
Sudah beberapa hari ini Reno berada di Bandung untuk menyelesaikan semua pekerjaannya sebelum hari pernikahannya dengan Siska. Ia akan mengambil cuti selama satu minggu mulai dari dua hari sebelum hari pernikahannya. Selama Reno berada di luar kota, Nadia ia titipkan di rumah kedua mertuanya.
" Alhamdulillah semua pekerjaan sudah selesai. Aku bisa kembali ke Jakarta hari ini dan menghadiri acara Leon dan istrinya sekaligus mengundang mereka " ucap Reno saat baru kembali ke hotel tempatnya menginap.
Reno pun segera bersiap-siap untuk kembali ke Jakarta. Ia akan menjemput Nadia di rumah mertuanya sebelum pergi untuk menghadiri acara tujuh bulanan istri Leon.
***
Sementara itu, Siska baru saja sampai di rumah Leon dan Yeni bersama kedua orang tuanya untuk menghadiri acara tujuh bulanan kehamilan Yeni. Siska menggunakan gamis dan juga kerudung pemberian dari Reno di kepalanya. Siska masuk ke rumah Leon dan Yeni yang sudah cukup ramai dengan para tamu undangan. Siska juga melihat ada beberapa teman yang sudah datang.
" Hai " sapa Siska pada teman-temannya.
" Hai Siska " balas mereka.
Tak lama kemudian, terlihat Yeni dengan perut besarnya sedang dituntun oleh Bibi Yosi.
" Bibi biar Yeni sama aku aja " ucap Siska setelah menghampiri Yeni.
" Ya sudah, tolong jaga Yeni ya " ucap Bibi Yosi pada Siska.
" Siap Bi " jawab Siska.
Bibi Yosi pun pergi meninggalkan Yeni bersama dengan Siska.
" Kita duduk di sana aja ya " ucap Siska menunjuk kursi di sudut ruangan.
Yeni pun menganggukkan kepalanya.
Siska juga menggandeng tangan Yeni dan membawanya ke kursi itu. Siska membantu Yeni untuk duduk lalu ia duduk di sebelahnya.
" Ponakan Aunty apa kabar? " ucap Siska mengusap perut Yeni.
" Kita baik, Aunty " jawab Yeni menirukan suara anak kecil.
Siska pun tersenyum apalagi saat merasakan tendangan dari dua keponakannya itu.
" Ih, mereka nendang " ucap Siska tersenyum.
Tak lama kemudian Ardi dan Tya datang bersama Aditya. Siska dan Yeni pun ingin menghampiri mereka. Siska membantu Yeni untuk berdiri lalu mereka berdua menghampiri Tya dan Aditya.
" Halo keponakan, Tante " sapa Yeni pada Aditya.
Aditya pun hanya tertawa dan itu membuat semua yang ada di sana menjadi gemas.
" Pengen gendong tapi perut aku udah begah gini " ucap Yeni sangat ingin menggendong Aditya.
" Jangan deh, Dek. Lagian Aditya ini sudah berat banget " ucap Tya pada Yeni.
" Ya sudah deh. Tante cium aja " ucap Yeni menciumi seluruh wajah Aditya.
" Adit gemes banget sih Tya " ucap Siska mencubit pipi tembem Aditya.
Tya pun hanya tersenyum menanggapinya.
" Sini ikut Om yuk " ucap Dareen mengulurkan tangannya.
" Mana mau dia sama elo " ucap Risky pada Dareen.
Tapi Aditya tertawa dan merentangkan kedua tangannya minta digendong oleh Dareen.
" Tuh dia mau " ucap Dareen membawa Aditya dalam gendongannya.
Dareen pun mengajak Aditya untuk bermain bersama Aska dan Risky. Sedangkan Yeni mengobrol bersama Tya dan Siska. Ardi ikut bergabung bersama Leon untuk menyambut tamu.
