Menikahi Ayah Nadia

Menikahi Ayah Nadia
36. Menghindari Reno


__ADS_3

Reno baru saja sampai di rumah saat hari sudah hampir gelap. Ia memang baru berangkat dari rumah kedua mertuanya setelah sholat ashar karena Abi Umar mengajaknya untuk pergi ke acara warga di sekitar pesantren.


Reno masuk ke dalam rumah tapi keadaan rumah terlihat sangat sepi. Reno pun langsung pergi ke kamarnya lalu membersihkan tubuhnya karena beberapa menit lagi azan magrib akan berkumandang.


Reno keluar dari kamar mandi dan tersenyum saat melihat pakaiannya sudah disiapkan oleh Siska di atas tempat tidur. Reno langsung memakai pakaian itu dan segera pergi ke mushola rumah untuk melaksanakan sholat magrib berjamaah.


Reno memasuki mushola rumah dan di sana sudah ada Siska dan Nadia serta Arisa yang sudah menunggunya. Mereka sholat magrib berjamaah dengan Reno yang menjadi imam.


" Ayah kenapa lama sekali di rumah Kakek dan Nenek? " tanya Nadia saat mereka keluar dari mushola.


" Tadi Kakek ajak Ayah untuk pergi ke acara warga di sekitar pesantren " jawab Reno.


Setelah itu mereka pun pergi meja makan untuk makan malam bersama. Siska mengambilkan nasi dan lauk untuk Reno. Ia tetap melakukan tugas dan kewajiban untuk melayani sang suami walaupun ia masih enggan untuk berbicara dengan Reno mengingat yang ia lihat di kamar Reno.


Siska mengambilkan nasi dan lauk juga untuk Nadia lalu dirinya sendiri. Mereka pun mulai makan malam bersama dengan tenang.


" Masakan Bunda enak kan, Yah " ucap Nadia pada Reno setelah mereka selesai makan malam.


" Iya Sayang, masakan Bunda sangat enak " jawab Reno tersenyum.


Ia memang harus mengakui masakan Siska memang sangat enak. Tidak jauh dengan masakan Anisa dulu.


Setelah itu, mereka pun pergi ke ruang keluarga untuk menonton televisi sembari menunggu waktu isya. Siska dan Arisa juga ikut bergabung dengan Reno dan Siska setelah selesai membereskan meja makan dan mencuci piring. Siska duduk di sofa yang cukup jauh dari Reno.


Reno cukup heran dengan perubahan sikap Siska. Ia merasa Siska seperti tidak ingin dekat-dekat dengan dirinya apalagi Siska tidak berbicara apapun padanya dari ia pulang ke rumah.


" Dek Siska kenapa ya? " tanya Reno dalam hati pada dirinya sendiri.


Saat waktu isya tiba mereka pun segera mengambil air wudhu lalu melaksanakan sholat isya berjamaah di mushola.


Siska akan menemani Nadia untuk tidur di kamarnya dan mungkin ia akan tidur bersama dengan Nadia malam hari ini. Ia tidak ingin tidur dengan Reno dulu dan menghindarinya untuk sementara waktu agar hatinya tidak terasa begitu sakit.


" Aku ke kamar duluan ya. Aku mau belajar buat ulangan harian besok " pamit Arisa.


" Iya, yang semangat belajarnya " ucap Siska pada Arisa.


" Siap Kak " jawab Arisa.


Setelah itu Arisa pun langsung pergi ke kamarnya.


" Ayo Sayang, kita ke kamar kamu. Katanya kamu tadi ngantuk " ucap Siska pada Nadia.

__ADS_1


" Iya Bunda " jawab Nadia.


" Ayah, Nadia tidur dulu ya " ucap Nadia pada Reno.


" Iya Sayang. Jangan lupa baca doa dulu sebelum tidur " ucap Reno mengingat sang putri.


" Iya Ayah " jawab Nadia.


Siska dan Nadia pun pergi ke kamar Nadia dan meninggalkan Reno yang masih berdiri di tempatnya.


" Ada apa sama Dek Siska? Kenapa dari tadi seperti menghindari aku " ucap Reno bingung.


Ia menatap punggung Siska hingga Siska menghilangkan dari balik pintu kamar Nadia.


