
Seperti yang Reno katakan kemarin, Reno sudah datang menjemput Siska untuk mengajaknya ke suatu tempat. Reno meminta izin kepada Daddy Smith dan Mommy Amelia untuk mengajak Siska pergi.
" Om, Tante, Reno ingin mengajak Siska untuk pergi ke suatu tempat jika kalian mengizinkan " ucap Reno pada Daddy Smith dan Mommy Amelia.
" Pergilah. Kami yakin kamu tidak akan berbuat macam-macam pada Siska " jawab Daddy Smith.
" Terima kasih, Om " ucap Reno.
Daddy Smith pun menganggukan kepalanya.
" Kalau gitu kita pergi sekarang aja. Mumpung masih pagi " ucap Siska dan Reno pun menyetujuinya.
Reno dan Siska mencium tangan Daddy Smith dan Mommy Amelia sebelum pergi.
" Kami pergi dulu. Assalamualaikum " ucap Reno.
" Walaikumsalam " jawab Daddy Smith dan Mommy Amelia.
Kemudian Reno dan Siska keluar dari rumah lalu masuk ke dalam mobil Reno. Siska duduk di kursi depan di sebelah kursi kemudi.
" Kita sebenarnya mau kemana, Mas? " tanya Siska saat Reno sudah mulai menjalankan mobilnya.
" Nanti kamu bakal tau kalau kita sudah sampai " jawab Reno tersenyum.
Siska pun terdiam. Ia menatap jendela dan melihat apa saja yang mereka lewati dalam perjalanan. Sedangkan Reno fokus menyetir sehingga tidak ada pembicaraan hingga mereka sampai di tempat yang dimaksud oleh Reno.
Siska merasa bingung saat Reno memarkirkan mobilnya di sebuah area pemakaman.
" Kita ngapain ke sini, Mas? " tanya Siska saat sudah turun dari mobil Reno.
" Mas mau ajak kamu buat ke makan Anisa, istri pertama Mas " jawab Reno.
Siska sebenarnya sedikit terkejut tapi ia mencoba untuk bersikap biasa saja. Ia hanya tidak menduga bahwa Reno mengajaknya ke makam istri pertamanya.
__ADS_1
" Kita beli bunga dulu ya " ucap Reno pada Siska.
Siska pun menganggukkan kepalanya. Siska mengikuti Reno yang sudah berjalan terlebih dahulu di depannya.
" Terima kasih " ucap Reno pada penjual bunga itu.
" Ayok " ajak Reno.
Reno membawa bunga dan air yang sudah dibelinya dan mengajak Siska menuju tempat peristirahatan terakhir istri pertamanya.
Sesampainya di sana, Reno langsung berjongkok di depan pusara makam Anisa, begitu juga dengan Siska. Reno menaburkan bunga itu di atas makan Anisa lalu mereka berdoa untuk Anisa.
" Assalamualaikum, Sayang. Maaf aku baru mengunjungi kamu lagi, tapi hari ini aku datang ke sini gak sendiri. Aku datang bersama Dek Siska, dia calon istri aku dan perempuan yang akan menjadi ibu untuk putri kita. Aku sudah membuka hati aku untuk perempuan lain seperti yang kamu bilang sama aku. Doakan agar pernikahan kami lancar ya. Kami akan menikah beberapa hari lagi. Semoga kamu juga merestui pernikahan kami " ucap Reno mengusap batu nisan yang bertuliskan nama istri pertamanya.
Siska merasa sakit saat mendengar Reno memanggil Anisa dengan kata sayang. Usahanya untuk berusaha ikhlas dan menerima dengan lapang dada semua itu kini patah karena Reno yang memanggil Anisa dengan kata sayang. Ia semakin sadar bahwa cinta Reno masih sangat besar untuk Anisa. Ia hanya orang yang hadir dan mungkin hanya diperlukan untuk mengisi hari-hari Reno yang sudah terlanjur nyaman dengannya, bukan karena mencintainya. Bagaimanapun ia perempuan yang memiliki rasa cemburu tapi Siska mencoba untuk menerima itu semua dan membiarkan Anisa tetap berada di sudut hati Reno.