Yeni mengobrol seputar kehamilan bersama dengan Tya dan juga Siska. Mereka juga membahas tentang kuliah dan Yeni serta Siska yang akan berganti prodi saat semester baru nanti karena alasan masing-masing. Siska yang tidak sanggup dengan materinya dan Yeni yang harus memiliki waktu yang banyak untuk anak-anaknya nanti. Karena di jurusan Kedokteran akan menyita banyak waktu. Yeni tidak ingin melewatkan semua tumbuh kembang anak-anaknya karena terlalu sibuk nanti.
" Kamu gak mau nambah anak lagi? " tanya Siska pada Tya.
" Ya mau, tapi ya nanti beberapa tahun lagi. Nunggu Aditya besar dan aku mau selesaikan kuliahku dulu " jawab Tya.
__ADS_1
" Kali aja mau deketan jaraknya " ucap Siska.
" Enggak dulu lah " jawab Tya.
" Sebaiknya kamu deh cepet nikah sama Frans terus kasih temen buat Adit dan baby twins " ucap Yeni pada Siska.
" Iya bener tuh " tambah Tya.
" Aku sudah putus sama Frans " ucap Siska yang membuat Yeni dan Tya terkejut.
Siska memang tidak pernah menceritakan kepada siapapun kecuali kedua orang tuanya tentang ia yang sudah putus dengan Frans.
" Hah? Putus? " ucap Tya dan Yeni bersamaan.
Mereka cukup terkejut mendengar itu karena hubungan Frans dan Siska terlihat baik-baik saja.
" Ya mungkin aku sama Frans bukan jodoh " ucap Siska dengan senyum yang dipaksakan.
Setelah itu terlihat Dareen yang membawa Aditya kembali kepada Tya.
" Tya, kayaknya Adit ngantuk deh ini " ucap Dareen karena Aditya beberapa kali menguap dan mengusap matanya.
" Sini, biar aku tidurin " ucap Tya pada Dareen.
Dareen pun memberikan Aditya pada Tya.
" Gue balik ke yang lain ya " ucap Dareen dan mereka pun menganggukkan kepala mereka sebagai jawaban.
" Nda, nen " ucap Aditya sambil memegang dada Tya.
Aditya jika mengantuk pasti minta untuk menyusu langsung pada Tya.
" Mba Tya kalo mau nyusuin Adit di kamar tamu aja. Biar aku anter " ucap Yeni pada Tya.
" Biar aku aja. Kamu duduk aja disini " cegah Siska saat melihat Yeni akan berdiri.
" Iya Dek. Biar Siska aja " ucap Tya pada Yeni.
Siska pun mendorong kursi roda Tya dan membawa Tya ke kamar tamu yang ada di rumah itu.
" Makasih ya, Siska " ucap Tya pada Siska saat mereka sudah berada di kamar tamu.
" Iya sama-sama " jawab Siska.
Setelah itu Siska pun keluar dari kamar tamu dan acara juga akan segera dimulai karena anak-anak yatim yang Leon undangan juga sudah datang.
Acara tujuh bulanan kehamilan Yeni dan syukuran rumah baru pun dimulai. Leon juga mengundang seorang ustadz untuk mengisi ceramah agama. Setelah pembacaan doa mereka semua pun makan bersama.
Ardi datang dengan membawa Aditya yang sedang menangis.
" Nda " panggil Aditya sambil menangis.
" Bawa sini, Mas " ucap Tya menghentikan makannya.
Ardi pun memberikan Aditya pada Tya.
" Cup, cup, cup, sudah sama Bunda ini " ucap Tya menenangkan Aditya.
Tya pun melanjutkan makannya dengan memangku Aditya yang tidak mau lepas darinya.
" Adit sama Tante ya, biar Bunda makan dulu " ucap Yeni ingin mengajak Aditya agar Tya bisa makan dengan tenang tapi Aditya menggelengkan kepalanya.
Karena hari sudah beranjak siang dan acara juga sudah selesai, teman-teman Leon dan Yeni pun pamit pulang. Siska dan kedua orang tuanya tetap berada di sana karena mereka masih menunggu Reno yang masih berada di luar kota.
