
Dua bulan telah berlalu, Siska menjalani masa kehamilan dengan sangat bahagia karena semua Reno selalu memberikan perhatian dan selalu menjaga dirinya. Begitu juga dengan Nadia yang selalu menjaga dirinya dan juga kedua calon adiknya itu. Usia kandungan Siska juga sudah memasuki bulan ke lima dan perutnya sudah terlihat sangat besar karena mengandung bayi kembar.
Hari ini adalah jadwal untuk pemeriksaan kandungan Siska. Reno pun akan menemani Siska ke dokter kandungan pagi hari ini karena ia juga ingin mengetahui perkembangan kedua calon anaknya di perut Siska.
" Padahal Kakak mau liat kalian juga dan temani Bunda ke dokter tapi Kakak harus sekolah sekarang " ucap Nadia sedih sambil menempelkan kepalanya di depan perut besar Siska.
" Jangan sedih ya, Sayang. Nanti kalau pemeriksaan selanjutnya dan Nadia libur, Nadia pasti liat adik kalau kita ke dokter " ucap Siska tidak ingin Nadia bersedih.
" Iya Bunda " jawab Nadia.
Setelah itu Nadia pun berangkat ke sekolah dengan diantar oleh Bimo. Sedangkan Reno dan Siska juga akan segera pergi ke rumah sakit.
" Ayo Sayang, kita berangkat " ajak Reno lalu menggandeng tangan Siska.
" Iya Mas " jawab Siska.
Reno dan Siska pun segera masuk ke dalam mobil dan melajukannya menuju rumah sakit.
Empat puluh lima menit kemudian mereka baru sampai rumah sakit karena Reno mengemudikan mobil itu dengan pelan karena ingin Siska merasa nyaman dan tidak ingin terjadi hal yang tidak diinginkan jadi ia lebih berhati-hati sekarang.
Reno dan Siska tidak perlu mengantri seperti biasa karena memang mereka datang terlalu pagi sehingga belum ada pasien lain yang datang untuk diperiksa oleh Dokter Sinta.
" Silahkan masuk, Tuan, Nona " ucap Dokter Sinta ramah.
Reno dan Siska pun langsung masuk ke dalam ruangan Dokter Sinta. Dokter Sinta langsung meminta Siska naik ke atas brankar untuk melakukan USG karena Reno ingin segera melihat kedua anak mereka.
" Keadaan kedua bayi ini sehat dan sesuai dengan usianya. Jika dilihat seperti mereka berjenis kelamin laki-laki " ucap Dokter Sinta setelah melakukan USG pada Siska dan mereka sudah duduk di hadapan Dokter Sinta.
" Dua-duanya, Dok? " tanya Reno memastikan.
" Iya Tuan Reno " jawab Dokter Sinta tersenyum.
Reno dan Siska sangat bahagia mendengar itu. Walaupun mereka tidak mempermasalahkan jenis kelamin anak mereka tapi jelas mereka sangat bahagia. Mereka sudah memiliki anak perempuan yaitu Nadia dan akan mendapatkan dua anak laki-laki sekaligus.
__ADS_1
" Tapi ada suatu hal yang penting yang harus saya sampaikan kepada Tuan dan Nona " ucap Dokter Sinta yang sudah berubah sangat serius.
" Apa itu, Dok? " tanya Siska penasaran karena melihat perubahan wajah Dokter Sinta.
" Rahim Nona Siska sangat lemah pada pemeriksaan kali ini. Hanya salah satu bayi saja yang bisa bertahan karena rahim Nona Siska tidak akan bisa menopang berat kedua bayi tersebut. Jika tetap ingin mempertahankan keduanya maka itu akan sangat beresiko bagi Nona Siska dan juga rahimnya " ucap Dokter Sinta menyampaikan itu pada Reno dan Siska.
Jeder.
Sepertinya disambar petir di siang bolong, Reno dan Siska sangat terkejut mendengar itu. Mereka tidak menyangka Siska akan mengalami hal seperti karena sebelumnya kandungan Siska baik-baik saja. Reno dan Siska merasa sangat terpukul mendengar itu, mana mungkin mereka bisa mengorbankan salah satu bayi mereka. Air mata Siska bahkan langsung keluar begitu saja saat membayangkan ia harus mengorbankan salah satu bayinya.
