
Siska dan Nadia akan pulang setelah makan siang karena Nadia ingin bertemu dengan Daddy Smith dulu. Daddy Smith akan pulang dari kantor untuk makan siang di rumah dan hanya makan masakan Mommy Amelia. Itu selalu Daddy Smith lakukan setelah ia menyadari betapa Mommy Amelia sangat mencintai dan menghormatinya sehingga ia selalu melakukan itu untuk membalasnya.
" Assalamualaikum " ucap Daddy Smith saat memasuki rumah.
" Walaikumsalam " jawab mereka yang sudah berada di meja makan.
" Itu pasti Opa " ucap Nadia turun dari kursi yang ia duduki.
Nadia berlari keluar dari ruang makan dan menghampiri Daddy Smith yang baru datang.
" Opa " panggil Nadia tersenyum saat melihat Daddy Smith.
Nadia langsung menghampiri Daddy Smith.
" Cucu Opa ada di sini " ucap Daddy Smith senang melihat Nadia.
" Iya Opa " jawab Nadia lalu mencium tangan Daddy Smith.
" Cucu Opa ke sini sama siapa? " tanya Daddy Smith pada Nadia.
Mereka berbicara sambil berjalan menuju ruang makan.
" Sama Bunda, Opa " jawab Nadia.
Saat sampai di ruang makan, Siska dan Mommy Amelia langsung mencium tangan Daddy Smith lalu setelah itu Daddy Smith pergi untuk mencuci kedua tangannya sebelum makan siang.
" Kamu kok di sini? Kamu gak menyiapkan makan siang untuk suami kamu? " tanya Daddy Smith pada Siska.
" Mas Reno mungkin akan makan siang di kantor Dad. Mas Reno juga gak bilang sama Siska kalau mau makan siang di rumah " jawab Siska.
" Lagipula Nadia minta untuk makan siang di sini bersama Opa nya " lanjut Siska.
" Jadi Cucu Opa ini mau makan siang sama Opa? " tanya Daddy Smith pada Nadia.
" Iya Opa " jawab Nadia.
" Baiklah, kalo gitu biar Opa suapi cucu Opa ini " ucap Daddy Smith mengusap kepala Nadia.
Mereka pun mulai makan siang bersama. Daddy juga begitu telaten menyuapi Nadia. Ia merasa sangat senang memiliki seorang cucu seperti Nadia walaupun bukan cucu kandungnya.
__ADS_1
***
Sementara itu, Reno pulang ke rumah untuk makan siang bersama Siska dan Nadia. Ia sengaja tidak memberitahu itu pada Siska karena ingin memberikan mereka kejutan tapi ia harus merasa kecewa karena Siska dan Nadia tidak berada di rumah. Mungkin mereka masih berada di rumah kedua mertuanya.
" Ya sudah, kalau gitu siapkan makan siang untuk saya ya, Bu. Saya mau bersih-bersih dulu " ucap Reno pada Bu Ijah.
" Baik Tuan " jawab Bu Ijah.
Kemudian Reno pun menaiki tangga untuk menuju kamarnya di lantai dua. Reno segera membersihkan tubuhnya lalu melaksanakan sholat dzuhur di kamarnya.
" Gimana cara agar Dek Siska gak merasa marah lagi sama aku? Aku harus cepat memperbaiki hubunganku sama Dek Siska " ucap Reno merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur.
Tiba-tiba muncul ide di kepala Reno untuk merubah semua yang ada di kamar itu sehingga tidak ada lagi kenangan masa lalunya di sana dan Siska akan merasa lebih nyaman.
" Aku harus rubah kamar ini. Agar semua bayangan dari masa lalu gak tersisa sama sekali dan hubunganku dan Dek Siska akan membaik " ucap Reno akan melakukan segala cara agar Siska tidak marah lagi kepada dirinya.
Reno bangkit dari tempat tidurnya, ia segera menelepon seorang tukang langganan jika ada sesuatu yang rusak untuk merubah kamarnya hari itu juga. Reno juga memesan furniture untuk kamar itu karena ia akan merubah semuanya.
