Menikahi Ayah Nadia

Menikahi Ayah Nadia
55. Mengunjungi Abi dan Ummi


__ADS_3

Sore itu, Reno mengajak Siska dan Nadia untuk pergi ke rumah Abi Umar dan Ummi Fatimah. Mereka sudah sangat merindukan Nadia dan ingin bertemu dengannya. Siska yang baru saja pulang kuliah pun langsung bersiap-siap.


" Ayo Mas, aku sudah siap " ucap Siska pada Reno yang sedang menunggunya bersama Nadia di ruang tamu.


" Kalau gitu kita berangkat sekarang biar sampai sana sebelum magrib " ucap Reno bangkit dari duduknya.


Mereka bertiga pun langsung masuk ke dalam mobil yang yang sudah Reno siapkan sebelumnya.


" Arisa sudah kamu kasih tau kalau kita mau ke rumah Abi sama Ummi, Mas? " tanya Siska pada Reno saat mereka sudah berada di dalam mobil.


" Sudah, dia juga akan pulang terlambat karena ada pelajaran tambahan " jawab Reno.


Reno menyalakan mesin mobil itu dan melajukannya meninggalkan rumah.


Di tengah perjalanan, Siska meminta Reno untuk berhenti di sebuah toko kue. Ia ingin membeli beberapa kue sebagai buah tangan untuk dibawa ke rumah Abi Umar dan Ummi Fatimah.


" Mas, kita berhenti di toko kue itu sebentar ya. Aku mau beli kue buat Abi sama Ummi " ucap Siska pada Reno.


Reno pun memberhentikan mobil itu di depan sebuah toko kue sesuai permintaan Siska.


" Bunda, aku ikut turun ya " ucap Nadia pada Siska.


" Iya Sayang " jawab Siska.


Siska dan Nadia turun dari mobil dan memasuki toko kue itu. Sedangkan Reno menunggu mereka di dalam mobil.


" Mbak, bolu gulung tiga sama bolu pisang dua " ucap Siska pada pegawai toko itu.


" Nadia mau kue apa? " tanya Siska pada Nadia.


" Nadia mau cheese cake, Bun " jawab Nadia.


" Tambah cheese cake satu, Mbak " ucap Siska sesuai yang diinginkan Nadia.


" Baik, Mbak. Mbak bisa langsung ke kasir " jawab pegawai toko kue itu.


Siska dan Nadia pun langsung menuju kasir sembari menunggu kue yang ia pesan disiapkan.


" Ini, Mbak " ucap pegawai toko kue itu memberikan tiga buah paper bag besar pada Siska.


" Berapa semuanya, Mbak? " tanya Siska pada pegawai toko kue itu.


" Enam ratus dua puluh lima ribu " jawab kasir.


Siska membuka dompetnya dan memberikan sebuah kartu kredit yang pernah Reno berikan padanya.


Setelah selesai, Siska dan Nadia keluar dari toko kue itu dan kembali masuk ke dalam mobil.


" Maaf ya lama, Mas " ucap Siska setelah duduk di sebelah Reno.

__ADS_1


" Enggak kok " jawab Reno tersenyum.


" Ayah, Nadia dibeliin cheese cake sama Bunda " ucap Nadia yang merasa senang mendapatkan kue kesukaannya.


Reno pun tersenyum melihat putrinya itu.


Reno menyalakan mobilnya kembali dan mereka melanjutkan perjalanan menuju rumah Abi Umar dan Ummi Fatimah.


Satu jam kemudian, mereka pun sudah sampai di sebuah area pesantren milik Abi Umar. Penjaga pesantren itu langsung membukakan gerbang pesantren karena ia sudah hapal dengan mobil Reno.


Reno dan Siska serta Nadia turun dari mobil saat sudah berada tepat di rumah yang ditinggali oleh Abi Umar dan Ummi Fatimah. Ini pertama kalinya Siska pergi ke sana sehingga ia begitu asing melihat tempat itu. Para santri yang sedang beraktivitas saat itu cukup heran saat melihat Siska bersama dengan Reno dan Nadia. Mereka tidak tahu jika Siska adalah istri Reno.


" Assalamualaikum " ucap mereka saat berada di depan pintu yang tidak ditutup.


" Walaikumsalam " jawab Abi Umar dan Ummi Fatimah keluar dari rumah.


