Menikahi Ayah Nadia

Menikahi Ayah Nadia
82. Membeli Oleh-Oleh


__ADS_3

Sesampainya di sebuah tempat menjual barang-barang dan makanan ringan khas Jepang, Reno dan Siska langsung turun dari mobil dan meminta supir itu untuk menunggunya. Mereka memasuki tempat itu lalu mengambil sebuah keranjang belanja agar lebih mudah membawa semua yang mereka beli lalu mulai mencari oleh-oleh untuk keluarga mereka.


Reno dan Siska menuju tempat makanan ringan terlebih dahulu. Siska mengambil beberapa cookies rasa coklat dan juga beberapa keripik kentang. Setelah itu ia mencoba mencari makanan ringan lain dan melihat roti keju yang sepertinya sangat enak.


" Mas, kita beli ini banyak ya. Nadia pasti suka banget karena ini juga rasa keju kesukaan Nadia " ucap Siska sebelum memasukkan roti itu ke dalam keranjang belanja.


" Iya Sayang, beli aja " jawab Reno dan tidak melarang Siska untuk membeli apapun.


Siska memasukkan lebih dari lima bungkus besar roti keju itu ke dalam keranjang belanja yang dibawa oleh Reno.


Selain itu, Siska juga mengambil jajanan kue beras khas Jepang yang terbuat dari beras ketan dicampur dengan kecap asin atau bisa disebut Tokyo Arare.


Setelah selesai dengan makanan ringan, mereka pun lanjut melihat-lihat barang yang memiliki ciri khas Jepang. Reno mengambil beberapa patung kecil berbentuk kucing atau Manekin Neko untuk ia berikan kepada Dokter Diki dan keluarganya karena mereka adalah pencinta kucing.


" Mas kita beliin apa ya buat Daddy sama Mommy dan Abi sama Ummi? " tanya Siska yang cukup bingung jadi bertanya pada Reno.


Reno melihat-lihat beberapa barang-barang di sana untuk menemukan sesuatu yang cocok.


" Kipas ini gimana? Ini cocok buat Mommy sama Ummi " ucap Reno pada Siska.


" Boleh deh, Mas " jawab Siska setuju.


" Aku ambil tiga buat Tante Rita juga " ucap Siska mengambil tiga buah kipas tangan itu.


Kemudian Siska mengambil sebuah tote bag dengan gambar yang lucu-lucu untuk Arisa karena Arisa sering sekali membawa bekal dan menaruhnya ke dalam tote bag. Siska mengambil dua buah karena ia juga ingin membeli untuk Nadia.


" Mas, itu ada topi lucu banget " ucap Siska menunjuk topi kecil yang sepertinya memang untuk bayi.


Siska menarik tangan Reno mendekati topi kecil itu.


" Kita beli ini buat Twins A ya, Mas. Mereka pasti lucu banget kalau pakai ini " ucap Siska yang sangat ingin membeli itu untuk anak kembar Leon dan Yeni.


" Iya Sayang. Nih sekalian beli hoodie couple ini buat Leon sama Yeni " tambah Reno melihat beberapa hoodie couple dengan gambar gunung Fuji.

__ADS_1


Siska pun setuju. Siska memilih topi kecil untuk Twins A dengan warna merah muda dan biru.


" Sayang " panggil Reno pada Siska.


" Iya Mas " jawab Siska menoleh.


" Sepertinya ini cocok deh buat Bu Ijah sama Pak Rusli. Bu Ijah sama Pak Rusli tuh sekarang lagi suka banget minum teh herbal " ucap Reno menunjukkan peralatan untuk membuat teh.


" Ya udah beli aja Mas, buat Bu Ijah sama Pak Rusli " jawab Siska.


Reno pun memasukkan peralatan membuat teh itu ke dalam keranjang belanja.


" Mas, kita beli ini juga ya buat Nadia. Kalau digantung di kamarnya pasti bagus " ucap Siska mengambil Edo Furin.


