
Dua hari berlalu, Reno dan Anto sudah mendapatkan kabar bahwa Pak Seno dan anak istrinya sudah ditemukan. Mereka dibawa ke kantor cabang oleh orang suruhan Anto. Reno dan Anto pun langsung menuju ke tempat tersebut.
Reno dan Anto turun dari mobil lalu segera masuk ke dalam kantor. Pak Seno sudah berada di ruangan yang sebelumnya menjadi tempatnya bekerja. Reno memasuki ruangan itu diikuti oleh Anto di belakangnya. Reno bisa melihat Pak Seno yang sedang duduk bersama istrinya dan anaknya yang sepertinya masih seumuran Arisa.
" Selamat siang, Tuan " ucap salah satu orang suruhan Anto.
" Siang " balas Reno.
Pak Seno yang melihat keberadaan Reno pun langsung berdiri dengan wajah takut.
" Apa kabar, Pak Seno? " tanya Reno berbasa-basi.
Pak Seno yang mendengar itu pun terkejut. " Sa-saya baik, Pak " jawab Pak Seno terbata-bata.
" Bapak pasti sudah tau kan alasan Bapak dibawa ke sini orang-orang itu " ucap Reno dengan tenang.
" Iya Pak. Saya sungguh menyesal dan minta maaf pada Bapak " jawab Pak Seno menundukkan kepalanya.
" Bapak harus mempertanggung jawabkan semua perbuatan yang Bapak lakukan. Bapak sudah melakukan korupsi terhadap dana yang akan digunakan untuk membeli bahan-bahan pembangunan untuk kepentingan Bapak sendiri. Karena perbuatan Bapak perusahaan ini mengalami kerugian dan hampir saja kehilangan banyak sekali klien. Bapak juga melakukan pengancaman terhadap Pak Dedi dengan akan memecat Pak Dedi dan tidak memberikan gaji para pekerja. Perbuatan Bapak ini sudah sangat keterlaluan " ucap Reno pada Pak Seno.
" Saya minta maaf, Pak. Jangan laporkan saya pada polisi " ucap Pak Seno memohon.
Istri dan anak Pak Seno menangis mendengar itu. " Jangan penjarakan suami saya, Pak. Suami saya melakukan itu karena saya dan anak kami " ucap Istri Pak Seno sambil menangis.
" Suami Anda sudah sangat keterlaluan jadi suami Anda harus kami laporkan pada polisi " ucap Anto yang dari tadi sudah menahan emosinya.
Reno melirik pada Anto agar tenang dan membiarkan ia yang berbicara. Anto pun yang paham itu langsung diam kembali.
" Maafkan saya Pak, saya benar-benar menyesal. Saya mohon jangan laporkan saya pada polisi " ucap Pak Seno bersujud di hadapan Reno, begitu juga dengan istri dan anaknya.
Reno yang melihat itu terkejut dan langsung memundurkan tubuhnya beberapa langkah.
" Kalian berdirilah, tidak seharusnya kalian seperti itu " ucap Reno menyuruh mereka untuk berdiri.
" Kami mohon Pak, maafkan Ayah saya " ucap anak Pak Seno memohon pada Reno.
Reno yang melihat itu pun menjadi tidak tega. Ia tidak bisa membayangkan jika mereka adalah Siska dan Nadia yang bersujud pada orang lain demi dirinya.
__ADS_1
" Saya sudah memaafkan Pak Seno jadi kalian berdirilah " ucap Reno pada mereka.
Pak Seno serta istri dan anaknya pun berdiri setelah mendengar ucapan Reno.
" Terima kasih Pak. Terima kasih banyak " ucap Pak Seno pada Reno.
" Saya memang sudah memaafkan Pak Seno, tapi karena semua perbuatan yang dilakukan Pak Seno, sekarang Pak Seno saya pecat dengan tidak hormat dan tanpa pesangon. Pak Seno juga harus mengembalikan semua uang yang sudah Bapak ambil. Saya beri Bapak waktu satu minggu untuk mengembalikan uang tersebut. Jika dalam satu minggu Pak Seno tidak juga mengembalikan uang itu maka saya akan melaporkan Bapak pada pihak berwajib " ucap Reno menyampaikan putusannya.