Setelah itu Reno keluar untuk makan siang sembari menunggu tukang yang sudah ia hubungi datang. Ia ingin kamar itu dirubah secepatnya.
" Silahkan, Tuan " ucap Bu Ijah saat Reno duduk di kursi yang ada di meja makan.
" Terima kasih, Bu " jawab Reno.
Ting tong ting tong.
Terdengar suara bel rumah itu berbunyi. Reno yang baru selesai makan siang melarang Bu Ijah untuk membukanya. Ia yang akan membuka pintu itu. Ternyata itu adalah tukang yang dipanggil oleh Reno. Mereka berjumlah lima orang karena Reno ingin kamar itu selesai sebelum tiga hari agar Siska memutuskan mau tinggal di kamar itu bersamanya
" Permisi Pak, kami tukang yang akan bekerja untuk Bapak. Bos saya sedang sakit jadi saya yang akan menggantinya untuk bertanggung jawab atas pekerjaan kami di rumah ini " ucap salah satu dari tukang itu.
" Baiklah, silahkan masuk " ucap Reno.
Reno langsung membawa mereka ke kamarnya. Ia bahkan juga ikut membantu para tukang itu untuk mengeluarkan semua barang-barang yang ada di kamar itu termasuk tempat tidur dan lemari. Ia benar-benar akan merubah semuanya.
Siska dan Nadia yang baru saja sampai rumah merasa bingung saat melihat banyak orang di rumah dan sedang memindahkan barang-barang dari kamar Reno.
" Assalamualaikum " ucap Siska dan Nadia memasuki rumah.
" Walaikumsalam " jawab Reno.
__ADS_1
Reno yang sedang mengangkat sebuah nakas pun langsung meninggalkan pekerjaannya. Ia langsung menghampiri Siska dan Nadia.
" Kalian sudah pulang " ucap Reno tersenyum.
Siska dan Nadia pun mencium tangan Reno.
" Ayah kenapa orang-orang pindahin barang-barang dari kamar Ayah? " tanya Nadia pada Reno.
" Ayah ingin merubah kamar Ayah biar Bunda nyaman tidur sama Ayah di kamar " jawab Reno tersenyum.
Siska cukup terkejut mendengar itu. Ia tidak menyangka jika Reno merubah kamar itu agar ia merasa nyaman tinggal bersamanya di kamar itu. Bahkan Reno rela menyingkirkan semua kenangan indah bersama Anisa demi dirinya.
" Apa Mas Reno benar cinta sama aku? " ucap Siska dalam hati.
Hatinya mulai luluh lagi melihat semua yang Reno lakukan untuk memperbaiki hubungan mereka yang baru seumur jagung.
" Kalau gitu nanti malam Bunda tidur sama Ayah aja biar Ayah bisa tidur dan gak terlambat lagi buat sarapan. Nadia sudah besar dan berani tidur sendiri " ucap Nadia yang membuat Reno tersenyum senang.
" Terima kasih Sayang, putri Ayah memang yang paling peka " ucap Reno dalam hati.
Siska hanya diam dan sibuk dengan pikirannya sendiri. Ia merasa bimbang, hatinya masih terasa sakit tapi ia juga tidak ingin rumah tangganya terus seperti itu.
" Ah, itu pasti barang-barang yang Ayah pesan sudah datang. Ayah keluar dulu " ucap Reno langsung keluar dari rumah.
Beberapa saat kemudian sudah ada beberapa orang yang membawa beberapa barang yang Reno pesan. Siska sampai dibuat tidak percaya dibuatnya.
" Mas Reno benar-benar merubah semuanya? " ucap Siska dalam hati.
Setelah itu Siska mengajak Nadia untuk membersihkan diri lalu tidur siang di kamarnya.
" Sekarang Nadia mandi lalu setelah itu Nadia tidur siang. Bunda akan temani Nadia tidur " ucap Siska pada Nadia.
" Iya Bunda " jawab Siska menurut.
Siska dan Nadia pun langsung pergi ke kamar Nadia.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏
__ADS_1
Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama " 😘
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