucap Ummi Fatimah.
" Kami tidak merasa direpotkan sama sekali " jawab Mommy Amelia tersenyum.
Mereka pun makan bersama. Siska tidak makan dan fokus menyuapi Nadia yang makan dengan sangat lahap.
" Kenapa kamu gak makan? " tanya Reno pada Siska.
Reno baru menyelesaikan makannya dan menghampiri Siska yang sedang bersama Nadia dan Arisa.
" Aku masih kenyang, Mas. Lagian lihat Nadia yang lahap gini makannya aku jadi tambah kenyang " jawab Siska menyuapkan makanan ke mulut Nadia.
" Ini enak banget, Ayah " ucap Nadia dengan mulut yang penuh.
" Jangan bicara kalau sedang makan, Sayang " ucap Reno memperingatkan Nadia.
" Iya Ayah. Maaf " jawab Nadia.
Setelah itu Siska melanjutkan menyuapi Nadia hingga makanan di piring itu habis tidak tersisa.
" Anak pinter " ucap Siska saat melihat piring itu bersih.
Siska memberikan segelas air putih pada Nadia agar ia meminumnya.
Reno sekeluarga pamit untuk pulang setelah sekiranya kepentingan mereka di sana selesai. Besok mereka akan bertemu lagi untuk memesan baju pengantin.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏
Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama " 😘
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘
__ADS_1