Reno memilih untuk kembali ke ruang keluarga dan menonton televisi sembari menunggu Siska yang sedang menemani Nadia tidur. Ia harus menanyakan apa yang terjadi sehingga Siska berubah sikap.


Di kamar Nadia, Siska sedang menyelimuti tubuh Nadia dengan selimut hingga dada lalu ikut merebahkan tubuhnya di samping Nadia.


" Bunda tidur sama Nadia kan malam ini? " tanya Nadia pada Siska.


" Iya Sayang. Bunda tidur sama Nadia malam ini " jawab Siska.


" Sekarang Nadia baca doa dulu sebelum tidur " ucap Siska mengingatkan Nadia.


" Iya Bunda " jawab Nadia.


" Bunda usap kepala Nadia ya sampai Nadia tidur " pinta Nadia pada Siska.


" Iya Sayang " jawab Siska.


Nadia pun mulai memejamkan matanya. Siska mengusap lembut kepala Nadia dengan rambut yang sudah mulai memanjangkan dari sebelumnya.


" Maafin aku Mas, untuk malam ini dan mungkin malam seterusnya aku gak bisa tidur sama kamu. Apalagi tinggal di kamar yang masih ada kenangan indah kamu sama Mbak Anisa. Aku gak kuat Mas, hati aku sakit " ucap Siska dalam hati.


Siska mengusap air matanya yang kembali jatuh dan membasahi pipinya lalu kembali mengusap kepala Nadia hingga Nadia benar-benar tidur. Hingga tanpa terasa ia pun ikut tertidur di samping Nadia.


Reno yang masih berada di depan tv pun sudah mulai mengantuk. Ia melihat jam sudah menunjukkan pukul dua belas malam tapi Siska belum juga keluar dari kamar Nadia. Reno pun mematikan tv yang masih menyala dan memutuskan untuk menyusul Siska yang sedang berada di dalam kamar Nadia.


Tok tok tok.


Reno mengetuk pintu kamar Nadia hingga beberapa kali dan akhirnya pintu kamar itu terbuka dan menampilkan Siska di sana.

__ADS_1


" Ada apa? " tanya Siska datar.


Siska masih berusaha untuk menghindar dari Reno.


" Kenapa lama sekali di kamar Nadia? Apa Nadia belum tidur? " tanya Reno pada Siska.


" Nadia sudah tidur dari tadi. Nadia minta aku buat tidur dengan dia malam ini " jawab Siska.


Reno sedikit terkejut karena Siska baru mengatakan jika Nadia memintanya untuk ditemani tidur oleh Siska.


" Ya sudah, tapi aku mau bicara sama kamu sebentar " ucap Reno pada istrinya itu.


Siska pun melangkah keluar dari kamar Nadia dan menutup pintu kamar Nadia kembali. Siska pergi ke ruang keluarga untuk berbicara dengan Reno.


" Kamu mau bicara apa Mas? " tanya Siska pada Reno.


Reno duduk di samping Siska lalu menarik tangan Siska dalam genggamannya tapi Siska segera menariknya kembali.


" Kenapa sikap kamu berubah setelah Mas kembali? Apa kamu marah karena Mas pulang terlalu lama? " tanya Reno karena ia merasa Siska berbeda setelah ia kembali.


" Aku gak marah sama kamu, Mas " jawab Siska dingin.


" Terus kamu kenapa? Apa kamu ada masalah? Mas juga merasa kamu mencoba untuk menghindari Mas " tanya Reno pada Siska.


" Aku gak papa Mas dan aku gak ada masalah " jawab Siska.


" Aku ke kamar Nadia lagi ya, Mas. Takutnya nanti Nadia bangun dan cari aku lagi " ucap Siska pada Reno.


" Selamat istirahat dan selamat malam, Mas " lanjut Siska.


Siska berdiri dari posisi duduknya lalu langsung pergi ke kamar Nadia. Siska masuk ke dalam kamar mandi dan kembali menangis di sana.


" Kamu bener-bener gak sadar apa yang buat aku bersikap seperti ini, Mas " ucap Siska dalam tangisnya.


Setelah merasa tenang dan bisa mengendalikan dirinya, Siska keluar dari kamar mandi dan bergabung dengan Nadia lalu tidur.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘


Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏


Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama " 😘

__ADS_1


Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘


__ADS_2