
Keesokan harinya, Siska benar-benar pergi ke rumah Reno seperti yang ia katakan kemarin pada Reno. Ia merasa tidak tenang dan gelisah sehingga ia tidak bisa tidur tadi malam. Ia ingin cepat membicarakan hal itu kepada Reno karena ia tidak ingin memberikan harapan palsu pada Nadia dan membuat Nadia kecewa. Kebetulan hari itu adalah weekend sehingga Reno pasti berada di rumah.
Sesampainya di rumah Reno, Siska langsung turun dari mobilnya. Siska memencet bel di samping pintu rumah itu dan tak lama Bu Ijah pun membukakan pintu itu.
" Silahkan masuk, Non " ucap Bu Ijah pada Siska.
" Iya Bu " jawab Siska.
Siska pun masuk ke dalam rumah itu mengikuti Bu Ijah yang sudah masuk terlebih dahulu.
" Nadia mana, Bu? " tanya Siska pada Bu Ijah saat tidak melihat siapa di dalam rumah itu.
" Non Nadia ada di taman belakang bersama Tuan Reno dan Non Arisa " jawab Bu Ijah.
" Ya sudah saya ke belakang dulu ya, Bu " ucap Siska.
" Iya Non " jawab Bu Ijah.
Siska pun pergi menuju taman yang berada di belakang rumah untuk menemui Reno dan Nadia serta Arisa. Terlihat Nadia yang sedang bermain bersama Arisa, sedangkan Reno duduk di bangku taman sambil menikmati tehnya.
" Assalamualaikum " ucap Siska menghampiri mereka.
" Walaikumsalam " jawab mereka.
Seperti biasa Nadia langsung menghampiri Siska dan memeluknya.
" Kakak kok gak bilang kalo mau ke sini? " tanya Nadia pada Siska.
" Kakak kangen sama Nadia jadi Kakak ke sini deh " jawab Siska tersenyum lalu mencubit pelan hidung Nadia.
Reno berdiri dari posisi duduknya. Ia ingin berbicara berdua dengan Siska dan menyuruh Maria dan Arisa untuk masuk ke dalam rumah.
" Sayang, kamu masuk dulu ya sama Tante Arisa. Ayah mau bicara berdua sama Kak Siska " ucap Reno pada Nadia.
" Iya Yah " jawab Nadia.
__ADS_1
" Ris, bawa Nadia masuk " perintah Reno pada Arisa.
" Iya Bang " jawab Arisa.
Nadia dan Arisa pun masuk ke dalam rumah meninggalkan Reno dan Siska di taman belakang.
" Mereka mau bicarain apa ya, Tan? Atau mereka akan merencanakan pernikahan " ucap Nadia pada Arisa.
Nadia sudah menceritakan semuanya kepada Arisa tentang permintaannya pada Reno dan Siska agar mereka berdua menikah.
" Mungkin aja " jawab Arisa.
" Sudahlah jangan dipikirin, kita masuk aja " ucap Arisa pada Nadia.
Sementara itu, Reno dan Siska sudah duduk di bangku taman dengan jarak yang cukup jauh. Mereka masih sama-sama diam dan belum ada yang memulai pembicaraan.
" Siska " panggil Reno pada Siska.
" Iya Bang " jawab Siska.
" Abang minta maaf sebelumnya sama kamu kalau Abang menjawab pertanyaan Nadia seperti itu tanpa menunggu persetujuan dari kamu kemarin. Abang merasa sangat sedih saat mendengar isi hati Nadia yang ingin memiliki keluarga yang utuh. Abang benar-benar minta maaf sama kamu kalau kamu merasa tidak nyaman dengan itu " ucap Reno pada Siska.
" Iya Bang. Aku cuma gak mau nanti Nadia merasa kecewa kalau kita tidak menikah sesuai dengan harapannya untuk memiliki keluarga yang utuh. Cuma itu yang aku takutkan Bang, aku sangat menyayangi Nadia dan aku gak mau dia sedih karena itu. Aku juga gak mau ngasih harapan palsu sama Nadia jika memang kita gak bisa menikah " jawab Siska mengatakan kekhawatirannya.
