Menikahi Ayah Nadia

Menikahi Ayah Nadia
144. Dijenguk


__ADS_3

Pada sore harinya, satu per satu keluarga, kerabat dan teman-teman dekat dari Reno dan Siska mulai berdatangan untuk menjenguk Siska. Mereka langsung pergi ke rumah sakit setelah mendengar kabar jika Siska telah sadarkan diri dari koma.


" Alhamdulillah kamu akhirnya sadar, Sis. Kita semua khawatir saat tau kalau kami koma " ucap Yeni pada Siska.


Memang saat ini Leon dan Yeni serta Dokter Diki dan istrinya sedang berada di ruangan perawatan itu untuk menjenguk Siska.


" Alhamdulillah, Yen. Aku bersyukur Allah masih memberikan keselamatan dan kesembuhan buat aku " jawab Siska tersenyum.


" Setelah ini kamu harus benar-benar jaga kesehatan kamu supaya kamu cepat pulih. Anak-anak kamu pasti sudah sangat merindukan ibunya " ucap Gina, istri Dokter Diki.


" Iya Kak. Aku bakal berusaha buat cepat sembuh supaya bisa pulang ke rumah " jawab Siska.


Sedangkan para pria sedang duduk dan mengobrol di sofa yang ada di ruang perawatan itu.


" Setelah ini kamu harus menjaga kesehatan Siska sampai dia benar-benar pulih. Jangan membuatnya terlalu lelah dan jangan menyentuhnya dulu mungkin sekitar tiga sampai empat bulan sampai jahitan bekas operasinya benar kering dan sembuh " ucap Dokter Diki mengingatkan sekaligus menggoda Reno.


Reno hanya mendengus kesal mendengar apa yang dikatakan oleh sahabatnya itu.


" Aku tau itu. Dokter Sinta sudah mengatakannya " jawab Reno dengan wajah kesalnya.


Sedangkan Leon hanya tersenyum dan menjadi pendengar dua sahabat itu.


" Bagaimana dengan Anda, Tuan Leon? Apa Anda tidak menginginkan memiliki anak lagi? " tanya Dokter Diki pada Leon yang sedari tadi hanya diam.


" Tidak Dok, saya sudah merasa cukup dengan kedua anak kami. Saya juga tidak ingin melihat istri saya kesakitan lagi saat melahirkan. Jujur saja saya sedikit trauma dan takut jika nantinya istri saya pergi meninggalkan saya dan anak-anak " jawab Leon yang tidak ingin istrinya mengandung lagi.


Leon teringat saat Yeni melahirkan Adelio dan Adelia sepuluh bulan yang lalu. Yeni sempat pingsan karena kelelahan dan itu yang membuat Leon sangat trauma.


Reno dan Dokter Diki menganggukkan kepala mereka dan mengerti ketakutan yang Leon rasakan.


Saat mereka sedang mengobrol, terdengar suara pintu ruang perawatan itu diketuk. Reno pun segera bangkit dan membukakan pintu itu. Ternyata di sana ada Ardi dan Tya serta teman-teman Siska yang lain. Terakhir, Reno melihat Frans yang juga ada di sana untuk menjenguk Siska.


Reno mempersilahkan mereka semua untuk masuk ke dalam ruang perawatan itu.


" Assalamualaikum " ucap mereka saat memasuki ruangan itu.


" Walaikumsalam " jawab mereka yang berada di dalam ruangan.


Siska sangat terkejut saat melihat Frans yang juga berada di sana. Siska segera menatap Reno dengan takut-takut karena sebelumnya ketidakjujurannya tentang Frans menjadi penyebab pertengkaran hebat mereka. Tapi Reno tersenyum seolah mengatakan jika dirinya tidak marah dan tidak akan terjadi apa-apa.

__ADS_1


" Kalau begitu kami pamit dulu. Kami sudah terlalu lama meninggalkan anak-anak " pamit Leon pada mereka semua.


Biar mereka semua bergantian untuk menjenguk Siska. Mereka juga sudah cukup lama berada di sana.


" Aku juga Ren. Aku harus visit pasien setelah ini " ucap Dokter Diki yang juga ikut pamit.


" Iya. Terima kasih kalian sudah menyempatkan waktu untuk menjenguk Dek Siska " jawab Reno.


