
Reno mengendarai mobilnya meninggalkan area pemakaman itu. Hingga saat ini belum ada pembicaraan diantara mereka berdua. Siska masih diam menatap jendela mobil dan Reno tidak ingin membuat Siska semakin terluka jika mengajak bicara sekarang.
Reno membawa Siska ke sebuah taman yang sangat indah tidak jauh dari sana. Reno berharap Siska merasa lebih baik saat berada di sana.
" Ayo keluar, Dek. Mas baru tau taman ini dari Dokter Diki. Katanya taman ini bagus banget " ucap Reno pada Siska saat mereka sudah sampai.
Tanpa berkata apa-apa, Siska keluar dari mobil terlebih dahulu diikuti Reno.
" Ayo kita ke sana " ajak Reno menunjuk sebuah bangku di bawah pohon yang sangat rindang.
Siska mengikuti Reno menuju bangku itu dan mereka duduk di sana. Siska bisa merasakan udara yang sangat sejuk di sana.
" Kamu suka tempatnya? " tanya Reno pada Siska.
Siska pun menganggukkan kepalanya.
" Dek Siska, kamu mau sampai kapan mendiamkan Mas seperti ini? " tanya Reno pada Siska.
" Aku gak mendiamkan kamu, Mas " jawab Siska.
" Terus kenapa kamu dari tadi diam? Kamu bilang gak marah sama Mas. Mas mau liat kamu ceria lagi. Mas mau liat senyum kamu yang buat Mas gak kuat untuk terus lihat kamu " ucap Reno tersenyum.
" Gak usah gombal, Mas " ucap Siska pada Reno.
" Mas gak lagi gombal, Dek " jawab Reno.
Siska pun tersenyum tipis tapi Reno masih bisa melihat. Mungkin karena Siska yang masih labil sehingga begitu mudahnya ia luluh dengan Reno.
" Nah, gitu dong senyum. Mas mau kita merasa bahagia menuju hari pernikahan kita " ucap Reno pada Siska.
Siska pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
" Kamu tunggu di sini sebentar. Mas mau ambil sesuatu buat kamu " ucap Reno berdiri dari duduknya.
" Iya Mas " jawab Siska.
Reno pun pergi ke mobilnya untuk mengambil sesuatu untuk Siska yang entah apakah itu.
__ADS_1
Reno kembali dengan membawa sebuah paper bag berukuran sedang di tangannya. Reno memberikan itu pada Siska.
" Ini apa, Mas? " tanya Siska sebelum membuka paper bag itu.
" Kamu buka aja " jawab Reno.
Kemudian Siska pun membuka paper bag itu. Ternyata di dalamnya ada beberapa buah kerudung.
" Kerudung? " ucap Siska meraih satu buah kerudung dari dalam paper bag.
Reno tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
" Mas gak maksa kamu buat pakai itu sekarang cuma Mas berharap suatu hari nanti hati kamu bisa tergerak untuk berhijab. Kamu akan menjadi istri Mas dan semua dosa-dosa kamu akan beralih ke Mas yang menanggungnya jika kamu gak berhijab. Kamu jangan merasa tertekan atau pun merasa Mas memaksa kamu. Mas ingin kamu menggunakan hijab nanti itu sungguh dari dalam hati kamu dengan ikhlas bukan karena paksaan dari Mas " ucap Reno pada Siska.
Siska terdiam mendengar ucapan Reno. Ia sebenarnya ingin menggunakan hijab apalagi perempuan di keluarga Reno menggunakan hijab semua. Ia bahkan sempat merasa malu pada Nadia yang masih kecil tapi sudah menggunakan hijab. Tapi masih ada sedikit keraguan di hati Siska dengan akhlaknya yang masih belum baik. Apakah pantas ia menggunakan hijab dengan sikapnya yang kadang masih seperti itu.
" Apa aku pantas menggunakan hijab sementara akhlak aku belum baik, Mas? " tanya Siska pada Reno.