" Mungkin ini waktu yang tepat buat Abang ngomong ini sama kamu " ucap Reno menatap Siska.
" Siska, apakah kamu mau menikah sama abang dan jadi ibu sambung untuk Nadia? " tanya Reno pada Siska.
Deg.
Siska benar-benar terkejut mendengar rindu yang mengajaknya untuk menikah. Ia takut jika Reno berkata seperti itu agar membuat Nadia bahagia dan bukan karena rindu mencintainya. Siska juga tidak ingin melihat Nadia kecewa tapi ia juga ingin menikah dengan orang yang dicintai dan mencintainya, tapi di sini hanya dia yang mencintai Reno sedangkan Reno mencintai almarhumah istri.
" Maaf Bang, aku ingin menikah dengan orang yang aku cintai dan juga mencintai aku. Aku tidak mau nantinya hanya ada kepalsuan di pernikahan kita hanya untuk membuat Nadia. Nadia juga pasti akan sedih jika mengetahui itu, Bang. Aku minta maaf, aku gak bisa menikah sama Abang " jawab Siska dengan sangat berat harus menolak Reno.
Siska mencoba mengendalikan dirinya dan menahan air matanya agar tidak keluar. Ia tidak ingin hidup dalam kepalsuan untuk bisa membuat Nadia bahagia. Seandainya saja Reno juga mencintainya pasti Siska dengan senang hati menerima ajakan Reno untuk menikah.
__ADS_1
" Apa kamu gak cinta sama Abang? " tanya Reno masih menatap lurus ke depan.
Siska langsung menoleh ke arah Reno. Ia bingung harus menjawab pertanyaan Reno bagaimana.
" Kalau kamu hanya diam berarti kamu mencintai Abang " ucap Reno menyimpulkan.
Siska menghela napasnya panjang. Mungkin saat ini ia harus mengungkapkan perasaannya pada Reno.
" Aku memang cinta sama Abang tapi aku juga sadar Abang gak cinta sama aku. Cinta Abang cuma buat almarhumah istri Abang " ucap Siska mengusap air matanya yang membasahi pipinya.
Siska sudah tidak bisa menahannya lagi. Hatinya begitu sakit saat mengingat Reno hanya mencintai almarhumah istrinya.
" Kenapa kamu menyimpulkan sendiri tanpa bertanya dulu sama Abang? " ucap Reno pada Siska.
" Maksud Abang? " tanya Siska menatap Reno.
" Abang memang mencintai almarhumah istri Abang. Bagaimana pun ia merupakan wanita yang sudah memberikan Abang seorang putri dengan mempertaruhkan nyawanya. Abang gak bisa menghilangkan dia dari hati Abang " ucap Reno membuat hati Siska semakin sakit.
Siska berusaha untuk tetap tegar menerima kenyataan itu. Walaupun ia sudah tahu tapi mendengar itu dari mulut Reno terasa sangat sakit.
" Tapi, Abang merasa nyaman berada dekat dengan kamu. Abang ingin terus dekat dan melihat senyum kamu. Abang rasa Abang juga mulai mencintai kamu Siska. Abang tidak ingin menambah semakin banyak dosa karena terus ingin di dekat kamu tapi kita belum terikat hubungan yang halal. Oleh sebab itu Abang mengajak kamu untuk menikah, Abang akan berusaha untuk menjadi imam yang baik buat kamu. Abang cuma minta maaf karena gak bisa buat menghilangkan dia dari hati sebagian kecil hati Abang " ucap Reno menatap mata Siska.
Siska merasa terkejut saat mendengar Reno juga mencintainya tapi ia harus meyakinkan dirinya apa ia bisa jika Reno masih menyimpan wanita lain di hatinya. Ia ingin merasa egois dengan Reno hanya mencintai dirinya tapi ia tidak bisa.
" Aku gak bisa jawab sekarang, Bang. Aku harus yakinin hati aku dulu untuk semua ini. Kasih aku waktu " ucap Siska karena tidak bisa langsung memutuskannya.
" Baiklah, Abang bakal tunggu jawaban dari kamu " jawab Reno.
Siska pun menganggukkan kepalanya.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏
Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama " 😘
__ADS_1
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