Menikahi Ayah Nadia

Menikahi Ayah Nadia
40. Memperbaiki Hubungan


__ADS_3

Hari sudah berganti malam, Siska sedang menata makanan di atas meja makan dibantu oleh Arisa dan Bu Ijah untuk makan malam. Sedangkan Reno sedang menemani Nadia menggambar di ruang keluarga.


" Ris, tolong panggil Mas Reno sama Nadia buat makan malam ya " ucap Siska pada Arisa saat semuanya sudah siap.


" Iya Kak " jawab Arisa.


Arisa pun segera pergi ke ruang keluarga untuk memanggil Reno dan Nadia makan malam.


" Bang Reno, Nadia, makan malam sudah siap " ucap Arisa memberitahu Reno dan Nadia.


Reno dan Nadia pun menyudahi kegiatan mereka lalu pergi ke meja makan bersama dengan Arisa. Di sana Siska sedang menuangkan air putih ke dalam gelas-gelas mereka. Mereka semua pun langsung duduk di tempat masing-masing.


" Bu Ijah makan malam di sini aja sama kita " ucap Siska saat melihat Bu Ijah akan pergi meninggalkan meja makan.


" Tidak usah Nyonya, saya bisa makan malam di belakang " tolak Bu Ijah sopan.


" Ayo lah, Bu. Sesekali Bu Ijah makan bersama kita " ucap Siska memaksa.


Siska merasa kasihan pada Bu Ijah yang selalu makan sendiri di belakang padahal Bu Ijah sudah begitu baik pada mereka. Sebenarnya Reno juga sudah sering menyuruh Bu Ijah untuk makan bersama mereka tapi Bu Ijah selalu menolaknya.


" Bu, ayolah. Ini istri saya yang minta, kalau saya mungkin sudah sering minta Ibu untuk makan bersama. Nanti kalau dia sedih karena Ibu gak mau makan sama kita, saya yang repot lho, Bu " ucap Reno pada Bu Ijah.


" Iya Bu. Nanti saya sedih lho " tambah Siska.


" Baiklah, Nyonya. Tapi Nyonya jangan bersedih karena saya " jawab Bu Ijah akhirnya.


Siska tersenyum lalu menyuruh Bu Ijah untuk duduk di salah satu kursi yang ada di sana. Setelah itu mereka pun mengambil makanan yang sudah tersedia dan makan malam bersama.


" Semuanya, aku ke kamar duluan ya. Aku harus mengerjakan banyak tugas " ucap Arisa setelah selesai makan malam.


" Iya, belajar yang benar " jawab Reno.


Arisa pun menganggukan kepalanya lalu pergi meninggalkan meja makan dan menuju kamarnya.


" Nadia ke kamar duluan ya. Bunda mau bantu Bu Ijah beresin meja makan dulu " ucap Siska pada Nadia saat mereka sudah selesai makan malam.


" Iya Bunda, Bunda gak usah nyusul Nadia ke kamar. Bunda temenin Ayah tidur aja, Nadia berani kok tidur sendiri. Nadia juga bakal tidur habis ini " jawab Nadia.


" Nadia yakin? " tanya Siska memastikan.


Siska sebenarnya belum siap untuk berada satu kamar lagi dengan Reno. Hatinya memang sudah sedikit luluh dengan apa yang Reno lakukan sampai rela merubah kamarnya tapi rasa sakit itu masih ada.


" Yakin, Bunda. Nadia kan sudah besar " jawab Nadia.

__ADS_1


" Baiklah, Sayang. Jangan lupa baca doa sebelum tidur ya. Selamat malam, Sayang " ucap Siska mencium kening Nadia.


" Malam Bunda " balas Nadia.


" Nadia tidur dulu ya, Ayah " ucap Nadia pada Reno yang masih berada di sana.


" Iya Sayang. Selamat malam " ucap Reno mencium kening Nadia seperti yang dilakukan Siska.


" Malam Ayah " jawab Nadia.


Setelah itu Nadia langsung pergi ke kamarnya dan menyisakan Reno dan Siska serta Bu Ijah yang sedang membereskan meja makan. Siska berusaha tidak menghiraukan keberadaan Reno dan membantu Bu Ijah sampai semuanya selesai.


" Bu Ijah sekarang istirahat aja. Siapkan bahan buat sarapan besok aja " ucap Siska pada Bu Ijah.


" Baik, Nyonya " jawab Bu Ijah.


" Saya permisi dulu Tuan, Nyonya " pamit Bu Ijah pada Reno dan Siska.


Reno dan Siska pun menganggukkan kepala mereka dan Bu Ijah langsung pergi menuju kamarnya.