Edo furin (Wind Bell / Glass Bell) adalah bola kacang kecil yang dijadikan gantungan di depan jendela rumah orang-orang Jepang.


Apabila tertiup angin, gantungan ini akan berbunyi seperti lonceng. Suaranya yang lembut membuat suasana musim panas di dalam rumah jadi terasa kental seperti di Jepang. Edo furin adalah salah alternatif cindera mata yang unik, lucu, dan khas.


Reno dan Siska juga mengambil beberapa gantungan kunci dengan bentuk-bentuk tempat-tempat di Jepang seperti Gunung Fuji dan Tokyo Tower untuk mereka berikan kepada teman-teman mereka.


Setelah merasa cukup dan membayar semua belanjaan mereka, Reno dan Siska pun keluar dari toko itu dan kembali ke dalam mobil.


" Kita mau kemana lagi? " tanya Reno pada Siska karena masih ada waktu sekitar tiga jam lagi sebelum pesawat mereka berangkat.


" Ke toko buah Mas, yang ada melon satu jutaan itu loh. Aku pengen beli buat Nadia yang langsung dari Jepang " jawab Siska.


Reno pun langsung menyuruh supir untuk pergi ke toko buah yang diinginkan oleh Siska. Reno akan berusaha selalu menuruti keinginan Siska jika ia mampu. Lagipula di setiap keinginannya, Siska tidak hanya memikirkan dirinya sendiri tapi ia memikirkan sang putri.


***


Beberapa saat kemudian, mereka pun sudah sampai di toko buah yang sangat terkenal di Jepang karena kualitas dan harganya yang cukup tinggi. Siska langsung menuju tempat dimana melon berada.


" Kamu mau yang mana? " tanya Reno pada Siska.

__ADS_1


" Yang ini sama yang ini " jawab Siska menunjuk dua buah melon.


Karyawan yang ada di sana pun langsung mengambil dua buah melon yang ditunjuk oleh Siska.


Niatnya hanya membeli buah melon, tapi saat melihat buah stroberi yang besar-besar Siska pun tergoda untuk membelinya.


" Aku juga mau stroberi ini deh " ucap Siska mengambil satu mika stroberi.


Reno dan Siska langsung membawanya ke kasir untuk membayarnya. Mereka menghabiskan hampir tiga juga rupiah hanya untuk membeli dua macam buah itu.


" Nanti aku ganti ya uangnya, Mas. Aku gak punya uang Yen sekarang " ucap Siska pada Reno setelah selesai membayar.


" Kenapa kamu ganti? " tanya Reno bingung.


" Kan aku yang mau beli buah ini, terus juga belanja oleh-oleh tadi sama perjalanan bulan madu kita kamu yang bayar " jawab Siska.


Reno tersenyum. " Gak perlu, Sayang. Kamu itu istri aku jadi uang aku itu juga uang kamu. Jadi kita yang bayar sama-sama " ucap Reno.


" Ya sudah, terima kasih ya Mas " ucap Siska memeluk Reno.


" Iya Sayang " jawab Reno mengusap kepala Siska.


Setelah itu mereka pun untuk pergi dari toko buah itu. Reno mengajak Siska untuk makan malam dulu sebelum mereka pergi ke bandara Internasional Haneda. Reno mengajak Siska untuk makan di sebuah restoran tempura karena tiba-tiba saja ia sangat menginginkannya dan Siska pun menurut mengikuti Reno.


Baru setelah makan malam mereka pun langsung pergi ke Bandara Internasional Haneda karena beberapa saat lagi pesawat mereka akan berangkat. Reno dan Siska lagi-lagi memilih untuk duduk di kelas bisnis karena dengan alasan yang sama agar Siska merasa nyaman dan tenang untuk beristirahat selama perjalanan.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘


Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏


Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama dan Suamiku Seorang Bodyguard " 😘


Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘

__ADS_1


__ADS_2