
Hari telah berganti malam. Setelah melaksanakan sholat magrib berjamaah, Siska segera menyiapkan makan malam di atas meja makan dibantu oleh Bu Ijah dan Arisa. Sedangkan Reno menemani Nadia yang sudah sangat rindu bermain dengan sang ayah.
" Ayah kenapa lama banget sih di Bandung nya? " ucap Nadia pada Reno.
" Maaf ya Sayang, kan pekerjaan Ayah baru selesai jadi Ayah baru bisa pulang " jawab Reno mengusap kepala Nadia yang sudah memiliki rambut yang lebat.
" Selama Ayah di Bandung Nadia gak nakal kan? Gak ngerepotin Bunda kan? " tanya Reno pada sang putri.
" Enggak dong. Kan Nadia anak baik " jawab Nadia.
Reno pun tersenyum mendengar jawaban dari Nadia.
" Mas Reno, Nadia, makan malamnya sudah siap " ucap Siska dari ruang makan memberitahu Reno dan Nadia.
" Ayo kita makan malam dulu " ajak Reno pada Nadia.
" Iya Ayah " jawab Nadia.
Reno dan Nadia pun segera pergi ke ruang makan. Di atas meja makan sudah tersedia banyak sekali makanan. Di sana juga ada sayur capcay kesukaan Reno.
" Wah, ada sayur capcay " ucap Reno lalu duduk di kursi yang ada di sana.
" Iya dong, Bang. Kak Siska masak semua makanan kesukaan Abang " ucap Arisa pada Reno.
Reno melirik ke arah Siska yang hanya tersenyum. Reno merasa sangat beruntung dan tidak salah memilih Siska sebagai istrinya.
" Segini cukup, Mas? " tanya Siska saat mengambilkan nasi untuk Reno.
" Iya, cukup " jawab Reno.
Setelah semua sudah mengambil makanan, Reno pun memimpin mereka untuk berdoa sebelum mereka mulai makan malam bersama.
Reno makan dengan sangat lahap dan begitu menikmati masakan Siska itu. Ia memang sudah sangat merindukan masakan Siska yang sudah dua minggu tidak memanjakan lidahnya.
" Alhamdulillah " ucap Reno saat sudah selesai makan malam.
Reno mendengar suara ponselnya yang berada di ruang keluarga berbunyi. Reno pun pergi lebih dulu untuk melihat ponselnya.
" Mas ke ruang keluarga dulu. Hp Mas bunyi " pamit Reno pada Siska.
" Iya Mas " jawab Siska.
Reno segera pergi ke ruang keluarga dan mengambil ponselnya yang ada di atas meja. Di sana tertera nama Anto yang melakukan panggilan telepon kepadanya. Reno pun langsung menjawab panggilan telepon itu.
__ADS_1
" Halo, Assalamualaikum " ucap Reno saat menjawab panggilan telepon itu.
" Walaikumsalam " jawab Anto dari ujung sana.
" Maaf mengganggu waktunya, Pak. Saya ingin memberitahukan bahwa klien perusahaan kita yang berasal dari Jepang harus kembali ke negara malam ini. Beliau ingin melakukan pertemuan dengan Bapak pada malam ini juga sebelum beliau berangkat " ucap Anto pada Reno.
" Baiklah, saya akan menemuinya malam ini. Kamu bisa kirim alamat tempatnya pada saya " ucap Reno akan menemui rekan bisnisnya itu.
" Baik, Pak " jawab Anto.
" Assalamualaikum " ucap Reno.
" Walaikumsalam " jawab Anto.
Reno sebenarnya ingin menghabiskan malam bersama dengan keluarganya tapi ia juga tidak bisa mengabaikan tugasnya sebagai seorang pemimpin perusahaan. Reno menemui Siska dan mengatakan bahwa ia akan pergi malam ini.
" Dek " panggil Reno pada Siska yang sedang merapikan meja makan.
" Iya Mas " jawab Siska.
Siska menghentikan kegiatannya lalu menoleh ke arah Reno.
