Menikahi Ayah Nadia

Menikahi Ayah Nadia
114. Over Dosis Es Krim


__ADS_3

Saat jam pulang kantor tiba, Siska juga baru akan pulang bersama dengan Reno. Siska sengaja menunggu Reno di kantor karena ia merasa bosan di rumah. Padahal yang ia lakukan di kantor sama saja, Siska hanya tidur di ruang khusus selama Reno bekerja.


" Ayo Sayang " ajak Reno setelah memakai jasnya yang tadi gantung di kursi kerjanya.


Siska berdiri dari duduknya dan tidak lupa ia membawa wadah makanan yang sudah kosong kembali.


Setelah itu Reno dan Siska keluar ruangan kerja Reno dengan Siska yang menggandeng tangan Reno.


" Mau jalan-jalan dulu? " tawar Reno saat mereka sudah berada di dalam mobil.


" Emangnya boleh? " tanya Siska karena jujur saja ia ingin sekali jalan-jalan barang sebentar.


" Boleh, tapi gak bisa lama-lama. Kita harus pulang sebelum magrib " jawab Reno tersenyum.


Reno melihat ke arah jam tangannya yang masih ada waktu sekitar dua jam lagi sebelum waktu magrib tiba.


Siska pun tersenyum senang. " Kalau gitu, kita ke kedai es krim yang biasa aku datengin sama Nadia ya Mas. Aku sama anak-anak kita lagi pengen makan es krim coklat dan vanilla " ucap Siska dengan mata berbinar membayangkan manisnya es krim meleleh di mulutnya.


" Baiklah kita ke sana sekarang " jawab Reno menuruti keinginan istrinya itu.


Reno langsung menyalakan mesin mobilnya dan melajukannya meninggalkan kantornya dan menuju kedai es krim langganan Siska dan Nadia.


***


Sesampainya di kedai es krim langganannya, Siska langsung turun dari mobil dengan tidak sabar. Reno hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya dan tersenyum melihat tingkah istrinya itu.


" Pelan-pelan, Sayang. Ingat ini perut besar kamu " ucap Reno menahan tangan Siska saat istrinya itu hendak berlari.


" Hehe, maaf Mas. Aku lupa " ucap Siska menunjuk kedua jarinya.


Siska terlalu bersemangat dan tidak sabar untuk memakan es krim kesukaannya sehingga ia melupakan perutnya yang besar.


Setelah itu Reno menggandeng tangan Siska dan mereka pun masuk ke dalam kedai es krim yang sedang cukup ramai. Siska meminta Siska duduk di salah satu meja kosong sedangkan ia memesan es krim coklat dan vanilla untuk Siska.


" Huh, gak sabar banget " ucap Siska yang sudah bisa membayangkan betapa segarnya saat ia memakan es krim yang dingin.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian, Reno sudah datang membawa es krim yang diinginkan oleh Siska.


" Silahkan, Sayang " ucap Reno meletakkan satu cup berukiran sedang di hadapan Siska.


" Terima kasih, Mas " ucap Siska sangat senang.


Tanpa membuang waktu lagi, Siska langsung menyantap es krim itu. Benar saja es krim coklat dan vanilla meleleh di mulutnya terasa sangat nikmat.


" Pelan-pelan Sayang, sampai belepotan gini " ucap Reno membersihkan sudut bibir Siska yang terdapat es krim dengan tangannya.


" Habisnya ini enak, Mas " jawab Siska memasukkan lagi es krim itu ke dalam mulutnya.


Reno hanya tersenyum melihat Siska yang sangat senang hanya karena memakan es krim kesukaannya. Memang benar terkadang wanita tidak membutuhkan hal yang mahal dan mewah untuk bisa membuatnya bahagia, hanya dengan menuruti semua keinginan kecilnya ia akan sangat bahagia. Sepertinya sekarang ini yang sedang Reno lakukan untuk Siska.


" Kamu gak pesan es krim juga? " tanya Siska pada Reno karena ia baru sadar jika Reno hanya memesankan untuk dirinya saja.