Yeni sudah masuk ke dalam kamarnya untuk beristirahat. Sedangkan Siska menunggu Reno di teras.
" Kok lama banget ya? Nomor Mas Reno juga gak bisa dihubungi " ucap Siska cemas.
Hingga beberapa saat kemudian Reno sampai bersama dengan Nadia. Siska langsung menyuruh mereka untuk masuk. Siska meminta Bi Inah untuk memanggil Leon dan Yeni yang berada di kamar mereka.
__ADS_1
Tak lama kemudian terlihat Yeni yang sedang dituntun Leon mendekati mereka.
" Kak Yeni " ucap Nadia menggandeng tangan Yeni.
Yeni pun tersenyum pada Nadia.
Leon membantu Yeni untuk duduk di sofa karena ia cukup kesulitan.
" Pelan-pelan, Sayang " ucap Leon pada Yeni.
" Iya Mas " jawab Yeni.
Leon duduk di samping Yeni setelah memastikan Yeni duduk dengan nyaman.
" Maaf ya kami baru datang setelah acaranya selesai. Saya baru saja kembali dari luar kota dan juga Nadia tinggal di rumah Kakek dan Neneknya selama saya di luar kota " ucap Reno merasa tidak enak.
" Gak papa kok, Bang " jawab Leon.
" Iya Bang. Abang sama Nadia sudah datang sekarang aja kita sudah senang " tambah Yeni tersenyum.
" Padahal aku pengen banget dateng tadi pas acara tujuh bulanan dede twins di dalam perut " ucap Nadia sedih.
" Tapi kan sekarang Nadia sudah ada disini jadi Nadia jangan sedih lagi ya " ucap Yeni pada Nadia.
Yeni mengusap puncak kepala Nadia yang terbalut hijab.
" Saya datang kemari juga untuk menyampaikan sesuatu pada kalian " ucap Reno pada semua orang yang ada di sana.
" Apa Bang? " tanya Leon penasaran.
Reno melihat ke arah Paman Smith sebelum berbicara.
" Saya ingin mengundang kalian untuk datang ke pernikahan saya dan Siska lusa " jawab Reno.
Ucapan Reno sungguh membuat mereka semua terkejut. Kecuali Daddy Smith dan Mommy Amelia serta Siska tentunya.
" Bang Reno mau menikah sama Siska? " ucap Leon terkejut.
" Lusa? " ucap Yeni belum percaya.
" Iya. Lusa hanya ijab kabul saja dan resepsi akan menyusul " jawab Bang Reno.
Yeni menatap Siska meminta penjelasan tapi Siska hanya menundukkan kepalanya.
" Kami pasti datang ke pernikahan kalian " ucap Leon pada Reno.
Yeni hanya terdiam. Ia masih terkejut mendengar Reno dan Siska akan menikah dan ia bingung sejak kapan mereka dekat.
" Kak Yeni tau gak? Aku tu seneng banget Ayah sama Kak Siska mau menikah. Aku bakal punya ibu lagi. Aku bakal panggi Kak Siska dengan sebutan Bunda " ucap Nadia pada Yeni.
Terlihat bahwa Nadia sangat bahagia dengan pernikahan Reno dan Siska.
" Iya Sayang dan kita bakal jadi keluarga " jawab Yeni tersenyum.
Walaupun masih sangat terkejut tapi ia juga merasa bahagia karena Nadia akan merasakan kasih sayang seorang ibu dari Siska.
Setelah itu, Reno dan Nadia pun berpamitan untuk pulang. Begitu juga dengan keluarga Daddy Smith.
" Siska benar-benar cantik kalau menggunakan kerudung itu " ucap Reno di dalam mobil karena Siska yang menggunakan kerudung yang ia berikan.
Reno pun melajukan mobilnya meninggalkan rumah Leon dan Yeni untuk menuju pulang.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏
Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama " 😘
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘
__ADS_1