" Mas harus pergi malam ini. Ada klien Mas dari Jepang dan beliau minta bertemu malam ini karena malam ini juga beliau harus kembali ke negaranya " ucap Reno pada Siska.
" Bu, tolong kerjakan ini semua ya. Saya mau bantu Mas Reno siap-siap " ucap Siska pada Bu Ijah.
" Baik, Nyonya " jawab Bu Ijah.
Setelah itu, Reno dan Siska pergi ke kamar mereka. Siska segera menyiapkan pakaian kerja untuk Reno dan memberikannya pada Reno.
" Mas usahakan pulang gak terlalu malam. Kalau kamu sudah mengantuk, kamu bisa tidur duluan " ucap Reno saat Siska sedang memasangkan dasi di lehernya.
" Iya Mas " jawab Siska tersenyum.
" Mas berangkat ya " ucap Reno mengecup kening Siska.
" Iya Mas. Kamu hati-hati di jalan " jawab Siska dan Reno menganggukkan kepalanya.
Siska mencium tangan Reno sebelum Reno pergi.
" Assalamualaikum " ucap Reno.
" Walaikumsalam " jawab Siska.
__ADS_1
Reno keluar dari kamar mereka dan segera pergi ke alamat yang sudah dikirimkan oleh Anto untuk bertemu kliennya.
Siska sebenarnya merasa sangat sedih harus ditinggal lagi oleh Reno. Ia masih sangat merindukan suaminya. Sebelumnya ia berencana ingin memberikan hak Reno malam ini karena ia sudah bersih dari haid dan memberikan yang terbaik untuk Reno. Tapi ia harus bersabar setidaknya hingga Reno pulang nanti.
Siska memutuskan untuk pergi ke kamar Nadia selagi menunggu waktu isya dan akan menemani Nadia tidur.
" Bunda " ucap Nadia saat melihat Siska memasuki kamarnya.
Siska tersenyum lalu menghampiri Nadia yang sedang berada di meja belajarnya.
" Lagi apa, Sayang? " tanya Siska pada Nadia.
" Belajar Bunda " jawab Nadia.
" Bunda kapan bilang sama Ayah biar Nadia bisa sekolah kayak anak-anak yang lain " ucap Nadia.
" Besok ya. Bunda bakal bicara sama Ayah " jawab Siska.
Setelah itu mereka segera melaksanakan sholat isya karena suara azan sudah terdengar. Siska juga menemani Nadia untuk tidur setelahnya.
Siska keluar dari kamar Nadia pada pukul sepuluh malam. Ia sempat ketiduran saat menemani Nadia.
" Mas Reno belum pulang ya " ucap Siska karena tidak melihat tanda-tanda keberadaan Reno.
Siska pergi ke kamarnya dan Reno untuk melihat ponselnya, tapi tidak ada satu pun pesan dari Reno. Siska ingin menelepon Reno tapi ia takut mengganggu Reno jika masih ada pertemuan penting dengan kliennya.
" Aku tunggu Mas Reno di depan aja deh. Nanti aku telpon malah ganggu " ucap Siska.
Siska keluar dari kamar dan menuju ruang tamu untuk menunggu Reno. Ia juga tidak lupa membawa ponselnya siapa tahu Reno akan menghubunginya. Siska juga merasa khawatir pada Reno tapi ia mencoba untuk berpikir positif. Ia hanya berdoa agar Reno baik-baik saja dan memang masih ada pertemuan dengan kliennya.
Cukup lama Siska menunggu di ruang tamu hingga ia melihat ke arah jam dinding yang sudah menunjukkan pukul dua belas malam tapi sampai saat ini Reno belum pulang juga.
" Mas Reno kok belum pulang juga. Apa mungkin Mas Reno lagi di jalan ya " ucap Siska.
Siska pun mencoba untuk menunggu lagi hingga lama-kelamaan rasa kantuk mulai menyerangnya dan ia pun tertidur di ruang tamu karena menunggu suaminya pulang.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏
Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama " 😘
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘
__ADS_1