Menikahi Ayah Nadia

Menikahi Ayah Nadia
69. Membangunkan Siska


__ADS_3

Siska tidur dengan begitu nyenyak sehingga saat hari hampir berganti malam ia belum juga bangun. Beberapa kali Nadia dan Arisa memanggil Siska karena khawatir dengan Siska yang tidak kunjung keluar dari kamar tapi tidak ada jawaban.


Reno juga yang baru saja pulang kerja mencari keberadaan Siska yang tidak terlihat. Biasanya Siska selalu menyambutnya saat ia pulang kerja.


" Bunda mana, Sayang? " tanya Reno mencari keberadaan Siska.


" Bunda di kamar, Yah. Nadia sama Tante Risa sudah coba panggil Bunda dari tadi tapi gak ada jawaban. Bunda juga belum keluar kamar dari tadi siang " jawab Nadia.


Mendengar itu Reno pun merasa khawatir. Ia takut terjadi apa-apa pada Siska di dalam kamar.


" Ya sudah, Ayah ke kamar dulu ya " ucap Reno pada Nadia.


" Iya Ayah " jawab Nadia.


Reno segera pergi menaiki tangga untuk menuju kamarnya. Ia mencoba membuka pintu kamar itu tapi sepertinya di kunci dari dalam. Untung saja Reno selalu membawa kunci cadangan kamar itu di dalam tasnya.


" Semoga Dek Siska gak kenapa-napa " gumam Reno sambil mengambil kunci dari dalam tas kerjanya.


Setelah mendapatkan kunci cadangan itu, Reno pun langsung membukanya. Ia segera masuk ke dalam kamar untuk melihat keadaan Siska.


Reno bernapas lega saat melihat Siska yang sedang tertidur pulas di atas tempat tidur. Ia pun tersenyum lalu duduk di tepi tempat tidur.


" Orang pada khawatir di bawah eh malah pules banget tidurnya di sini " ucap Reno tersenyum.


Reno mengecup kening Siska singkat lalu ia beranjak meletakkan tas kerjanya di atas meja rias. Reno melepas sepatu dan pakaian lalu pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang terasa sangat lengket.


Hingga beberapa saat kemudian, Reno sudah menyelesaikan kegiatan mandinya tapi Siska masih belum bangun. Reno pergi ke ruang ganti untuk memakai pakaiannya. Baru setelah itu ia akan membangunkan Siska karena sekitar lima belas menit lagi akan masuk waktu magrib.


" Sayang, bangun yuk. Ini sudah hampir magrib " ucap Reno menepuk pelan kedua pipi Siska.


Siska belum juga bangun walaupun Reno sudah cukup lama berusaha membangunkannya. Mungkin Siska terlalu lelah sehingga ia cukup sulit untuk bangun.


" Sepertinya memang harus pakai cara yang lain " ucap Reno tersenyum jahil.


Reno mendekatkan wajahnya pada Siska dan menempelkan bibirnya pada bibir Siska. Ia ******* dan menghisap bibir yang ia rasa sangat manis itu lalu ia menggigitnya pelan beberapa kali.

__ADS_1


Benar saja, cara itu berhasil untuk membangunkan Siska. Siska mulai membuka matanya karena ia merasa bibirnya basah dan juga ia cukup kesulitan bernapas. Ia sangat terkejut saat melihat Reno yang sedang menciumnya dan menindih tubuhnya.


" Mas " ucap Siska pelan dan Reno melepaskan ciumannya.


Reno tersenyum saat melihat Siska yang sekarang sudah membuka matanya tapi ia tidak berpindah dari atas tubuh Siska.


" Akhirnya kamu bangun juga " ucap Reno pada Siska.


" Ikh, kok kamu cium aku pas aku tidur sih, Mas " ucap Siska kesal karena ia tidak bisa menikmati ciuman dari Reno.


" Cuma cara itu yang buat kamu bangun. Aku sudah coba bangunin kamu dari lima belas menit yang lalu " jawab Reno.


Kemudian Reno turun dari atas tubuh Siska lalu duduk di tepi tempat tidur.


