
Siska segera meletakkan kembali ponsel milik Reno di atas meja rias dan ia memilih duduk di kursi menunggu Reno keluar dari kamar mandi. Sekarang ia tahu mengapa Reno berubah dan selalu menghindari dirinya.
" Aku harus mencari tahu siapa yang mengirimkan pesan itu " ucap Siska karena ia tidak akan membiarkan siapapun menghancurkan rumah tangganya.
Siska menatap pintu kamar mandi yang masih tertutup dan ia pun berpikir mengapa Reno tidak mengatakan itu semua dari awal dan malah memilih untuk mendiamkan dirinya.
Beberapa saat kemudian Reno sudah keluar dari kamar mandi dengan sebuah handuk yang melilit pinggangnya. Siska membiarkan Reno memakai pakaiannya terlebih dahulu sebelum ia mulai berbicara dengan suaminya itu.
Setelah selesai berpakaian, Reno mengajak Siska untuk duduk di sofa yang ada di kamar itu agar mereka bisa berbicara dengan yang lain.
" Apa yang mau kamu bicarakan? " tanya Reno pada Siska saat mereka sudah duduk di sofa berdampingan.
" Kenapa kamu seperti ini, Mas? Kenapa kamu bersikap dingin dan terus menghindar dari aku. Aku gak bisa kalau terus-terusan kamu seperti ini, Mas. Kalau aku salah tolong kamu bilang, lebih baik aku kamu marahi dari pada kamu mendiamkan aku seperti ini " ucap Siska pada Reno.
" Kamu gak salah apa-apa, Mas hanya sedang capek karena terlalu banyak pekerjaan di kantor " jawab Reno yang masih tidak mengatakan apa penyebabnya karena ia ingin Siska sendiri yang mengatakan itu.
Siska tidak tahan lagi karena Reno juga tidak mau mengatakan penyebabnya. Siska segera beranjak dari duduknya dan mengambil ponsel milik Reno di atas meja rias.
" Kamu bersikap dingin dan menghindari aku karena ini kan, Mas " ucap Siska sambil menunjukkan foto yang dikirim oleh nomor yang tidak dikenal di dalam ponsel Reno.
Reno sebenarnya cukup terkejut karena selama ini Siska tidak pernah membuka ponselnya tanpa izin tapi ia pun tidak marah karena itu. Reno segera bangkit dari duduknya dan berjalan menghampiri Siska. Tatapan kekecewaan terlihat di matanya walaupun ia sudah berusaha untuk menyembunyikan.
" Aku minta maaf sebelumnya karena sudah lancang membuka ponsel kamu tanpa izin. Kalau aku tidak melihat sebuah pesan dari nomor yang tidak terkenal dan membuka ponsel kamu, aku tidak mungkin tahu penyebab kamu mendiamkan aku selama ini. Semua yang dikatakan dalam pesan ini tidak benar. Seharusnya kamu bilang sama aku tentang ini supaya aku bisa menjelaskannya sama kamu, Mas. Kenapa kamu malah memilih diam dan menghindari aku, Mas? Aku tidak bisa jika kamu seperti ini. Semua itu juga tidak seperti yang kamu lihat dan aku tidak pernah berselingkuh dengan Frans " ucap Siska pada Reno.
__ADS_1
" Mas sama sekali tidak marah sama kamu, tapi Mas kecewa. Mas kecewa karena kamu tidak mau terbuka dan jujur sama Mas. Kamu tidak mengatakan apapun sama Mas tentang pertemuan kamu dengan Frans. Mas memang tidak sepenuhnya percaya dengan foto dan pesan yang dikirimkan oleh nomor yang tidak dikenal itu, tapi karena kamu yang tidak mau terbuka dan jujur membuat Mas sempat berpikir memang kamu memiliki hubungan dengan Frans dan membuat Mas salah paham. Apalagi dia itu adalah mantan pacar kamu, Dek Siska. Kamu dengan dia, bahkan kamu diantar pulang oleh dia tapi kami tidak mengatakan apapun sama Mas. Kamu sebenarnya masih menganggap Mas ini suami kamu atau tidak, Dek Siska? " ucap Reno berusaha berbicara dengan nada yang rendah dan tidak emosi walaupun ia sangat kecewa dengan istrinya itu.