Mereka berempat pun segera pergi dari ruang perawatan Siska setelah mengucapkan salam.


" Gimana keadaan kamu, Siska? " tanya Tya pada Siska.


" Aku sudah baik-baik saja, Tya " jawab Siska tersenyum.


" Syukurlah " ucap Tya mengusap bahu Siska.


Siska tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


" Oh iya Sis, ini kita bawain buah buat lo. Semoga lo cepet sembuh ya " ucap Dareen meletakkan keranjang buah yang mereka bawa di atas nakas.


" Makasih banyak ya Dareen " jawab Siska tersenyum.


Frans hanya berani melirik Siska saja karena sebenarnya ia merasa tidak enak dengan Reno. Frans merasa bersalah setelah mengetahui ia menjadi penyebab pertengkaran Siska dengan suaminya itu dari Leon.


" Mereka sudah dibawa pulang sama Opa dan Omanya. Mereka sudah terlalu lama berada di rumah sakit dan itu tidak baik untuk kesehatan mereka " jawab Reno.


Mereka pun menganggukkan kepala mengerti.


Teman-teman Siska tidak terlalu lama berada di sana karena memang hari sudah cukup sore dan mereka juga tidak ingin mengganggu waktu istirahat Siska terlalu lama. Mereka semua pun langsung pamit pada Reno dan Siska.


" Kami pamit pulang dulu ya " ucap Aska pada Reno dan Siska.


" Cepat sembuh ya Siska " sambung Risky.


" Makasih ya kalian semua udah jenguk aku dan repot-repot bawain buah-buahan " ucap Siska pada teman-temannya.


" Sama-sama Siska " jawab mereka semua.


Setelah itu mereka semua pun keluar dari ruang perawatan Siska satu per satu dan yang terakhir adalah Frans.

__ADS_1


" Aku pulang dulu. Semoga kamu cepat sembuh Siska " ucap Frans pada Siska.


Siska menjawabnya hanya dengan anggukan kepala.


" Terima kasih, Frans. Kamu sudah repot-repot menjenguk istri saya " ucap Reno karena Siska tidak mengeluarkan suara.


" Sama-sama " jawab Frans.


Frans segera keluar dari ruang perawatan Siska menyusul teman-temannya yang sudah pergi lebih dulu.


" Mas, kamu gak marah kan? " tanya Siska takut-takut setelah hanya mereka berdua di sana.


" Enggak, Sayang " jawab Reno tersenyum.


" Memangnya apa yang harus membuat Mas marah " ucap Reno pada Siska.


" Itu, ada Frans " jawab Siska menundukkan kepalanya.


Reno tersenyum lalu memegang dagu Siska agar mengangkat wajahnya.


" Mas gak marah, Sayang. Mas gak pernah marah karena Mas yakin kamu pasti tau batasan kamu. Kemarin-kemarin Mas hanya kecewa karena kamu gak jujur dan terbuka sama Mas " ucap Reno menatap wajah Siska.


" Maaf " ucap Siska merasa bersalah.


" Jangan minta maaf. Bukannya kamu yang minta Mas jangan bahas lagi masalah itu jadi kita lupakan aja dan jadikan itu pelajaran " ucap Reno.


Siska pun menganggukkan kepalanya.


" Lagipula Frans sudah menjelaskan semuanya dan niatnya cuma membantu kamu " ucap Reno.


Beberapa hari yang lalu saat Siska masih koma, Frans mendatangi Reno ke rumah sakit setelah mengetahui Siska sedang koma dan juga ia penyebab pertengkaran Reno dan Siska. Frans meminta maaf pada Reno dan menjelaskan jika ia dan Siska tidak ada apa-apa. Ia hanya berniat membantu Siska yang sedang dalam bahaya dan mengantarnya pulang.


Reno yang memang hanya kecewa pun mengucapkan terima kasih kepada Frans karena telah menolong istrinya. Ia juga tidak memperlihatkan jika dirinya marah sedikit pun pada Frans.


Siska merasa sangat lega setelah mendengar cerita Reno jika semua urusan dengan Frans sudah selesai dan ia bisa tenang sekarang.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘


Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏

__ADS_1


Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama dan Suamiku Seorang Bodyguard " 😘


Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘


__ADS_2