" Sekarang kamu bangun terus mandi. Sebentar lagi magrib " ucap Reno pada Siska.


" Apa? Sebentar lagi magrib? " ucap Siska sangat terkejut dan langsung mendudukkan tubuhnya.


Siska melihat jam dinding yang ada di kamar itu dan benar saja sudah menunjukkan pukul setengah enam sore.


Siska begitu panik karena ia belum melaksanakan sholat ashar dan sekarang sudah hampir memasuki waktu magrib. Siska segera mengambil handuk lalu masuk ke kamar mandi tanpa memperdulikan Reno yang masih di sana dan melihat kepanikannya.


" Gini nih kalau punya istri yang baru dewasa " ucap Reno sambil tertawa kecil.


Reno pun segera bangkit dari duduknya. Ia mengambil handuk dan pakaian gantinya dari dalam ruang ganti. Ia akan mandi lagi karena harus menidurkan sesuatu yang sudah bangun akibat ia mencium bibir Siska. Reno keluar dari kamar karena ia akan mandi di kamar tamu.


Sepuluh menit kemudian, Siska keluar dari kamar mandi dengan menggunakan sebuah handuk di tubuhnya. Ia tidak melihat keberadaan Reno di sana. Ia berpikir jika Reno sudah pergi duluan ke mushola. Tidak ingin membuang waktu, Siska segera memakai pakaiannya lalu menyusul Reno ke mushola rumah untuk melaksanakan sholat magrib berjamaah.


***


Hari sudah berganti malam. Reno dan Siska serta yang lainnya sudah berada di meja makan untuk makan malam setelah sholat magrib.


" Maaf ya Bu, tadi saya gak bantuin Bu Ijah menyiapkan makan malam " ucap Siska pada Bu Ijah.


" Gak papa Nyonya, itu sudah menjadi tugas saya. Tadi juga Non Arisa sempat bantu saya masak makan malam " jawab Bu Ijah.

__ADS_1


Setelah itu, Siska pun langsung duduk di antara Reno dan Nadia.


" Emang Kakak ngapain sih di kamar sampai hampir magrib? Tumben banget " tanya Arisa heran karena itu bukan lah kebiasaan Siska. Biasanya Siska akan selalu turun untuk memasak makan malam.


" Kakak ketiduran dan sampai lupa waktu " jawab Siska.


" Padahal tadi Nadia sama Tante Risa panggil Bunda di kamar tapi gak ada jawaban " ucap Nadia pada Siska.


" Maaf ya Sayang, tadi Bunda gak denger " ucap Siska dan Nadia pun menganggukan kepalanya.


Mereka pun mulai makan malam bersama dengan tenang dan begitu menikmati masakan Bu Ijah.


Setelah selesai makan malam, Siska hendak membantu Bu Ijah untuk mencuci piring tapi Reno segera melarangnya.


" Biar Bu Ijah aja, ada Arisa juga yang bantuin. Kamu mending sekarang ke kamar dan istirahat " ucap Reno melarang Siska.


" Gak papa, Mas. Aku cuma cuci piring doang " ucap Siska tetap ingin mencuci piring.


" Dek, sekarang ke kamar dan istirahat. Mas gak mau kamu kecapekan terus nanti sakit " ucap Reno tidak ingin dibantah.


Akhirnya Siska pun menurut apa kata Reno. Ia pergi ke kamar bersama dengan Nadia setelah sebelumnya menyuruh Nadia untuk beristirahat.


" Sekarang kamu istirahat " ucap Reno mendudukkan tubuh Siska di tepi tempat tidur.


" Padahal cuma cuci piring aku gak bakal capek Mas " ucap Siska yang sedikit kesal pada Reno.


" Iya Sayang, tapi Mas bisa liat kamu lagi kecapekan. Apalagi tadi kami tidur sampai lupa waktu dan sekarang kamu lanjutin aja tidurnya " ucap Reno pada Siska.


Setelah itu, Siska membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur walaupun ia belum bisa memejamkan matanya. Ia hanya memperhatikan Reno yang sekarang sedang mengecek pekerjaannya di sofa.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘


Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏


Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama " 😘

__ADS_1


Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘


__ADS_2