Siska pun menangis mendengar apa yang Reno katakan karena memang semua ini berawal dari dirinya yang tidak mengatakan itu semua pada Reno.
" Bukan seperti itu, Mas. Aku tidak mengatakan itu semua karena aku tidak ingin membuat kamu khawatir. Saat itu aku sedang menunggu taksi untuk pulang di tepi jalan tapi tiba-tiba saja ada segerombolan anak SMP yang tidak sengaja menyenggol aku. Aku hampir saja terjatuh dan beruntung pada saat itu Frans berada di sana dan menyelamatkan aku. Foto itu yang seolah-olah aku berpelukan dengan Frans adalah saat Frans menyelamatkan aku yang hampir terjatuh Mas. Aku mohon kamu percaya sama aku. Aku minta maaf karena tidak jujur pada kamu apa yang terjadi sebenarnya " jawab Siska mencoba untuk menjelaskan.
" Mas percaya sama kamu dan apa yang kamu katakan karena besar kemungkinan kalian bertemu karena itu adalah tempat umum. Mas juga akan sangat berterima kasih kepada Frans karena sudah menolong kamu. Tapi Mas bertambah kecewa karena kamu tidak mengatakan hal sepenting ini kepada Mas. Sebagai suami kamu seharusnya Mas mengetahui semua yang terjadi pada kamu apalagi kamu hampir celaka seperti ini tapi malah Mas tidak mengetahui apapun. Mas merasa menjadi suami yang tidak berguna untuk kamu. Mas benar-benar kecewa sama kamu " ucap Reno yang semakin kecewa.
Setelah mengatakan itu Reno segera mengambil jas serta tas kerjanya miliknya dan ingin segera pergi. Ia memang merasa benar-benar tidak berguna karena Siska hampir saja celaka dan ia tidak mengetahui apapun. Malah pria lain yang berstatus sebagai mantan kekasih istrinya itu yang menyelamatkan Siska.
" Aku minta maaf, Mas. Jangan pergi dan menghindari aku lagi, aku menyesal. Aku mohon maafkan aku, Mas " ucap Siska menahan tangan Reno yang hendak pergi.
" Mas harus pergi sekarang " jawab Reno melepaskan tangan Siska yang menahannya.
" Mas Reno tunggu. Aku minta maaf, Mas " teriak Siska mengejar Reno.
Reno sebenarnya merasa tidak tega pada Siska tetapi rasa kecewanya juga cukup besar karena ketidakterbukaan dan ketidakjujuran Siska.
Saat Reno hendak menuruni tangga, ia menghentikan langkahnya karena mendengar suara Siska yang seperti sedang kesakitan.
" Akh, perutku " pekik Siska memegang perutnya.
Tiba-tiba Siska merasakan perutnya sangat sakit dan juga sebuah cairan keluar membasahi kakinya.
__ADS_1
" Sayang " teriak Reno saat melihat Siska yang sudah berpegangan pada dinding dan memegangi perutnya.
Reno langsung berlari menghampiri Siska karena ia merasa sangat khawatir dengan istrinya.
" Sayang, kamu kenapa? " tanya Reno sangat panik.
" Perutku sakit, Mas " jawab Siska memegangi perutnya dan menahan rasa sakit.
Reno melihat ke bawah dan matanya langsung membola sempurna saat melihat sebuah cairan sudah membasahi lantai, seperti itu adalah air ketuban Siska yang sudah pecah. Reno merasa sangat panik karena air ketuban Siska pecah ketika usia kandungannya belum genap sembilan bulan. Reno sangat takut jika terjadi hal yang buruk kepada istri dan juga kedua calon anak mereka.
" Sayang, sepertinya kamu mau melahirkan. Air ketuban kamu sudah pecah " ucap Reno pada Siska.
Siska tidak merespon lagi apa yang Reno katakan karena ia merasakan sakit yang luar biasa pada perutnya.
Reno pun langsung mengangkat tubuh Siska dan berlari ke bawah. Reno berteriak memanggil Bu Ijah dan Bimo untuk menyiapkan mobil untuk pergi ke rumah sakit. Ia harus segera membawa Siska ke rumah sakit karena kemungkinan besar Siska akan melahirkan sekarang.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏
Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama dan Suamiku Seorang Bodyguard " 😘
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘
__ADS_1