" Kamu ngapain masih di sini, Mas? " tanya Siska pada Reno yang dari tadi tetap berada di tempatnya.


" Aku nungguin kamu " jawab Reno tersenyum.


" Dek Siska, malam ini Mas boleh ya tidur bersama kamu. Kamar kita kan lagi direnovasi jadi gak bisa ditempati. Kamu juga dengarkan kata Nadia kalau kamu temani aja aku tidur " ucap Reno pada Siska.


Reno sebenarnya bisa saja tidur di ruang keluarga ataupun kamar Nadia tapi ia ingin segera memperbaikinya hubungannya dengan Siska. Jika mereka selalu terpisah dan Siska selalu menghindar bagaimana hubungan mereka akan menjadi baik.


" Gak bisa, Mas. Kamu ingat kan syarat yang aku kasih sebelum aku mutusin mau tinggal satu kamar atau gak sama kamu " tolak Siska.


" Ya sudah. Mas akan tidur di ruang keluarga malam ini. Selamat malam " ucap Reno kecewa.


Siska yang melihat wajah kecewa Reno pun menjadi tidak tega. Ia merasa kasihan jika Reno harus tidur di ruang keluarga. Apalagi malam ini turun hujan sehingga akan terasa dingin.


" Mas boleh tidur sama aku malam ini " ucap Siska pada Reno.


" Benarkah? " tanya Reno senang.


Siska pun menganggukkan kepalanya.


Kemudian mereka pun pergi ke kamar tamu yang ditempati oleh Siska. Siska merasa sangat canggung di kamar itu berdua dengan Reno.


" Mas akan tidur di sofa kalau kamu gak nyaman satu tempat tidur sama Mas " ucap Reno tersenyum lalu mengambil satu bantal dari tempat tidur.

__ADS_1


" Jangan Mas, aku masih bisa berbagi tempat tidur sama kamu " cegah Siska memegang tangan Reno.


Reno pun tersenyum.


Setidaknya sedikit demi sedikit ia akan memperbaiki hubungannya dengan Siska. Reno bahkan belum mau meminta haknya pada Siska sebelum Siska siap dan memaafkannya.


Siska naik ke atas tempat tidur di satu sisi lalu Reno naik di sisi yang lain. Siska merebahkan tubuhnya lalu miring ke samping membelakangi Reno. Siska hanya diam saja seolah-olah ia sudah tidur tapi Reno tahu jika Siska masih terjaga.


" Dek Siska " panggil Reno.


" Hmm " jawab Siska masih membelakangi Reno.


" Apa kamu gak mau memperbaiki hubungan kita yang baru beberapa hari ini? Mas minta maaf sekali lagi sama kamu kalau Mas selalu menyakiti hati kamu. Mas akan berusaha lagi membuat kamu bahagia dan gak menyakiti hati kamu " ucap Reno pada Siska.


Siska terdiam sebentar mendengar ucapan Reno. Ia bisa merasakan kesungguhan Reno saat mengucapkannya.


" Apa aku harus mencoba melupakan itu dan memaafkan Mas Reno? Aku juga takut dosa jika terus saja mendiamkan dan marah pada Mas Reno " ucap Siska dalam hati.


" Mas yakin? Mas gak akan menyesal merubah kamar Mas dan menyingkirkan semua kenangan indah bersama Mbak Anisa? " tanya Siska membalik tubuhnya menghadap Reno.


" Iya Sayang, Mas yakin. Mas ingin membangun sebuah hubungan baru sama kamu tanpa ada bayang-bayang masa lalu " jawab Reno.


Siska menghembuskan nafasnya panjang. " Baiklah, aku mau tinggal di kamar itu bersama Mas dan memperbaiki hubungan kita " ucap Siska akhirnya.


Bukan tanpa alasan Siska langsung memutuskan itu. Ia tidak ingin rumah tangganya yang baru seumur jagung harus hancur. Ia ingin merasakan hidup bahagia bersama dengan Reno. Ia juga sudah melihat kesungguhan Reno untuk memperbaiki hubungan mereka dan memulainya dari awal. Reno bahkan rela merubah kamar itu untuk dirinya.


Reno merasa sangat bahagia mendengar itu. " Kamu serius? " tanya Reno memastikan.


Siska tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


" Terima kasih, Sayang " ucap Reno mencium kening Siska.


Siska pun memejamkan matanya meresapi ciuman Reno di keningnya.


Setelah itu mereka pun langsung bersiap untuk tidur dengan perasaan lega dan bahagia di hati masing-masing.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘


Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏


Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama " 😘


Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘

__ADS_1


__ADS_2