Menikahi Ayah Nadia

Menikahi Ayah Nadia
126. Meluapkan Emosi


__ADS_3

Sesampainya di rumah, Siska langsung pergi ke kamar dengan berlari. Bu Ijah yang melihat itu sangat khawatir dan meminta Siska untuk berhati-hati karena ia menaiki tangga dengan berlari dan pastinya sangat berbahaya. Siska tidak menghiraukan Bu karena ia tidak memperdulikan apapun selain hatinya yang terasa sangat sakit.


Siska masuk ke dalam kamar dan mengunci pintu kamar agar tidak ada yang mengganggunya. Siska mendudukkan tubuhnya di atas tempat tidur dan ia pun menangis dengan keras karena tidak akan ada orang yang mendengar.


" Kenapa sesakit ini? Padahal kan belum jelas diantara mereka ada hubungan. Tapi aku gak suka, aku gak rela liat Mas Reno sama Bu Hana " ucap Siska dalam tangisnya.


Kondisinya yang sedang hamil membuat Siska ia merasa lebih sakit lagi. Wanita mana yang tidak cemburu jika suaminya bersama dengan wanita lain walaupun hanya sekedar rekan kerja.


Sedangkan Reno juga baru sampai rumah dan melihat Bimo ada di dekat mobil yang artinya Siska juga berada di rumah. Reno meminta Nadia untuk masuk ke dalam rumah terlebih dahulu dan ia berbicara pada Bimo.


" Bimo, kenapa kalian pulang tidak memberitahu saya? Kamu juga tidak menjawab panggilan telepon dari saya " tanya Reno pada Bimo.


" Maafkan saya, Tuan. Tapi Nyonya Siska melarangnya dan mengancam akan pulang sendiri. Saya baru saja ingin mengabari Anda tetapi Anda sudah pulang terlebih dahulu " jawab Bimo yang hanya menjalankan perintah Siska.


" Lagi pula saya melihat Nyonya Siska sedang tidak baik-baik saja " lanjut Bimo yang tadi melihat bagaimana Siska.


Mendengar itu Reno pun menjadi sangat khawatir dan terjadi sesuatu pada istrinya. Reno pun langsung masuk ke dalam rumah setelah mengucapkan terima kasih pada Bimo.


" Assalamualaikum " ucap Reno memasuki rumah.


" Walaikumsalam " jawab Bu Ijah yang akan menaiki tangga.


Bu Ijah ingin memeriksa keadaan Siska karena ia khawatir melihat Siska berlari sambil menangis.


" Istri saya mana, Bu? " tanya Reno pada Bu Ijah.

__ADS_1


" Nyonya Siska sepertinya berada di kamar. Saya ingin ke sana untuk memeriksanya karena tadi saya melihat Nyonya Siska berlari ke menaiki tangga dan terlihat sedang menangis " jawab Bu Ijah.


Semakin khawatir lah Reno mendengar itu. Reno pun langsung pamit untuk ke kamarnya dan Siska untuk memastikan keadaan istrinya itu. Tetapi saat ia hendak masuk, ternyata pintu kamar itu terkunci dari dalam.


" Assalamualaikum Sayang, ini Mas. Tolong buka pintunya " ucap Reno di depan pintu.


Siska yang berada di dalam kamar mendengar dengan jelas suara Reno tetapi ia enggan membukakan pintu kamar itu karena ia tidak ingin bertemu dengan Reno sekarang.


" Sayang, buka pintunya. Mas khawatir sama kamu " ucap Reno lagi karena pintu kamar itu tidak kunjung dibuka oleh Siska.


Beberapa kali Reno mencoba tetapi Siska tetap tidak membuka pintu kamar itu. Reno semakin khawatir dan takut jika Siska tidak sadarkan diri di sana. Reno segera menemui Pak Rusli dan meminta kunci cadangan untuk membukanya.


Ceklek.


