
Ternyata perubahan sikap Reno itu tidak hanya satu atau dua hari saja tetapi hingga dua minggu lamanya Reno masih saja bersikap dingin pada Siska. Siska tidak pernah punya kesempatan untuk bisa menanyakan apa alasan Reno berubah seperti itu karena Reno selalu menghindarinya. Reno selalu pergi untuk lari pagi setelah selesai shalat subuh dan setelah sarapan Reno juga langsung pergi bekerja. Bahkan sejak dua minggu Reno selalu saja pulang malam dengan alasan banyak pekerjaan.
Siska yang sudah tidak tahan dengan perubahan sikap Reno pun memutuskan untuk menunggu hingga Reno pulang bekerja walaupun hari sudah cukup larut. Ia tidak bisa terus menunggu Reno memiliki waktu karena Reno memang sengaja ingin menghindari dirinya.
" Malam ini aku harus bicara sama Mas Reno " ucap Siska yang sudah tidak tahan dan harus menanyakan apa yang menjadi penyebab Reno berubah sikap.
Hingga pukul dua belas malam, Reno baru saja sampai rumah dan memasuki kamar mereka. Reno cukup terkejut saat melihat Siska yang belum tidur dan sedang duduk di atas tempat tidur.
" Kenapa belum tidur? " tanya Reno lalu meletakkan tas kerjanya di atas meja.
Reno segera melepaskan jas serta dasi di lehernya dan terlihat sekali jika Reno sedang lelah, mungkin itu dikarenakan seharian ia bekerja dan ditambah pulang dengan larut malam.
" Aku sengaja nunggu kamu. Aku mau bicara sama kamu Mas " jawab Siska sembari memperhatikan apa yang dilakukan Reno.
" Kita bicara besok aja, ini sudah malam. Lebih baik kamu tidur sekarang, gak baik buat kesehatan kamu kalau kamu tidur terlalu larut " ucap Reno setelah melepaskan sepatu di kakinya.
" Tapi Mas, aku mau bicara sekarang. Kamu selalu menghindar dari aku " ucap Siska yang tetap ingin berbicara dengan Reno.
Reno menghela napasnya panjang. " Mas mohon, kita bicara besok aja. Mas capek banget sekarang " ucap Reno lalu langsung pergi ke kamar mandi tanpa menunggu jawaban dari Siska.
Siska melihat Reno masuk ke dalam kamar mandi dengan tatapan kecewa. Hatinya terasa sangat sakit melihat perubahan sikap suaminya yang semakin hari semakin dingin.
" Mas Reno sebenarnya kenapa? Apa aku membuat kesalahan? " gumam Siska dengan air mata yang jatuh di pipinya.
Setelah itu Siska segera merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur dan tidak menunggu Reno lagi. Ia harus sabar menunggu besok untuk berbicara dengan Reno karena seperti yang dikatakan Reno jika Reno sedang lelah dan ia tidak ingin memaksanya.
__ADS_1
Sedangkan Reno yang berada di dalam kamar mandi mengguyur seluruh tubuhnya dengan air dingin. Ada sedikit rasa bersalah di hatinya karena telah bersikap dingin dan juga menghindari istrinya itu, tetapi perasaan kecewa tentang ketidakjujuran dan ketidakterbukaan Siska masih ada dalam hatinya. Bahkan hingga dua minggu berlalu pun Siska masih belum mengatakan tentang pertemuannya dengan Frans.
" Dek Siska benar-benar tidak mengatakan tentang pertemuannya dengan Frans " gumam Reno di bawah guyuran air dari shower.
Setelah lima belas menit berlalu, Reno pun mengakhiri kegiatan mandinya dan keluar dari kamar mandi. Reno segera memakai pakaiannya lalu setelah selesai ia naik ke atas tempat tidur dan bergabung dengan Siska.
Reno bisa melihat Siska yang sudah tertidur dengan posisi membelakanginya. Mungkin Siska juga merasa marah karena ia terus mendiamkannya dan menghindarinya, tetapi ia juga memiliki alasan melakukan itu.
" Maafkan Mas, Sayang " ucap Reno mengusap kepala Siska lalu mencium keningnya.