" Enggak, Sayang. Kamu kan tau kalau Mas gak terlalu suka es krim " jawab Reno yang tidak terlalu menyukai makanan manis.


Siska mengetahui itu tetapi tiba-tiba saja ia ingin melihat Reno memakan es krim. Siska segera menyendokkan es krim miliknya dan ingin menyuapkannya kepada Reno.


Mata Siska pun langsung berkaca-kaca mendengar penolakan Reno.


" Padahal anak-anak kita mau lihat Ayahnya makan es krim " ucap Siska hendak menangis.


Reno pun panik melihat itu. Jangan sampai istrinya itu marah dan menangis di sana karena ia tidak ingin memakan es krim dari suapannya.


" Eh Sayang, jangan nangis ya. Maafin Ayah ya, Ayah mau kok makan es krimnya " ucap Reno sebelum Siska benar-benar menangis di sana.


Senyum cerah pun langsung terbit dari bibir Siska sampai Reno dibuat tidak percaya dengan perubahan mood Siska yang begitu cepat. Siska segera menyuapkan es krim itu ke mulut Reno dan Reno hanya bisa menerimanya asalkan istrinya itu senang.


" Sudah, Sayang. Nanti es krim kamu malah habis kalau kamu suapin Mas terus " ucap Reno pada Siska karena Siska terus menyuapi dirinya.


" Gak papa Mas, lagian aku sudah gak pengen lagi es krimnya jadi kamu habisin ya. Kan mubazir kalau gak habis " jawab Siska terus menyuapi Reno.


Akhirnya Reno hanya bisa pasrah walaupun sekarang ia merasa ingin muntah karena es krim itu terlalu manis dan ia tidak menyukainya. Tetapi demi membuat Siska senang, ia harus bisa menahannya hingga es krim dalam cup itu habis.

__ADS_1


" Nah, Ayah pinter deh makan es krimnya " ucap Siska tersenyum puas setelah es krim itu habis.


Reno hanya tersenyum kaku karena ia merasa seluruh es krim yang ia makan ingin keluar tetapi ia tidak menunjukkan di depan Siska karena ia takut Siska akan merasa sedih.


" Sayang, aku ke toilet dulu ya " ucap Reno yang sudah tidak tahan lagi.


" Iya Mas " jawab Siska tanpa curiga Reno ingin memuntahkan es krim yang baru ia suapkan.


Setelah itu Reno langsung pergi ke toilet dengan cepat. Reno langsung memuntahkan isi perutnya yang kebanyakan ada es krim yang baru saja masuk.


" Astaghfirullah, gara-gara es krim aku sampai lemes gini " ucap Reno mengusap mulutnya dengan tisu.


Reno membasuh wajahnya agar Siska tidak curiga dan jangan sampai tahu jika ia baru saja memuntahkan semua es krim itu atau Siska akan marah kepadanya.


" Sayang, kita pulang ya " ucap Reno setelah kembali dark toilet.


" Bentar, Mas. Aku masih nunggu pelayan siapin es krim yang pesan " jawab Siska lalu berdiri dari duduknya.


" Kamu mau Mas makan es krim lagi? " tanya Reno was-was Siska meminta ia memakan es krim lagi.


" Enggak, Mas. Aku pesan buat Nadia " jawab Siska.


Reno pun merasa lega karena ia tidak harus memakan es krim yang membuatnya ingin muntah karena terlalu manis.


" Emang kamu mau es krim lagi? Kalau mau biar aku pesanin " ucap Siska ingin pergi memesan es krim untuk Reno.


" Enggak Sayang, gak usah " tolak Reno dengan cepat karena ia tidak ingin over dosis es krim.


Setelah itu Reno dan Siska pun langsung pulang setelah mendapatkan es krim untuk Nadia dan Reno bersyukur Siska tidak memaksanya memakan es krim lagi. Jika tidak, makan ia akan benar-benar akan over dosis es krim.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘


Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏


Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama dan Suamiku Seorang Bodyguard " 😘

__ADS_1


Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘


__ADS_2