Reno tersenyum. " Menggunakan hijab itu bukan karena kamu pantas atau tidak, bukan karena akhlak kamu baik atau tidak. Tapi menggunakan hijab adalah kewajiban setiap perempuan muslimah untuk menutup auratnya. Itu akan menjaga perempuan muslimah terhindar dari hal-hal yang tidak baik dengan penampilan tertutup " jawab Reno.
" Aku masih sedikit ragu Mas, tapi jauh di lubuk hatiku aku ingin bisa berhijab " ucap Siska masih ada sesuatu yang mengganjal di hatinya.
Siska pun menganggukkan kepalanya.
" Aku cuma berharap kamu pakai kerudung dari aku suatu saat nanti. Kamu pasti terlihat lebih cantik " ucap Reno tersenyum.
Siska tersenyum malu. Baru kali ini Reno mengatakan bahwa dirinya cantik secara langsung.
Karena hari semakin siang, Reno mengantar Siska untuk pulang. Siska harus pergi kuliah siang ini, sedangkan Reno juga akan pergi ke kantor karena ada meeting dengan rekan bisnisnya siang ini.
" Mas langsung pergi ya, maaf gak bisa mampir. Aku harus segera pergi ke kantor " ucap Reno saat sudah sampai di rumah keluarga Daddy Smith.
" Iya Mas. Makasih sudah anterin aku pulang " jawab Siska.
" Aku turun. Assalamualaikum " ucap Siska.
" Walaikumsalam " jawab Reno.
__ADS_1
Siska pun turun dari mobil Reno dan menunggu hingga mobil Reno pergi meninggalkan rumah itu.
Kemudian Siska memasuki rumahnya tapi ia tidak melihat Mommy Amelia di mana-mana.
" Mommy kemana? " tanya Siska pada ketua pelayan di rumah itu.
" Nyonya sedang pergi Nona " jawab Bi Mina, ketua pelayan.
Siska pun menganggukkan kepalanya mengerti.
Setelah itu Siska naik ke lantai dua untuk menuju ke kamarnya. Siska memasuki kamarnya lalu duduk di tepi tempat tidur sambil membuka sepatunya.
" Huh, ini keputusan yang sudah kamu ambil untuk menikah dengan Mas Reno, Siska. Jadi kamu harus terima semua resikonya " ucap Siska pada dirinya sendiri.
Siska teringat dengan paper bag yang berisi kerudung pemberian dari Reno. Ia pun mengeluarkan semua kerudung itu. Siska sangat menyukai kerudung pemberian Reno apalagi warna-warnanya adalah warna kesukaan dari Siska.
" Mas Reno kok tau warna kesukaan aku sih " ucap Siska tersenyum sambil memegang kerudung-kerudung pemberian Reno.
Siska membawa salah satu kerudung berwarna merah muda lalu berdiri di depan cermin meja riasnya. Siska mencoba memakai kerudung itu di kepalanya.
" Bener ya kata Bang Reno kalo aku lebih cantik pakai kerudung " ucap Siska tersenyum di depan cermin.
Siska mencoba kerudung kerudung dengan warna yang lainnya. Ia begitu senang saat melihat dirinya menggunakan kerudung dari pantulan cermin.
" Apa aku harus berhijab mulai sekarang? " gumam Siska.
Siska mencoba untuk meyakinkan hatinya tapi ia belum juga mendapatkan keyakinan itu untuk menggunakan hijab.
" Aku harus yakinin hati aku dulu. Kata Mas Reno harus dari hati dan aku gak boleh terpaksa menggunakan hijab " ucap Siska.
Setelah itu Siska menyimpan semua kerudung pemberian dari Reno di dalam lemari pakaiannya lalu Siska pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Ia akan melaksanakan salat dzuhur setelah ini lalu bersiap-siap dan ia akan pergi ke kampus karena ada jadwal mata kuliah siang hari ini. Siska akan pergi menggunakan mobilnya seperti biasa.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏
Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama " 😘
__ADS_1
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