Menikahi Ayah Nadia

Menikahi Ayah Nadia
123. Menguatkan Arisa


__ADS_3

Keluarga kecil Reno baru pulang piknik pada sore hari dan mereka juga menyempatkan untuk melaksanakan sholat ashar di sebuah masjid di perjalanan pulang. Reno dan Siska serta Nadia merasa sangat bahagia seharian ini menikmati waktu bersama.


" Nadia cepat masuk ke kamar dan mandi " ucap Siska pada Nadia.


" Iya Bunda " jawab Nadia lalu segera pergi ke kamarnya.


Reno dan Siska juga segera pergi ke kamar mereka karena ingin segera membersihkan diri mereka yang sudah kotor seharian di luar.


" Kamu bahagia, Sayang? " tanya Reno pada Siska setelah mereka selesai membersihkan diri.


" Bahagia banget, Mas " jawab Siska tersenyum.


Setelah itu Reno meraih ponselnya yang sudah seharian ini tidak ia buka. Ada cukup banyak pesan dari Anto dan Reno segera membukanya. Betapa terkejutnya Reno karena Anto memberitahukan sebuah kabar buruk. Reno segera membuka media sosial untuk membuktikan dan ternyata itu benar.


" Astaghfirullahalazim " ucap Reno mengusap wajahnya kasar.


" Ada apa, Mas? " tanya Siska melihat wajah panik dan khawatir Reno.


" Angga terkena musibah, dia terkena ledakan bom di dalam mobilnya saat mau menyelamatkan perusahaan Wicaksono Group dari bom itu. Angga mengorbankan dirinya dan sampai sekarang dia masih belum ditemukan. Mas baru tahu beritanya dari Anto dan saat Mas periksa ternyata itu benar " jawab Reno menjelaskan apa baru ia dapatkan.


Tidak jauh berbeda dengan Reno, Siska sangat terkejut dan sekarang ia teringat pada Arisa. Sudah pasti Arisa sangat hancur dan terpukul dengan berita ini.


" Astaghfirullahalazim " ucap Siska menutup mulutnya.


Reno segera menghubungi Tuan Gunawan untuk menanyakan bagaimana keadaan adiknya karena ia sangat mengkhawatirkannya.


" Mas mau ke rumah Tuan Gunawan karena Arisa ada di sana sekarang " ucap Reno setelah sambungan telepon dengan Tuan Gunawan berakhir.


" Aku ikut, Mas " ucap Siska ingin menemui Arisa.


Mereka pun segera bersiap-siap untuk pergi ke kediaman Keluarga Wicaksono. Reno meminta Bimo untuk mengantar mereka karena ia tidak bisa menyetir dalam keadaan khawatir seperti ini. Itu akan sangat berbahaya apalagi saat ini istrinya sedang hamil.


" Kenapa kamu tidak mengatakannya pada saya mengenai ini, Bimo? " tanya Reno pada Bimo.


" Maafkan saya, Tuan. Saya tidak mempunyai hak untuk menyampaikannya dan juga saya tidak mendapatkan perintah untuk memberitahu Anda " jawab Bimo.


Reno terdiam karena ia juga tidak bisa menyalahkan Bimo. Reno merasa begitu sedih dengan kejadian ini, apalagi jika Angga tidak selamat maka Arisa akan menjadi seorang janda di usia muda. Reno tidak bisa membayangkan bagaimana nasib adiknya nanti.


***


Sesampainya di kediaman Keluarga Wicaksono, Reno dan Siska langsung disambut oleh Tuan Gunawan.


" Sebelumnya saya minta maaf karena tidak memberikan kabar mengenai ini. Kejadian ini begitu cepat dan saya juga harus mencari Angga " ucap Tuan Gunawan pada Reno.


" Tidak apa-apa, Tuan. Saya mengerti " jawab Reno.

__ADS_1


Setelah itu Tya mengantar Reno dan Siska ke kamar yang sedang ditempati oleh Arisa untuk menemuinya.


" Kalian masuk saja. Aku ke dapur dulu " ucap Tya setelah mereka berada di depan kamar Arisa.


Reno dan Siska pun menganggukkan kepala mereka sebagai jawaban.


Tok tok tok.


" Assalamualaikum. Arisa, ini Abang " ucap Reno mengetuk pintu kamar itu.


" Walaikumsalam " jawab Arisa dari dalam terdengar pelan.


Pintu kamar itu terbuka dan Reno bisa melihat wajah pucat Arisa yang sedang duduk di atas tempat tidur. Tangis Arisa kembali pecah saat melihat kakaknya. Reno dengan segera menghampiri Arisa dan memeluknya untuk memberinya kekuatan. Sedangkan Siska berdiri di samping tempat tidur.


" Bang, Mas Angga. Aku gak mau kehilangan suami aku, Bang " ucap Arisa dalam tangisnya.


" Iya Sayang, kita semua juga gak mau kehilangan Angga. Sekarang kita harus berdoa dan berusaha mencari Angga agar Angga cepat ditemukan dengan keadaan selamat " jawab Reno mengusap punggung Arisa agar merasa lebih tenang.


Arisa menumpahkan tangisnya di dalam pelukan Reno. Reno membiarkan Arisa menumpahkan semua tangisnya dan berharap setelah ini ia akan lebih tenang. Ia juga merasakan sakit melihat adik satu-satunya harus mengalami hal seperti ini. Ia hanya bisa berharap Angga segera ditemukan dengan keadaan selamat.


" Adik Abang ini kuat dan pasti bisa melewati ini semua. Abang akan selalu ada buat kamu dan Allah juga selalu ada di sisi kita semua. Allah kasih ujian ini ke kamu karena percaya kamu bisa melewatinya jadi kamu harus kuat " ucap Reno menghapus sisa-sisa air mata Arisa setelah adiknya itu sedikit lebih tenang.