" Baik, Pak. Saya berjanji akan segera mengembalikan uang yang sudah saya ambil. Sekali lagi saya minta maaf dan terima kasih atas kebaikan Bapak " ucap Pak Seno.
Reno pun hanya menganggukkan kepalanya.
" Orang suruhan saya akan tetap mengawasi Anda selama Anda belum mengembalikan uang itu. Jangan mencoba untuk kabur karena kami tidak akan segan memberikan pelajaran kepada Anda " ucap Anto menatap tajam Pak Seno.
Anto sebenarnya kurang setuju dengan keputusan Reno yang tidak jadi melaporkan Pak Seno pada polisi tapi ia juga tidak bisa melakukan apapun jika memang itu sudah keputusan Reno.
" Baik, Pak " jawab Pak Seno takut.
" Kalian boleh pergi sekarang " ucap Anto pada Pak Seno.
" Baik, Pak. Kami permisi " jawab Pak Seno.
Setelah itu, Pak Seno serta istri dan anaknya pun pergi meninggalkan ruangan dan kantor itu.
" Kalian tetap awasi mereka " perintah Anto pada orang suruhannya.
" Baik, Tuan " jawab salah satu dari mereka.
Orang suruhan Anto pun langsung pergi untuk mengawasi Pak Seno dan memastikan Pak Seno tidak kabur.
Reni mendudukkan tubuhnya di sofa yang ada di ruangan itu. Ia bersyukur satu demi satu masalah di Bandung sudah selesai dan ia berharap agar bisa cepat kembali ke Jakarta. Ia sudah sangat merindukan anak dan istrinya di rumah.
" Anto, kapan saya bisa kembali ke Jakarta? " tanya Reno pada Anto.
" Mungkin beberapa hari lagi, Pak. Para klien ingin Anda tetap memastikan tidak ada lagi masalah hingga beberapa bagian bangunan yang roboh dibangun kembali " jawab Anto.
Reno mendesahkan napasnya panjang mendengar jawaban Anto. Ia sebenarnya bisa saja kembali ke Jakarta sekarang tapi ia tidak bisa mengabaikan kewajiban dan membuat para klien kecewa.
__ADS_1
" Kalau begitu kita ke lokasi pembangunan sekarang " ucap Reno lalu berdiri dari duduknya.
" Baik, Pak " jawab Anto.
Reno dan Anto pun keluar dari gedung kantor dan menuju lokasi pembangunan proyek perusahaannya dengan menggunakan mobil.
Lima belas menit kemudian, mereka pun sudah sampai dan langsung disambut oleh Pak Dedi.
" Assalamualaikum " ucap Reno berjalan mendekati Pak Dedi.
" Walaikumsalam, Pak " jawab Pak Dedi.
Reno dan Anto pun saling berjabat tangan dengan Pak Dedi.
" Bagaimana di sini, Pak? Apa semuanya lancar? " tanya Reno pada Pak Dedi.
" Alhamdulillah Pak, semuanya berjalan lancar. Bener hari lagi bangunan-bangunan yang roboh akan segera selesai " jawab Pak Dedi.
" Alhamdulillah kalau seperti itu, Pak " ucap Reno merasa lega.
Setelah itu, Reno dan Anto mengikuti langkah Pak Dedi untuk melihat perkembangan dari proyek perusahaan mereka.
Ting.
Tiba-tiba terdengar ponsel Reno yang menandakan ada sebuah pesan yang masuk. Reno langsung menyalakan ponselnya dan membuka pesan itu.
" Assalamualaikum, Mas. Kamu jangan lupa makan siang ya dan jangan lupa minum vitamin yang sudah aku siapkan di kotak obat kamu. Jangan terlalu diforsir juga kerjanya biar kamu gak kecapekan " tulis Siska dalam pesan itu.
Reno tersenyum setelah membaca pesan dari Siska. Hampir setiap jam makan Siska selalu mengiriminya pesan dan mengingatnya untuk makan.
" Walaikumsalam, Sayang. Mas pasti makan nanti dan minum vitaminnya " balas Reno.
Kemudian Reno lanjut untuk melihat proyek bersama dengan Anto dan Pak Dedi.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏
__ADS_1
Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama " 😘
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