Reno pun merebahkan tubuhnya dengan posisi membelakangi Siska sehingga mereka tidur dengan punggung yang saling membelakangi.
Sebenarnya Siska belum benar-benar tertidur saat Reno mencium keningnya dan mengatakan kata maaf. Jujur saja ia kecewa dan marah karena Reno telah mendiamkannya, tetapi ia tahu Reno melakukan itu bukan tanpa alasan. Sekarang yang menjadi pertanyaan besar adalah apa yang membuat Reno berubah seperti itu. Siska sungguh tidak bisa menebak apa yang membuat Reno menjadi seperti itu ataukah ia memiliki sebuah kesalahan pada Reno.
" Kenapa kamu gini, Mas " ucap Siska dalam hati.
***
Keesokan paginya Reno ingin pergi lari pagi dan menghindari Siska lagi tapi dengan cepat Siska mencegahnya. Siska harus berbicara kepada Reno saat itu juga karena ia tidak ingin terus-menerus Reno bersikap dingin kepadanya.
" Mas, kamu jangan menghindar lagi. Kita harus bicara " ucap Siska menahan tangan Reno yang ingin pergi.
Reno sepertinya tidak memiliki pilihan lain dan memang mungkin waktunya iya berbicara serius dengan Siska. Reno berharap Siska sudah menyadari kesalahannya dan berkata jujur tentang pertemuannya dengan Frans.
" Baiklah, tapi aku mandi dulu. Setelah itu Mas janji kita akan bicara " jawab Reno akhirnya.
__ADS_1
Siska pun menganggukkan kepalanya. Setidaknya Reno sudah mau berbicara dengannya dan tidak berusaha untuk menghindar lagi.
Kemudian Reno pun masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya, sedangkan Siska segera menyiapkan pakaian kerja yang akan digunakan oleh Reno nanti.
Saat sedang meletakkan pakaian ganti untuk Reno di atas meja rias, Siska melihat ponsel milik Reno yang menyala dan terlihat ada sebuah pesan dari nomor yang tidak dikenal. Entah mengapa insting Siska tidak enak dengan melihat nomor itu mengirimkan pesan pada Reno. Ia sudah berpikir macam-macam jika Reno bermain api dengan wanita lain di belakangnya.
Daripada penasaran dan berpikir yang macam-macam tentang suaminya, Siska pun memutuskan untuk membuka pesan tersebut walaupun ia merasa bersalah karena telah lancang membuka ponsel Reno tanpa izin.
Mata Siska membola dengan sempurna saat melihat pesan dari nomor itu.
" Gimana? Masih mau diam saja? Bisa saja selama ini istrimu itu diam-diam selingkuh di belakangmu " tulis seseorang yang entah siapa melalui pesan itu.
Baru saja selesai mah baca pesan yang baru dikirimkan, Siska kembali dibuat terkejut dengan sebuah foto yang dikirimkan oleh nomor tersebut. Itu adalah foto dirinya dan Frans saat Frans menolongnya saat hampir terjatuh karena tersenggol segerombolan anak SMP. Di dalam foto itu terlihat seperti mereka yang saling berpelukan dengan mesra, padahal saat itu Frans sedang menolongnya agar tidak terjatuh.
" Jadi ini penyebab Mas Reno berubah dingin dan menghindari aku? " gumam Siska yang akhirnya tahu apa penyebab perubahan sikap suaminya.
Siska kembali memastikan kapan dikirimnya pesan itu dan memang benar bertepatan dengan saat ia hampir terjatuh dan ditolong oleh Frans. Siska jika melihat jika Reno tidak mengirimkan pesan balasan kepada nomor itu setelah nomor itu mengirimkan foto yang menunjukkan kemesraan dirinya dan Frans. Tapi sepertinya pemilik nomor itu memang berniat menghancurkan rumah tangganya sehingga mengirimkan pesan kembali setelah dua minggu tidak mendapatkan respon dari Reno.
" Siapa pemilik nomor ini? " ucap Siska dengan tangan terkepal.
Ia benar-benar tidak terima dan harus menemukan siapa pemilik nomor itu yang berniat untuk merusak rumah tangganya.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏
__ADS_1
Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama dan Suamiku Seorang Bodyguard " 😘
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