Menikahi Ayah Nadia

Menikahi Ayah Nadia
12. Membeli Alat Lukis


__ADS_3

Siang hari itu Siska benar-benar menepati janjinya pada Nadia jika ia akan menemui Nadia setelah selesai kuliah. Sekarang Siska sedang mengemudikan mobilnya menuju rumah Reno. Satpam rumah itu langsung membukakan gerbang karena ia sudah mengenali mobil Siska.


Siska turun dari mobilnya. Ia melihat mobil Reno sudah berada di rumah saat masih siang seperti ini.


" Kenapa mobil Bang Reno sudah ada di rumah siang-siang begini? Apa Bang Reno gak pergi kerja? " gumam Siska sambil berjalan menuju pintu rumah itu.


Ting tong ting tong.


Siska memencet bel yang berada di samping pintu. Tak lama pintu pun terbuka dan menampilkan Reno di sana.


Hari ini memang Reno tidak pergi bekerja karena ia ingin menemani Nadia yang berada di rumah karena Bu Ijah pulang ke kampungnya karena anaknya sedang sakit. Lagi pula ia sedang tidak ada pekerjaan penting hari ini.


Reno terlihat sangat tampan dengan menggunakan pakaian rumahan yang membuat Siska terpesona.


" Ya ampun, Bang Reno ganteng banget sih " batin Siska tersenyum.


" Bang Re.. Eh Assalamualaikum " ucap Siska yang hampir lupa mengucapkan salam.


" Walaikumsalam " jawab Reno tersenyum.


" Silahkan masuk " ucap Reno membuka pintu itu lebih lebar.


Siska mengikuti langkah kaki Reno yang sudah berjalan lebih dulu memasuki rumah.


" Nadia, coba lihat siapa yang datang " ucap Reno pada Nadia yang sedang menggambar di ruang keluarga.


" Kak Siska " ucap Nadia tersenyum senang saat melihat Siska.


Nadia langsung menghampiri Siska dan memeluknya dengan erat. Siska pun membalas pelukan Nadia lalu mencium puncak kepala Nadia.


" Nadia kira Kak Siska gak jadi ke sini " ucap Nadia setelah melepaskan pelukannya.


" Jadi dong. Kak Siska kan sudah janji sama Nadia " jawab Siska tersenyum.


Reno mempersilahkan Siska untuk duduk di sofa yang ada di ruang keluarga.


" Mau minum apa? Biar Abang buatkan " tanya Reno pada Siska.


" Ah gak usah repot-repot, Bang. Nanti kalo aku haus aku bisa ambil sendiri " jawab Siska.


Siska mendekati Nadia yang sedang melanjutkan gambarannya. Ia terkejut saat melihat hasil gambar Nadia yang sangat bagus.


" Wah, gambar Nadia bagus banget " puji Siska saat melihat bunga yang digambar Nadia.


" Ah makasih, Kak " jawab Nadia tersenyum.

__ADS_1


" Kamu punya bakat buat jadi pelukis ini. Kalau kamu kembangin lagi kamu bisa jadi seniman " ucap Siska pada Nadia.


" Aku memang pengen jadi pelukis Kak, tapi aku belum pernah coba lukis di kanvas. Aku takut kalo jelek " jawab Nadia.


" Jangan takut kalau kamu belum mencoba. Kakak yakin hasil lukisan kamu pasti bagus " ucap Siska yakin jika Nadia memiliki bakat yang luar biasa.


Reno hanya mendengarkan obrolan Siska dan Nadia. Ia memang tahu bahwa putrinya itu pintar menggambar, tapi ia baru tahu bahwa putrinya ingin menjadi seorang pelukis.


" Kenapa Nadia gak bilang sama Ayah? Kalau gitu Ayah bakal beliin Nadia alat lukis nanti " ucap Reno pada Nadia.


" Beneran Ayah mau beliin Nadia alat lukis? " tanya Nadia dengan mata berbinar.


Ia memang menginginkan alat lukis dari lama tapi ia tidak berani memintanya pada Reno karena Reno sangat sibuk.


" Iya Sayang " jawab Reno tersenyum.


" Kalau gitu kita beli sekarang ya, Yah. Nadia juga pengen sekalian jalan-jalan sama Ayah dan Kak Siska " ucap Nadia pada Reno.