Arisa menganggukkan kepalanya karena yang diucapkan Reno itu benar. Arisa bisa sedikit tenang setelah kakak laki-lakinya itu datang.


Setelah itu, Reno menyingkir dan memberikan kesempatan pada istrinya untuk memeluk dan bicara pada Arisa.


" Iya Kak " jawab Arisa mencoba untuk tersenyum.


Terlihat Tya masuk ke kamar itu membawa sebuah nampan berisi makanan untuk Arisa. Ia meminta Reno dan Siska membujuk Arisa lagi agar ia mau makan.


" Bang, tolong bujuk Arisa buat makan. Dia belum makan apapun dari pagi dan kami semua gak ada yang bisa bujuk dia " ucap Tya pada Reno.


" Baiklah. Abang pastikan dia makan sekarang " jawab Reno mengambil alih nampan dari tangan Tya.


" Kalau begitu, aku keluar dulu ya Mas. Kamu harus bujuk Arisa sampai mau makan " ucap Siska beranjak dari duduknya.


" Iya Sayang " jawab Reno.


Siska ingin memberikan ruang untuk Reno membujuk Arisa dan mungkin Reno bisa lebih menguatkan Arisa lagi untuk menghadapi ini semua.


Setelah itu, Siska pun keluar dari kamar itu bersama dengan Tya dan meninggalkan Arisa bersama Reno. Reno meletakkan nampan itu di atas nakas lalu ia duduk di tempat tidur agar lebih mudah untuk menyuapi Arisa.


Reno mengambil piring yang berisi makanan dan berusaha membujuk Arisa untuk makan.


" Sekarang buka mulut kamu dan Abang bakal suami kamu sampai makanan ini habis " ucap Reno pada Arisa.

__ADS_1


Arisa segera menggelengkan kepalanya. " Aku gak lapar, Bang " tolak Arisa lagi-lagi.


Arisa memang sama sekali tidak berselera untuk makan atau melakukan apapun. Yang ia inginkan adalah pergi mencari Angga tetapi sebuah orang melarangnya.


" Kamu harus makan supaya kamu gak sakit. Lihat muka kamu sudah pucat dan kalau kamu masih gak mau makan bisa-bisa kamu dirawat di rumah sakit. Sekarang makan walaupun pun cuma sedikit " ucap Reno menyodorkan sendok ke mulut Arisa tetapi Arisa menggelengkan kepalanya dan menutup mulutnya dengan rapat.


Reno menghela napasnya kasar. Arisa memang sangat susah dibujuk untuk makan jika sedang berada di keadaan yang sangat hancur dan terpukul seperti saat ini. Dulu ketika kedua orang tua mereka meninggal, Arisa yang masih kecil tidak mau makan sampai berhari-hari.


" Arisa, kalau kamu gak makan kamu malah jatuh sakit dan gak bisa ikut cari suami kamu. Sekarang buat berdiri aja kamu gak kuat apalagi buat pergi cari suami kamu. Jadi sekarang makan ya dan setelah badan kamu kuat, kita cari suami kami sama-sama " bujuk Reno lagi berharap Arisa mau makan kali ini.


" Beneran ya kita cari Mas Angga, Bang " ucap Arisa karena ia sangat ingin pergi mencari Angga.


" Iya, tapi sekarang kamu harus makan sampai habis " jawab Reno memberi syarat.


Arisa pun menganggukan kepalanya.


Reno tersenyum tipis berhasil membujuk Arisa untuk makan. Reno mulai menyuapi Arisa hingga makanan di piring itu habis walaupun beberapa kali Arisa meminta menyudahi makannya dengan alasan kenyang tetapi Reno terus memaksanya.


" Sekarang kita cari Mas Angga kan, Bang " ucap Arisa pada Reno setelah selesai makan.


" Gak sekarang. Kami harus istirahat dulu sampai badan kamu kuat buat pergi " jawab Reno.


" Tapi Bang.... " Reno langsung memotong protes yang akan dilayangkan oleh Arisa.


" Pokoknya sekarang kamu istirahat dan terlalu banyak pikiran. Suami kamu akan ditemukan " ucap Reno mencoba untuk membuat Arisa tenang walaupun ia sendiri tidak tahu bagaimana nantinya.


Reno meminta Arisa beristirahat dan menyelimuti tubuh Arisa sebatas dada.


" Abang keluar dulu ya. Kamu istirahat " ucap Reno mengusap kepala Arisa.


Arisa pun menganggukan kepalanya walaupun ia merasa kecewa karena tidak bisa pergi mencari Angga sekarang.


Setelah itu Reno keluar dari kamar itu dengan membawa bekas makan Arisa. Reno memberikan nampan itu pada pelayan di rumah itu. Kemudian Reno menghampiri istrinya yang sedang mengobrol bersama keluarga Wicaksono.


" Gimana, Nak Reno? Apa Arisa mau makan? " tanya Nyonya Dewi pada Reno.


" Alhamdulillah setelah dibujuk Arisa mau makan dan sekarang sedang beristirahat " jawab Reno.


Terlihat semua orang merasa lega karena akhirnya Arisa mau makan setelah dibujuk Reno.


Reno dan Siska tetap berada di sana dan menunggu sampai Arisa bangun. Reno ingin membawa Arisa ke rumahnya karena ia merasa tidak enak pada keluarga Wicaksono jika harus merawat Arisa di saat seperti ini dan ia akan membicarakan itu pada semua orang, terutama Arisa.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘


Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏

__ADS_1


Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama dan Suamiku Seorang Bodyguard " 😘


Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘


__ADS_2