
Setelah melaksanakan sholat subuh, Reno dan Siska serta ketiga anak mereka segera bersiap pergi karena mereka harus sampai di tempat tujuan sebelum matahari terbit. Pagi hari ini mereka akan melihat matahari terbit dari Pulau Padar. Di pulau itu memang terkenal untuk melihat matahari terbit sekaligus melihat tiga pantai berbeda dari atas bukit.
Reno menggendong Hendra dan Hendri dengan gendong bayi di depan dan belakang. Ia tidak mungkin membiarkan sang istri menggendong salah satu dari mereka untuk menaiki bukit dan juga mereka tidak mungkin meninggalkan Hendra dan Hendri walaupun bisa saja mereka meminta seseorang untuk menjaganya.
" Perahunya sudah siap, Mas " ucap pemandu wisata yang menemani mereka selalu di kapal itu.
Reno dan Siska akan menaiki perahu untuk menuju ke Pulau Padar.
" Hati-hati, Sayang " ucap Reno saat Siska akan turun ke dalam perahu.
Reno yang sudah turun lebih dulu terus memegangi tangan sang istri agar tidak terjatuh. Sedangkan Nadia dibantu oleh pemandu wisata untuk turun ke dalam perahu.
Perahu yang tidak terlalu besar itu mulai bergerak membawa Reno dan Siska serta anak-anak mereka menuju Pulau Padar. Siska sempat khawatir kedua putranya itu akan rewel tetapi ternyata mereka sangat senang saat merasa angin yang berhembus menerpa kulit mereka.
" Anak-anak Bunda pinter-pinter banget " ucap Kinara saat melihat kedua putranya malah asik tertawa dan Nadia juga terlihat antusias sekali.
Reno tersenyum mendengar itu karena ia tidak menyangka jika kedua putranya bisa sesenang itu dan tidak rewel.
Sesampainya di Pulau Padar, mereka semua segera turun dari perahu dan mulai mendaki bukit Padar. Dengan penerangan seadanya mereka mulai melangkah untuk bisa tiba di atas sebelum matahari terbit.
" Nadia terus pegang tangan Bunda dan hati-hati " ucap Reno pada putrinya.
" Iya Ayah " jawab Nadia.
Reno berjalan lebih dulu di depan dengan menggendong Hendra dan Hendri dan Siska berada di belakangnya bersama dengan Nadia. Sedangkan pemandu wisata berada paling belakang untuk menjaga mereka.
" Bunda, cahaya mataharinya indah banget " ucap Nadia saat matahari dari arah timur mulai menunjukkan sinarnya.
" Iya Sayang. Kita harus cepat sebelum matahari benar-benar terbit " jawab Siska.
Nadia pun menganggukkan kepalanya.
Mereka pun melanjutkan perjalanan hingga mereka sampai di atas bukit Padar bertepatan dengan matahari terbit dengan begitu indahnya.
__ADS_1
" Masya Allah, indah banget Mas " ucap Siska mengagumi keindahan yang disuguhkan di sana.
" Iya Sayang. Ciptaan Allah ini memang sangat luar biasa " jawab Reno memandang langit yang begitu indah.
Tak pernah terbayangkan di benak Reno maupun Siska bisa menikmati sesuatu yang begitu indah bersama dengan orang-orang yang mereka cintai.
Setelah puas dan matahari mulai meninggi, Reno menurunkan kedua putranya yang sudah tidak betah berada di gendongan sang ayah.
" Yahh, yunn " ucap Hendri terus menggerakkan kakinya ingin diturunkan.
" Iya sabar, Sayang " jawab Reno yang masih membuka pengait gendongan yang ia gunakan.
Siska juga membantu suaminya itu untuk menurunkan kedua putra mereka dan menjaganya agar tidak kabur, apalagi tempat itu cukup berbahaya.
Mereka menikmati keindahan dari atas bukit Padar, mereka juga bisa melihat tiga pantai dengan warna pasir yang berbeda. Mereka juga tidak lupa mengabadikan banyak sekali momen yang tidak terlupakan.
Setelah itu mereka memutuskan untuk segera turun karena matahari semakin meninggi dan semakin terik. Mereka akan kembali ke kapal untuk sarapan dan istirahat sebelum melanjutkan ke tempat selanjutnya.
Hari sudah beranjak siang. Setelah melaksanakan sholat dzuhur dan makan siang, Reno dan Siska akan pergi ke Pulau Komodo. Tidak lupa mereka membawa ketiga anak mereka itu walaupun sedikit repot, apalagi Hendra dan Hendri.
Mereka kembali menaiki sebuah perahu untuk bisa menuju Pulau Komodo. Tidak butuh waktu lama, mereka sudah sampai di tempat tinggal hewan yang dilindungi itu.
" Ayah, komodonya gak bakal gigit kita kan? " tanya Nadia yang sedikit takut setelah sampai di pulau komodo.
" Enggak, Sayang. Nanti ada orang yang menjaga kita " jawab Reno agar putrinya itu tidak takut.
Setelah itu mereka menemui seseorang yang akan memandu dan menjaga mereka atau yang disebut dengan ranger.
Reno dan Siska terus berjalan sembari mencari komodo yang tidak menentu dan mendengarkan penjelasan dari ranger.
" Keberadaan komodo ini tidak menentu dan semoga kita beruntung bisa menemukannya " ucap ranger itu.
__ADS_1
Reno dan Siska mengikuti renger itu dengan menggendong masing-masing Hendra dan Hendri. Sedangkan Nadia berjalan dengan terus menggandeng tangan Siska.
Baru beberapa meter berjalan, mereka bisa melihat dua ekor komodo yang sedang berkelahi.
" Nah itu dia, dua komodo itu sedang berkelahi " ucap ranger menunjukkan keberadaan dua komodo itu.
" Bunda, Nadia takut " cicit Nadia melihat dua komodo yang sedang berkelahi.
" Jangan takut, Sayang. Mereka gak akan menyakiti kita kalau kita gak ganggu mereka " ucap Siska menenangkan Nadia.
Sementara Hendra dan Hendri malah sangat antusias dan ingin turun untuk menghampiri dua komodo itu.
" Sayang, kalian gak boleh turun. Itu bahaya " ucap Reno pada kedua putranya yang terus memberontak ingin turun.
" Anak kamu, Mas. Yang bahaya-bahaya gini malah suka " ucap Siska tidak habis pikir dengan kedua putranya.
" Mas juga heran, Sayang. Mereka gak ada takut-takutnya " jawab Reno juga heran.
Setelah itu mereka melanjutkan perjalanan untuk melihat komodo-komodo yang lain. Mereka juga beruntung karena bisa melihat telur komodo yang belum menetas. Sungguh pengalaman yang tidak mungkin pernah mereka lupakan.
Merasa puas melihat para komodo, Reno dan Siska memutuskan untuk kembali saja. Mereka tidak bisa memaksakan pergi ke tempat lain lagi hari itu karena kedua putra mereka sudah terlihat begitu lelah.
" Kita kembali ke kapal dulu. Besok kita lanjut ke tempat lain lagi " ucap Reno pada istri dan anak-anaknya.
" Iya Mas " jawab Siska.
Kemudian mereka segera naik ke atas perahu untuk kembali ke kapal yang menjadi tempat tinggal mereka.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏
__ADS_1
Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama, Suamiku Seorang Bodyguard, dan Malam Panas Dengan Kak Aska " 😘
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