
Sesampainya di rumah, Reno dan Siska sudah disambut oleh Nadia yang sangat penasaran dengan bagaimana pemeriksaan calon adiknya yang masih di dalam perut Siska. Nadia menggandeng tangan Siska dan mengajak Siska untuk duduk di sofa ruang keluarga.
" Jadi Bunda sama calon adik Nadia gimana Bun? Adik Nadia laki-laki atau perempuan? " tanya Nadia tidak sabar dan sangat antusias bertanya tentang calon adiknya itu.
Reno dan Siska tersenyum melihat itu. " Bunda sama calon adik Nadia sehat dan baik-baik aja, Sayang. Jenis kelaminnya belum tau karena adik masih sangat kecil di perut Bunda " jawab Siska tersenyum.
" Memangnya Nadia mau punya adik laki-laki atau perempuan? " tanya Siska pada Nadia.
" Nadia maunya punya adik laki-laki biar bisa jagain Nadia kalau sudah besar nanti kayak Ayah yang selalu jagain Tante Arisa. Tapi kalau adik Nadia itu perempuan juga gak papa, Nadia bakal tetep sayang dan bakal jadi Kakak yang baik " jawab Nadia.
Jawaban Nadia yang begitu dewasa membuat Reno dan Siska tersenyum, ternyata Nadia sama dengan mereka berdua yang juga tidak mempermasalahkan apapun jenis kelamin anak mereka nanti.
" Tapi ada satu lagi hal baik yang pasti bakal buat Nadia bahagia " ucap Reno pada Nadia.
" Apa itu, Ayah? " tanya Nadia sangat penasaran.
Reno tersenyum lalu melirik ke arah Siska sebentar. " Bunda itu mengandung bayi kembar jadi Nadia akan punya dua adik sekaligus " jawab Reno memberitahukan pada Nadia lalu mengusap perut Siska.
Nadia tampak terkejut mendengarnya tapi senyum lebar langsung mengembang di bibirnya.
" Serius Nadia akan punya dua adik langsung? " tanya Nadia dengan wajah yang sangat bahagia.
Reno menganggukkan kepalanya dan tersenyum.
" Bunda, ini gak bohong kan? " ucap Nadia memastikan pada Siska.
" Iya Sayang " jawab Siska tersenyum.
Nadia pun langsung memeluk Siska dengan begitu erat untuk mengungkapkan kebahagiaannya dan Siska membalas pelukan Nadia. Tapi tidak lama, Nadia langsung melepaskan pelukannya.
" Maaf ya Bunda, Nadia peluknya kekencangan. Adik-adik Nadia pasti merasa sesak " ucap Nadia merasa bersalah.
Siska tersenyum. " Enggak kok, Sayang. Adik-adik pasti seneng dipeluk Kakak Nadia " jawab Siska tidak ingin Nadia merasa bersalah dengan hal yang tidak terjadi.
Setelah itu, Nadia menempelkan kepalanya di perut Siska yang masih rata dan mengajak calon adik-adiknya bicara.
" Adik-adiknya Kakak Nadia, kalian sehat-sehat dan baik-baik di perut Bunda ya. Kakak Nadia nunggu banget kalian lahir dan kita bisa main sama-sama " ucap Nadia pada calon bayi di perut Siska.
Reno dan Siska merasa sangat terharu mendengar itu, bahkan Siska sampai menitihkan air matanya. Mereka bisa melihat betapa bahagianya Nadia saat tahu akan memiliki adik. Mungkin karena selama ini Nadia tidak memiliki saudara ataupun teman sehingga ia merasa sangat bahagia.
" Bunda sama Ayah tenang aja, aku akan jaga adik-adik dengan baik " ucap Nadia pada Reno dan Siska.
__ADS_1
" Iya Sayang. Ayah yakin Nadia pasti akan jadi kakak yang baik " jawab Reno lalu mencium kening Nadia.
Siska hanya menganggukkan kepalanya dan menghapus air matanya karena terharu.
Setelah itu, mereka pun segera bersiap untuk melaksanakan sholat dzuhur berjamaah lalu makan siang bersama.