Abi Umar dan Ummi Fatimah sangat senang saat melihat kedatangan Reno bersama dengan keluarga kecilnya. Mereka pun langsung mencium tangan Abi Umar dan Ummi Fatimah.


" Cucu Nenek " ucap Ummi Fatimah memeluk Nadia.


Reno dan Siska pun langsung tersenyum melihat itu. Terlihat sekali jika Ummi Fatimah sangat merindukan Nadia.


" Eh ayo, silahkan masuk " ucap Abi Umar mengajak mereka untuk masuk ke dalam rumah.


Mereka semua pun masuk ke dalam rumah. Ummi Fatimah menggandeng tangan Siska agar Siska tidak merasa sungkan.


" Makasih ya Nak Siska, sudah mau datang ke rumah Ummi dan Abi " ucap Ummi Fatimah pada Siska.


" Oh iya, ini ada sedikit kue " ucap Siska memberikan kue yang ia beli pada Ummi Fatimah.


" Ya ampun, kalian kok repot-repot gini. Ini juga banyak banget " ucap Ummi Fatimah menerima kue itu.


" Enggak repot kok, Ummi. Ini juga bisa dibagi-bagi sama orang-orang yang ada di sini " jawab Siska.


" Makasih ya, Nak " ucap Ummi Fatimah pada Siska.


" Iya sama-sama, Ummi " jawab Siska.


" Silahkan duduk. Ummi mau siapkan ini dan buat minuman " ucap Ummi Fatimah pada Siska.


" Biar Siska bantu ya, Ummi " pinta Siska ingin ikut ke dapur.


" Baiklah " jawab Ummi Fatimah.


" Aku ikut Ummi, Mas " ucap Siska pada Reno.


" Iya Dek " jawab Reno.


Siska pun mengikuti langkah kaki Ummi Fatimah untuk menuju dapur yang ada di rumah itu. Di sana ada seorang perempuan paruh baya yang sepertinya sedang memasak.

__ADS_1


" Jum, kenalin ini Nak Siska. Nak Siska ini istri Nak Reno " ucap Ummi Fatimah memperkenalkan Siska pada perempuan itu.


" Perkenalkan Non, saya Jumiah " ucap Bi Jumiah, orang yang membantu di rumah itu.


" Saya Siska, Bi " balas Siska tersenyum.


" Non Siska ini sangat cantik ya. Gak kalah sama Almarhumah Non Anisa " ucap Bi Jumiah.


Siska hanya tersenyum untuk menanggapi ucapan Bi Jumiah.


Setelah itu Siska membantu untuk membuat teh, sedangkan Ummi Fatimah menyiapkan kue yang tadi dibawa oleh Siska.


" Sudah selesai, Nak? " tanya Ummi Fatimah pada Siska.


" Sudah, Ummi " jawab Siska.


" Kalau gitu kita bawa ini ke depan ya " ucap Ummi Fatimah.


Siska dan Ummi Fatimah menuju ruang tamu dengan membawa teh dan juga kue. Siska meletakkan teh di atas meja lalu duduk di sebelah Ummi Fatimah.


" Kamu jangan merasa canggung dan sungkan di sini. Sekarang ini juga rumah kami karena kamu juga putri Ummi " ucap Ummi Fatimah pada Siska.


" Iya Ummi " jawab Siska tersenyum.


" Bagaimana kabar Abi dan Ummi? " tanya Reno pada orang tua istri pertamanya.


" Alhamdulillah kami baik " jawab Abi Umar.


" Kabar kalian bagaimana? " tanya balik Abi Umar.


" Alhamdulillah kami juga baik, Abi " jawab Reno.


" Apa sudah ada kabar baik mengenai calon adik dari Nadia? " tanya Ummi Fatimah pada Siska.


Mendengar pertanyaan itu, Siska pun langsung menundukkan kepalanya. Ia melirik ke arah Reno.


" Gimana mau ada adiknya Nadia, disentuh aja belum sama Mas Reno " ucap Siska dalam hati.


" Doakan saja ya, Ummi. Semoga calon adik Nadia cepat hadir " jawab Reno tersenyum.


" Aamiin. Ummi pasti selalu mendoakan itu " jawab Ummi Fatimah.


Setelah itu pun mereka mengobrol santai sembari menunggu waktu magrib tiba.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘


Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏


Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama " 😘

__ADS_1


Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘


__ADS_2