" Pergi, Mas. Jangan dekat-dekat aku " usir Siska saat Reno ingin menyentuhnya.


Reno tentu saja sangat terkejut dengan hal itu karena ia tidak tahu apa yang terjadi pada istrinya.


" Sayang, kamu kenapa? Kamu kenapa nangis dan gak mau dekat-dekat sama Mas? " tanya Reno pada Siska.


" Pokoknya aku gak mau dekat-dekat ataupun liat kamu. Hati aku sakit liat kamu, Mas " jawab Siska dengan tangis yang semakin kencang.


Walaupun Reno tidak tahu dimana permasalahannya tapi sepertinya tanpa sengaja ia telah menyakiti hati istrinya lagi.


" Sayang, jangan seperti ini. Mas minta maaf, Sayang. Mas gak tau salah Mas apa dan tolong jelaskan " ucap Reno berusaha mendekati Siska tetapi Siska bergerak menjauh.

__ADS_1


" Kamu mau tau salah kamu apa? Salah kamu itu, kamu dekat-dekat sama Bu Hana. Kamu seneng kan Mas sama dia sampai kamu datengin aku ke restoran sama dia. Kenapa bisa bareng dia atau memang udah janjian ya sebelumnya. Kamu tau gak hati aku sakit liat itu, aku gak suka, aku cemburu. Suami aku bahkan terlihat serasi dan sangat bahagia sama perempuan lain. Mungkin memang dia yang lebih cocok jadi istri kamu dibandingkan aku. Dia yang lebih baik, cantik dan sangat Sholehah, cocok jadi istri kamu. Bukan aku yang seperti ini, Mas " ucap Siska dengan nada tinggi meluapkan emosinya pada Reno.


Reno benar-benar terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Siska. Ini semua memang salahnya, sejak awalnya memang sudah terlihat jika Siska cemburu pada Hana tetapi Reno tidak mengira akan seperti ini. Ia dan Hana bertemu saat memasuki mall dan ternyata tujuan mereka adalah restoran yang sama sehingga Reno mengajaknya berjalan bersama. Reno tidak menyangka jika itu akan membuat Siska merasa cemburu dan berpikir yang tidak-tidak mengenai mereka.


" Sayang, Mas bisa jelasin. Mas dan Bu Hana gak ada hubungan apa-apa selain rekan kerja. Gak ada perempuan lain yang cocok dan tepat jadi istri Mas selain kamu, Sayang. Kamu perempuan paling sempurna untuk jadi istri Mas. Mas minta maaf, kamu jangan salah paham " ucap Reno mencoba menjelaskan pada Siska.


" Kamu gak usah bohong, Mas. Aku liat semuanya, kamu kelihatan seneng banget sama dia " ucap Siska tidak mempercayai ucapan Reno.


Reno merasa berbicara pada Siska di saat seperti ini tidak akan menyelesaikan masalah. Lebih baik ia berbicara baik-baik dan menjelaskannya pada Siska saat sudah tenang nanti. Reno menarik Siska ke dalam pelukannya untuk menenangkan istrinya itu.


" Lepasin, Mas. Aku sudah bilang, aku gak mau dekat-dekat kamu " ucap Siska memberontak dan ingin melepaskan diri dari pelukan Reno.


Reno sama sekali tidak melepaskan pelukan itu dan malah semakin mempereratnya walaupun Siska terus memberontak. Hingga akhirnya Siska merasa lelah dan menangis di dalam pelukan Reno. Hati Reno terasa sakit mendengar tangisan Siska. Ia merasa bersalah karena lagi-lagi Siska menangis karena dirinya.


" Maafkan aku, Sayang. Lagi-lagi aku menyakiti hati kamu " ucap Reno di dalam hati.


Reno mengecup puncak kepala Siska dan terus memeluknya erat hingga Siska merasa tenang nanti.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘


Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏


Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama dan Suamiku Seorang Bodyguard " 😘


Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘

__ADS_1


__ADS_2