
Keesokkan harinya, Siska masih juga tidak ingin berdekatan dengan Reno dengan alasan tubuh Reno yang bau. Padahal Reno sudah mandi berkali-kali lagi pagi ini tapi tetap saja Siska mengatakannya bau. Itu sangat membuat Reno bingung dan uring-uringan pagi itu tapi ia hanya bisa mengelus dadanya.
Reno yang berada di sofa melirik ke arah Siska yang masih begitu nyenyak dalam tidurnya padahal ini sudah hampir jam sebelas siang. Setelah sholat subuh tadi Siska kembali tidur dan bangun untuk sarapan lalu tidur lagi padahal mereka tidak melakukan kegiatan yang menguras tenaga tadi malam tadi Siska begitu betah tidur. Reno pun semakin dibuat bingung karena itu bukanlah kebiasaan Siska.
Sebenarnya pagi ini mereka seharusnya pergi ke Taman Yoyogi tapi malah Siska tidak segera bangun.
" Sebenarnya kamu kenapa sih, Sayang? Dari kemarin tuh sikap kamu aneh banget dan gak seperti biasanya " ucap Reno masih menatap Siska yang tidur dengan nyenyak.
Reno berdiri dari duduknya dan berjalan mendekati tempat tidur. Hanya saat tidur seperti ini ia bisa mendekati Siska, kalau saja bangun pasti Siska langsung lari menghindarinya.
" Semoga setelah bangun nanti kamu kembali seperti semula ya " ucap Reno mencium kening Siska.
Siska yang merasa ada sesuatu yang menempel pada wajahnya pun langsung membukanya matanya. Ia langsung mendorong tubuh Reno yang masih mencium keningnya hingga Reno mundur beberapa langkah.
" Mas, sudah aku bilang jangan deket-deket aku. Kamu itu bau " ucap Siska dengan wajah yang sangat kesal.
" Maaf, Sayang " jawab Reno lalu menghela napasnya panjang.
Reno berjalan menjauh dari Siska lalu mengambil pakaiannya dari dalam lemari dan masuk ke dalam kamar mandi. Beberapa saat kemudian Reno pun keluar dan sudah rapi dengan pakaian kasualnya.
Siska yang melihat itu pun langsung berpikir macam-macam. Ia langsung mengira jika Reno marah dan akan pergi meninggalkannya.
" Mas, kamu gak sayang lagi sama aku? Kamu gak cinta lagi sama aku? " tanya Siska dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
Reno yang sedang menyisir rambutnya di depan meja rias pun terkejut mendengar pertanyaan Siska yang tiba-tiba. Ia pun langsung membalik tubuhnya dan melihat Siska yang seperti hendak menangis.
" Sayang, kok kamu nangis sih " ucap Reno panik lalu hendak menghampiri Siska.
Tapi baru beberapa langkah, Siska sudah menyuruhnya untuk berhenti. " Stop, aku bilang jangan dekat-dekat aku " ucap Siska mengusap air matanya yang membasahi pipi putihnya itu.
Reno hanya bisa menurut dan Reno pun menghentikan langkahnya dan berdiri dengan jarak dua meter dari Siska.
" Kamu kenapa nangis? Kenapa juga kamu tiba-tiba tanya gitu ke aku? " tanya Reno pada Siska.
" Tinggal jawab aja, Mas. Apa emang kamu gak sayang dan cinta lagi sama aku makanya kamu gak mau jawab " ucap Siska dengan air mata yang mulai berjatuhan lagi di pipinya.
__ADS_1
" Loh Sayang, jangan nangis dong " ucap Reno panik.
" Mas itu sayang dan cinta sama kamu " lanjut Reno menjawab pertanyaan Siska.
Siska mengusap air matanya lagi dengan kedua tangannya persis seperti anak kecil.
" Kalau kamu sayang dan cinta sama aku, kenapa kamu mau pergi ninggalin aku? Kamu pasti marah kan gara-gara aku gak mau deket-deket sama kamu dan tadi malam kita gak main anu terus kamu jadi gak sayang dan gak cinta sama aku " ucap Siska dengan tangis yang semakin keras.
Reno sampai dibuat melongo karena terkejut mendengar ucapan Siska. Ia memang ingin pergi tapi bukan meninggalkan Siska karena tidak sayang dan cinta lagi kepadanya. Reno ingin pergi membeli makan siang karena ia tidak ingin Siska memasak untuk makan siang karena Siska yang terlihat masih sangat mengantuk dan ingin beristirahat, tapi malah Siska berpikir terlalu jauh.