" Gimana, Siska? " tanya Reno pada Siska.


Reno takut Siska akan keberatan untuk pergi jalan-jalan bersama dirinya dan juga Nadia.


" Oke. Kita pergi jalan-jalan " jawab Siska tersenyum.


" Yey " ucap Nadia senang.


" Ayo sekarang kita siap-siap " ucap Reno pada Nadia.


" Biar aku yang bantu Nadia siap-siap " ucap Siska agar mereka bisa segera berangkat.


" Baiklah " jawab Reno.


Siska dan Nadia pergi ke kamar Nadia dan membantu Nadia berganti pakaian dan bersiap-siap untuk pergi jalan-jalan. Begitu juga dengan Reno yang pergi ke kamarnya untuk berganti pakaian.


" Nah, sudah selesai. Ayo kita keluar " ucap Siska pada Nadia.


Siska menggandeng tangan Nadia keluar dari kamar. Terlihat Reno yang sudah rapi dengan celana kain berwarna hitam dan kemeja panjang yang ia gulung di bagian lengannya membuatnya tampak lebih muda.


" Sudah siap? " tanya Reno pada Siska dan Nadia.


" Sudah, Yah " jawab Nadia.


" Ayo kita berangkat sekarang " ajak Reno.


Mereka bertiga keluar dari rumah lalu Reno mengunci pintunya karena di rumah tidak ada siapapun. Hanya ada satpam yang akan berjaga di luar.

__ADS_1


" Pakai mobil Abang aja " ucap Reno pada Siska.


Siska pun menganggukkan kepalanya.


Reno pergi ke garasi untuk mengambil mobilnya lalu berhenti tepat di depan Siska dan Nadia.


" Ayo masuk " ucap Reno membuka kaca mobil.


" Nadia mau duduk di depan? " tanya Siska pada Nadia.


Siska tidak ingin Reno merasa tidak nyaman karena ia duduk di sampingnya karena selama ini Reno cukup menjaga jarak dengan dirinya.


" Kakak aja yang di depan. Nadia mau duduk di belakang aja " jawab Nadia.


Siska membuka pintu mobil untuk Nadia dan memastikan Nadia duduk dengan nyaman lalu ia masuk ke dalam mobil.


Kemudian Reno menjalankan mobilnya setelah Siska dan Nadia masuk ke dalam mobil. Selama perjalanan, mobil itu dipenuhi oleh suara Siska dan Nadia yang terus berbicara saat melihat sesuatu di jalan. Reno hanya tersenyum dan hanya menjadi pendengar mereka berdua.


Sesampainya di salah satu mall yang ada di Jakarta, Reno dan Siska serta Nadia langsung menuju toko yang menjual peralatan lukis. Nadia begitu antusias saat melihat begitu banyak alat lukis yang dijual di sana. Nadia menarik tangan Siska untuk memilih alat lukis yang akan ia beli.


" Nadia mau kanvas yang kecil atau besar? " tanya Siska pada Nadia saat mereka berdua sedang memilih kanvas.


" Yang kecil aja dulu, Kak " jawab Nadia.


Reno memilih untuk mengikuti mereka berdua dari belakang yang begitu asik memilih kanvas tanpa menghiraukan keberadaannya.


Siska dan Nadia juga memilih kuas, cat dan juga palet untuk Nadia melukis. Setelah itu mereka pun pergi ke kasir untuk membayar semua alat lukis untuk Nadia.


" Semuanya lima ratus ribu " ucap kasir toko itu.


Reno membayar sebuah kartu dari dompetnya lalu memberikannya pada kasir itu.


" Setelah ini kita mau kemana? " tanya Reno pada Siska dan Nadia setelah mereka keluar dari toko alat lukis.


" Kita ke playground, Nadia mau main di sana " jawab Nadia.


" Baiklah. Ayah taruh ini ke mobil dulu, kalian tunggu disini sebentar " ucap Reno pada Nadia


Siska dan Nadia pun menganggukkan kepala mereka.


Setelah itu Reno pergi untuk menaruh alat lukis yang tadi mereka beli ke mobil yang ada di parkiran. Sedangkan Siska dan Nadia menunggu Reno di depan toko alat lukis.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘


Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏

__ADS_1


Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama " 😘


Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘


__ADS_2