" Bunda gak akan biarin salah satu dari kalian pergi. Kalian berdua harus lahir ke dunia dengan selamat " ucap Siska dalam hati.
Walaupun harus mengorbankan nyawanya, Siska Rela dari pada harus mengorbankan salah satu bayinya. Siska menghapus air matanya dan berusaha untuk tidak terpuruk mendengar kabar itu karena akan berpengaruh pada kedua bayinya.
" Dokter, tapi bukankah selama ini kandungan istri saya baik-baik saja " ucap Reno setelah bisa mengendalikan dirinya.
" Iya Tuan, tapi hal seperti ini tentu bisa terjadi. Sebaiknya segera dilakukan sebelum usianya semakin lama dan ukurannya semakin besar " jawab Dokter Sinta memberi saran.
" Ya Allah, ujian yang Engkau berikan kepada kami ini sungguh berat " ucap Reno dalam hati.
Reno mengusap wajahnya kasar, ini adalah pilihan yang sangat sulit untuk dirinya dan juga Siska. Reno melirik Siska yang sedang menghapus air matanya, ia tidak bisa memutuskannya sendiri dan ia harus membicarakannya dengan Siska.
" Apa kemungkinan yang akan terjadi jika saya tetap mempertahankan kedua bayi saya ini, Dok? " tanya Siska lirih pada Dokter Sinta.
" Kemungkinan terburuknya adalah Anda bisa kehilangan nyawa, tetapi yang paling mungkin terjadi adalah rahim Anda pecah dan harus diangkat. Artinya Anda tidak bisa untuk mengandung lagi setelah ini " jelas Dokter Sinta.
Reno menggenggam tangan Siska dan mencoba memberikan kekuatan karena ia yakin ini hal yang sangat berat untuk mereka, terutama Siska.
" Bagaimana Nona? Kalau Anda setuju, kami bisa melakukan secepatnya. Sebelum kandungan semakin besar dan juga usia kandungan lima bulan belum begitu rentan " tanya Dokter Sinta menunggu keputusan Reno dan Siska.
" Ini adalah pilihan yang sulit bagi kami, Dok. Saya akan membicarakannya dulu dengan istri saya dan kami akan menghubungi Anda dengan segera " ucap Reno yang tidak bisa memutuskannya sekarang.
Belum sempat Dokter Sinta menjawab, Siska sudah mengatakan sesuatu yang membuat Reno sangat terkejut.
__ADS_1
" Tidak perlu menunggu waktu lagi karena saya sudah memutuskannya. Saya tetap akan mempertahankan kedua bayi saya. Saya akan hadapi apapun resikonya " ucap Siska sanga tegas dan itu tentu saja membuat Reno sangat terkejut.
" Sayang " ucap Reno menatap Siska yang terlihat sangat yakin mengatakannya.
Siska menggenggam tangan Reno dan tersenyum seolah mengatakan semua akan baik-baik saja.
Reno sangat ragu sebenarnya dengan keputusan Siska tapi ia juga tidak ingin kehilangan kedua bayi mereka. Reno memilih untuk mendukung keputusan Siska itu untuk sekarang dan akan membicarakannya lagi pada Siska. Ia benar-benar tidak siap jika harus kehilangan orang yang dicintainya lagi.
" Baiklah, kalau itu sudah menjadi keputusan Anda. Tapi kami akan tetap memantau kondisi Anda secara intensif " ucap Dokter Sinta.
" Iya Dok. Terima kasih " jawab Siska.
" Saya akan meresepkan vitamin dan obat penguat kandungan untuk Nona Siska " ucap Dokter Sinta menuliskan resep pada sebuah kertas.
Dokter Sinta pun memberikan kertas bertuliskan resep vitamin dan obat untuk Siska.
" Baik Dok " jawab Reno menerima kertas itu.
" Selamat bertemu di pemeriksaan selanjutnya, Tuan dan Nona " ucap Dokter Sinta pada Reno dan Siska.
" Baik, Dokter. Kalau begitu kami permisi dulu " pamit Reno.
Dokter Sinta pun menganggukkan kepalanya dan tersenyum.
Setelah itu Reno dan Siska berdiri dari duduk mereka lalu keluar dari ruangan Dokter Sinta.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏
Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama dan Suamiku Seorang Bodyguard " 😘
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘
__ADS_1