" Astaghfirullah Sayang, Mas gak bakal ninggalin kamu. Mas itu mau pergi buat beli makan siang. Mas gak tega kalau kamu masak apalagi kamu kelihatannya ngantuk dan butuh istirahat lagi. Jadi kamu jangan berpikir yang enggak-enggak ya dan jangan nangis lagi " ucap Reno pada Siska.
" Beneran? " tanya Siska menghentikan tangisnya saat mendengar ucapan Reno.
" Iya Sayang, Mas gak mungkin bohong " jawab Reno meyakinkan Siska.
" Mas juga gak marah karena kamu gak mau dekat-dekat sama Mas. Mas cuma sedikit frustasi aja karena biasanya Mas selalu peluk dan cium kamu tapi sekarang gak bisa " ucap Reno agar Siska tidak mengira dirinya marah.
" Mas pergi juga biar kamu nyaman dan gak cium aroma badan Mas yang kata kamu bau itu " lanjut Reno.
Siska hanya mengangguk-anggukkan kepalanya saja.
Ia merasa begitu takut dan tidak ingin Reno pergi meninggalkannya. Walaupun pun tidak berdekatan dengan Reno tapi ia ingin selalu melihat Reno di matanya.
" Astaghfirullah, bener-bener aneh kan. Gak mau dekat-dekat tapi juga gak mau ditinggal pergi " batin Reno merasa sangat aneh dengan perubahan sikap dari Siska.
" Mas cuma pergi sebentar aja buat beli makan siang terus langsung pulang. Emang kamu gak laper? " ucap Reno agar Siska tidak melarangnya pergi untuk membeli makan siang.
" Laper sih " jawab Siska yang merasa jika cacing di dalam perutnya sudah berdemo untuk diberi makanan.
" Tapi kamu jangan lama-lama dan janji jangan tinggalin aku. Kamu juga harus aktifkan hp kamu terus " ucap Siska memberikan beberapa syarat sebelum Reno pergi.
" Iya Sayang " jawab Reno.
" Ya udah, kamu boleh pergi " ucap Siska akhirnya memberikan izin Reno untuk pergi.
__ADS_1
Reno mengambil ponsel dan dompet miliknya lalu memasukkan ke dalam kantong celananya.
" Mas pergi dulu " pamit Reno.
Tidak ada cium tangan atau cium kening sebelum pergi karena Reno takut Siska akan mual-mual lagi jika ia mendekati.
" Assalamualaikum " ucap Reno.
" Walaikumsalam " jawab Siska.
Reno pun keluar dari apartemen itu dan pergi menuju restoran makanan halal di Tokyo untuk mendapatkan makan siang.
Baru Lima menit berjalan, ponsel Reno sudah berdering. Reno mengambil ponsel dari dalam kantong celananya dan ternyata Siska yang meneleponnya.
" Ya ampun, baru lima menit " gumam Reno saat melihat nama istrinya yang tertera di sana.
" Halo, Assalamualaikum " ucap Reno menjawab panggilan telepon itu.
" Walaikumsalam " jawab Siska.
" Mas kenapa lama banget sih? Kamu sengaja ya lama-lama mau ninggalin aku " ucap Siska dari ujung sana.
" Hah? " Reno benar-benar dibuat tidak habis pikir dengan Siska sekarang ini tapi ia mencoba untuk tetap bersabar, mungkin ini adalah resiko jika ia menikahi gadis yang masih sangat muda.
" Enggak gitu Sayang, Mas baru keluar apartemen lima menit yang lalu loh. Ini juga belum sama restorannya " jawab Reno.
" Oh ya udah. Jangan lama-lama, inget " ucap Siska lalu langsung mematikan panggilan telepon itu sepihak.
Lagi-lagi Reno hanya menghela napasnya panjang. " Sabar, Reno " ucap Reno pada dirinya sendiri.
Reno pun melanjutkan perjalanannya dan berjalan lebih cepat agar segera sampai di restoran yang menjual makanan halal. Ia juga ingin segera kembali agar istri kecilnya itu tidak berpikir macam-macam lagi.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏
__ADS_1
Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama dan Suamiku Seorang Bodyguard " 😘
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