Menikahi Ayah Nadia

Menikahi Ayah Nadia
134. Sebuah Foto


__ADS_3

Sementara itu di tempat lain, Abel tersenyum puas melihat sebuah foto yang baru saja ia kirimkan ke seseorang yang akan membuat hubungan orang yang dibencinya hancur. Abel mengirimkan foto Frans yang sedang memeluk Siska kepada Reno. Abel mendapatkan itu dari seseorang yang ia perintahkan untuk mengikuti Frans dan orang itu memotret Frans yang sedang menolong Siska.


Awalnya Abel melakukan itu untuk mengetahui siapa saja wanita yang dekat dengan Frans, tetapi ia mendapatkan hal yang bisa membuat rumah tangga hancur. Ia tidak terima Frans membatalkan perjodohan mereka dan ia menyalahkan Siska sebagai penyebab itu semua.


" Kalau hubunganku sama Frans hancur, maka kamu juga harus merasakannya juga, Siska " ucap Abel tersenyum licik.


Abel berniat menghancurkan kebahagiaan Siska karena ia tidak bisa bersama dengan Frans, padahal itu semua bukanlah salah Siska.


***


Reno yang baru saja selesai melakukan rapat dengan para karyawannya pun baru membuka ponselnya yang tadi sengaja ia matikan. Reno membuka sebuah pesan dari Siska yang meminta izin untuk pergi keluar.


" Astaghfirullah, Dek Siska memang gak bisa sabar kalau lagi ngidam " ucap Reno khawatir.


Tentu saja Reno khawatir karena Siska pergi sendiri ke luar dengan keadaannya yang hamil besar, apalagi sekarang keadaannya ia sudah cukup kesulitan untuk bergerak.


Setelah itu Reno melihat ada sebuah nomor tidak dikenal yang mengirimkan sebuah pesan. Reno pun langsung membuka pesan tersebut dan ada sebuah foto yang memperlihatkan Siska sedang berada di dalam pelukan Frans, mantan kekasihnya.


" Kenapa Dek Siska bisa bersama Frans dan mereka berpelukan? Lalu siapa yang mengirimkan pesan ini? " gumam Reno setelah melihat pesan itu.


Jujur saja hatinya terasa panas dan cemburu saat melihat istrinya bersama dengan mantan kekasihnya, apalagi dengan posisi yang cukup intim itu. Tapi ia mencoba untuk berpikir positif dan jika Siska tidak macam-macam di belakangnya maka istrinya itu akan memberitahunya. Walaupun sampai sekarang Siska belum memberikan kabar jika ia sedang bersama dengan Frans.


Reno memutuskan untuk pulang ke rumah karena perasaannya tidak tenang, beruntung jadwalnya setelah itu kosong. Reno juga meminta Anto untuk mencari tahu milik siapa nomor yang mengirimkan pesan yang berisi foto itu.


Sesampainya di rumah, Reno langsung turun dari mobil dan bertanya tentang Siska pada Bu Ijah yang kebetulan hendak pergi keluar.


" Bu, Dek Siska sudah pulang? " tanya Reno setelah mengucapkan salam.

__ADS_1


" Sudah, Tuan. Nyonya berada di kamar sekarang " jawab Bu Ijah.


" Siska pulang bersama siapa? Apa menggunakan taksi? " tanya Reno lagi.


" Tidak, Tuan. Sepertinya Nyonya diantar seorang temannya, laki-laki " jawab Bu Ijah yang sempat melihat Frans yang mengantar Siska pulang.


Reno terdiam mendengar jawaban dari Bu Ijah. Reno yakin jika yang dimaksud oleh Bu Ijah itu adalah Frans. Walaupun rasa cemburu semakin menjadi di hatinya tetapi Reno berusaha untuk tetap tenang dan berpikir positif.


" Pasti Frans yang mengantar Dek Siska pulang " ucap Reno dalam hati.


Setelah itu Reno pun langsung pergi ke kamar untuk menemui Siska.