" Assalamualaikum, Mbak Anisa. Perkenalkan aku Siska dan Insya Allah beberapa hari lagi aku akan menjadi istri Mas Reno untuk menggantikan Mbak Anisa mendampinginya tapi Mbak Anisa tenang aja aku gak akan menggantikan posisi Mbak Anisa di hati Mas Reno. Mbak Anisa sangat beruntung begitu dicintai Mas Reno " ucap Siska tertawa kecil sambil mengusap air matanya yang sudah membasahi pipinya.
" Aku janji sama Mbak Anisa, aku akan menjadi ibu yang baik untuk Nadia. Mbak Anisa gak usah khawatir, aku akan menyayangi dan menjaga Nadia setulus hati aku " lanjut Siska mencoba untuk tersenyum.
" Dek Siska, jangan menangis. Saat ini Mas belum bisa menghapus air mata di wajahmu " ucap Reno pada Siska.
" Aku bisa menghapusnya sendiri, Mas. Aku gak mau menyusahkan kamu untuk menghapus air mataku " jawab Siska dengan senyum terpaksa.
Reno pun diam dan tidak mengatakan apa-apa lagi pada Siska.
Setelah itu, Reno mengajak Siska untuk pergi dari sana karena hari sudah semakin siang dan sinar matahari sudah semakin terasa menyengat di kulit mereka.
" Anisa, kami pamit dulu. Kami akan mengunjungi kamu lagi nanti " ucap Reno mengusap batu nisan Anisa.
Reno tidak memanggil Anisa dengan kata sayang lain untuk menjaga perasaan Siska. Ia sadar itu akan menyakiti Siska.
" Mbak Anisa, aku pamit ya. Lain kali aku akan mengunjungi Mbak Anisa lagi " ucap Siska.
__ADS_1
Reno dan Siska berdiri dari posisi sebelumnya. " Assalamualaikum " ucap Reno dan Siska.
Reno dan Siska pun pergi menjauh dari makam Anisa. Siska hanya diam berjalan di belakang Reno. Hingga sampai di mobil Reno, Siska juga tidak mengatakan apapun.
" Dek Siska " panggil Reno saat mereka sudah masuk ke dalam mobil.
" Iya Mas " jawab Siska.
" Kamu marah sama Mas? " tanya Reno pada Siska.
" Enggak kok. Aku gak marah sama Mas, lagipula Mas Reno gak melakukan kesalahan sama aku " jawab Siska tersenyum.
Reno tahu Siska tersenyum agar terlihat baik-baik saja di depannya.
" Mas minta maaf sama kamu kalau Mas tanpa sengaja melukai hati kamu. Mas sama sekali gak bermaksud buat kamu terluka " ucap Reno merasa bersalah.
" Mas gak pernah minta maaf sama aku. Aku baik-baik aja dan aku gak merasa Mas Reno melukai hati aku " jawab Siska.
Siska sangat berusaha untuk tetap terlihat baik-baik saja di depan Reno walaupun sekarang rasanya ia ingin menangis. Siska membuang pandangannya ke jendela. Ia tidak ingin Reno melihat wajahnya yang sedih.
" Kuatkan aku, Ya Allah. Aku juga sebenarnya gak mau kayak gini tapi ikhlas dan menerima semua kenyataan jika bukan aku yang satu-satunya di hati Mas Reno itu susah. Aku akan terus berusaha tapi aku juga perempuan yang ingin dicintai tanpa terbayang masa lalunya " ucap Siska dalam hati.
Reno diam-diam memperhatikan Siska yang sedang mengusap air mata. Ia merasa sangat bersalah karena air mata itu jatuh karena dirinya.
" Semoga seiring berjalannya waktu Dek Siska juga mengerti kalau aku juga mencintainya bukan hanya Anisa. Anisa akan tetap berada di hati aku walaupun pun sudah tidak sebesar dulu karena sekarang sudah terbagi untuk Dek Siska " ucap Reno dalam hati.
Reno mencoba untuk memahami Siska yang masih sangat muda dan mungkin ingin merasakan dicintai sepenuhnya sehingga ia sulit menerima itu.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏
Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama " 😘
__ADS_1
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