***
Di dalam kamar, Siska sedang menyandarkan kepalanya di dada bidang sang suami. Reno menemani Siska untuk beristirahat setelah makan siang. Sedangkan Nadia sudah pergi ke kamarnya untuk tidur siang.
" Mas, aku gak nyangka Nadia akan sebahagia itu setelah tau kalau aku lagi hamil " ucap Siska pada Reno.
" Nadia kan selama ini sendiri, dia gak punya saudara ataupun teman. Jadi Nadia pasti akan sangat bahagia dengar kamu lagi hamil adik-adik buat dia " jawab Reno lalu mencium puncak kepala Siska.
Reno memang dari tadi terus mencium puncak kepala Siska karena entah mengapa ia sangat suka dengan wangi dari rambut Siska. Hal itu membuat Siska merasa sedikit terganggu.
" Mas kenapa sih dari tadi ciumin rambut aku terus? " tanya Siska pada Reno.
" Mas suka aja sama wangi dari rambut kamu " jawab jawab Reno kembali mencium rambut Siska.
" Kalau gitu, Mas pakai aja sampo punya aku " ucap Siska.
" Beda kalau Mas yang pakai, Sayang. Entah kenapa juga wanginya cuma kalau kamu yang pakai " jawab Reno.
" Itu termasuk juga " jawab Reno tertawa.
Siska pun mencebikkan bibirnya mendengar Reno yang tertawa tapi ia juga suka jika Reno menciumnya.
Tawa Reno terhenti saat tangan kecil Siska mulai nakal dengan membuat pola-pola kecil di dada Reno. Hal seperti itu bisa membangkitkan sesuatu dalam diri Reno dengan cepat.
" Sayang, tangannya jangan nakal " ucap Reno menghentikan tangan Siska.
" Emangnya kenapa? " tanya Siska pada Reno.
" Nanti ada sesuatu yang bangun dan susah buat nidurinnya lagi " jawab Reno.
Siska tersenyum licik setelah mendengar itu dan mengerti apa yang dimaksud oleh suaminya itu.
" Kalau susah biar aku yang bantu nidurinnya " ucap Siska mengusap lembut dada bidang Reno.
Entah dorongan dari mana, saat ini Siska merasa sangat ingin melakukan itu dengan Reno dan akan berusaha untuk memancingnya.
__ADS_1
" Enggak, Sayang. Kamu lagi hamil dan Mas gak mau bahayain kalian " tolak Reno karena memikirkan Siska dan calon anak-anak mereka.
" Kata Yeni gak papa Mas, yang penting pelan-pelan. Kata Dokter Sinta juga gitu, aku pernah denger " ucap Siska dengan tangannya terus menggoda Reno.
" Beneran, Sayang? " tanya Reno memastikan.
Reno memang tidak menanyakannya tadi pada Dokter Sinta karena ia sangat malu menanyakan hal yang menurutnya sangat privasi.
" Iya Mas " jawab Siska tersenyum.
Reno yang sudah tidak tahan pun langsung mengungkung tubuh Siska, apalagi tangan nakal Siska yang terus bergerak tentu saja sangat memancing hasratnya.
" Baiklah kalau kamu juga mau, Mas akan melakukannya pelan-pelan " ucap Reno pada Siska.
" Lakukan lah, Mas " jawab Siska tersenyum.
Reno langsung mencium bibir Siska setelah membaca doa berhubungan suami istri di telinga Siska. Siska dengan senang hati membalas ciuman itu dan mengalungkan tangannya pada leher Reno.
Mereka berdua pun melakukan hubungan suami istri di siang yang cukup panas dengan selimut yang menutupi seluruh tubuh mereka. Reno bergerak dengan sangat hati-hati agar tidak menyakiti Siska dan calon anak-anak mereka.
***
Hai guys ini visual sesuai dengan bayangan author ya. Mohon maaf jika tidak sesuai dengan ekspektasi kalian semua.
Reno Wijayanto
Fransiska Richard
Nadia Mustika Wijayanto (versi gak berhijab ya)
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏
__ADS_1
Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama dan Suamiku Seorang Bodyguard " 😘
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