" Assalamualaikum " ucap Reno saat membukakan pintu kamar mereka.


" Walaikumsalam " jawab Siska menoleh ke arah pintu.


Siska sedang duduk di depan meja rias dan mengeringkan rambutnya, sepertinya Siska baru selesai mandi karena hari juga sudah mulai sore.


" Iya Sayang. Kebetulan hari ini gak ada jadwal penting lagi " jawab Reno tersenyum lalu mengecup puncak kepala Siska singkat.


Setelah itu Reno pun melepaskan jas dan dasi di tubuhnya dibantu oleh Siska.


" Sekarang kamu mandi gih, pasti kamu gerah " ucap Siska pada Reno setelah jas dan dasi Reno terlepas.


Reno pun langsung pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya dengan membawa sebuah handuk.


Lima belas menit kemudian, Reno sudah menyelesaikan kegiatan mandinya dan juga memakai pakaian yang sudah disiapkan oleh Siska. Reno pun menghampiri Siska yang sedang duduk di sofa.

__ADS_1


" Gimana tadi? Dapat minuman bobanya? " tanya Reno setelah duduk di samping Siska.


" Iya Mas, aku bahkan sampai habis dua gelas. Twins Boy juga seneng banget dan nendang-nendang saat aku minum minuman boba itu " jawab Siska antusias karena ngidamnya hari itu terpenuhi.


Reno tersenyum lalu mengusap lembut kepala Siska.


" Terus gimana hari ini? Kamu ngapain aja? Ada yang mau kamu ceritain sama aku? " tanya Reno pada Siska.


Reno sengaja bertanya seperti itu karena ia ingin tahu apakah Siska akan jujur mengatakan pertemuannya dengan Frans dan menjelaskan tentang mereka yang berpelukan atau tidak.


Siska pun dengan sangat bersemangat menceritakan semua kegiatannya hari ini, tetapi sedikit pun ia tidak menceritakan tentang pertemuannya dengan Frans. Reno merasa sangat kecewa dan hatinya terasa sakit saat Siska tidak jujur dan terbuka kepadanya. Reno pun tidak bertanya lagi karena ia ingin Siska sendiri yang mengatakan kepadanya.


" Kalau gitu Mas ke ruang kerja dulu ya. Ada beberapa pekerjaan yang mau Mas kerjakan " ucap Reno pada Siska.


" Iya Mas " jawab Siska.


Setelah itu Reno pun langsung pergi ke ruang kerjanya setelah mengambil ponsel miliknya. Reno sengaja menghindar dari Siska sekarang karena ia merasa sangat kecewa pada Siska yang tidak jujur kepadanya.


" Kenapa Dek Siska gak jujur? Apa memang ada sesuatu diantara mereka? Apa Dek Siska masih mencintai Frans? " ucap Reno setelah berada di ruang kerjanya.


Reno mengusap wajahnya kasar. Mau bagaimana pun ia tetap cemburu jika istrinya bersama dengan mantan kekasihnya, terlebih lagi ada kemungkinan Siska masih mencintai Frans. Seperti dirinya yang masih menempatkan Anisa di sudut hatinya karena Anisa adalah ibu dari putrinya.


Sedangkan Siska sendiri sengaja tidak menceritakan apa yang terjadi dan juga pertemuannya dengan Frans pada Reno karena ia tidak ingin Reno khawatir dan melarangnya untuk pergi lagi. Jika ia mengatakan hampir saja terjatuh dan di tolong oleh Frans, maka Reno akan semakin merasa khawatir. Reno akan lebih sering pulang ke rumah itu melihat keadaannya ataupun mengantar jemput dirinya lagi seperti awal kehamilan karena terlalu khawatir. Siska tidak ingin itu terjadi lagi dan sekarang juga Reno sedang melakukan proyek besar sehingga ia harus lebih fokus ke kantor.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘


Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏

__ADS_1


Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama dan Suamiku Seorang Bodyguard " 😘


Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘


__ADS_2