Menikahi Ayah Nadia

Menikahi Ayah Nadia
81. Meminta Pulang


__ADS_3

Hari ini Reno lagi-lagi dibuat pusing dengan tingkah Siska. Sekarang memang Siska tidak lagi menyuruhnya menjauh dan mengatakan jika tubuhnya sudah wangi. Tapi tiba-tiba saja pagi ini Siska meminta pulang ke Indonesia karena ingin membeli kerak telor yang penjualnya memiliki istri yang sedang hamil. Sungguh permintaan yang sangat aneh dan di luar akal sehatnya. Padahal mereka baru lima hari di Jepang dan rencana mereka untuk pergi ke Osaka harus gagal.


" Sayang, masih ada waktu dua hari lagi dan kita kan mau ke Osaka. Jadi pulang ke Indonesia nya dua lusa ya " ucap Reno mencoba untuk membujuk Siska.


" Enggak mau " jawab Siska yang masih pada pendiriannya ingin pulang ke Indonesia saat itu juga.


" Sayang, tolong jangan seperti anak kecil ya. Mas sudah rencanakan bulan madu ini lo masa kita pulang gitu aja " ucap Reno masih berusaha sabar menghadapi istrinya.


Siska merasa sangat kesal saat mendengar Reno mengatakan dirinya seperti anak kecil.


" Aku emang masih anak kecil dan kamu yang mau nikahin anak kecil ini. Kalau emang kamu mau tetap di sini ya silahkan, aku bisa pulang sendiri ke Indonesia " ucap Siska emosi.


Kemudian Siska beranjak pergi mengambil koper dan membuka lemarinya lalu memasukkan pakaiannya ke dalam koper. Sedangkan Reno tentu saja sangat panik melihat itu, ia langsung menghampiri Siska.


" Sayang " ucap Reno memegang kedua tangan Siska yang sedang memasukkan pakaiannya ke dalam koper.


" Lepasin, aku harus beresin barang-barang aku " ucap Siska berusaha melepaskan tangannya.


Ia bahkan sudah menangis dengan air mata yang begitu deras mengalir di pipinya. Entah mengapa ia merasa sangat marah dan kecewa karena Reno tidak mau menuruti keinginannya. Ia benar-benar sangat menginginkan kerak telor yang dijual di Indonesia dan juga penjualnya harus memiliki istri yang sedang hamil.


" Sayang, maafin Mas ya. Kamu jangan nangis gini, hati Mas sakit kalau liat kamu nangis apalagi itu gara-gara Mas " ucap Reno yang memang tidak bisa melihat Siska menangis seperti itu.


" Kalau gitu kita pulang ke Indonesia sekarang. Aku mau beli kerak telor yang di deket Monas terus kita cari penjual yang istrinya lagi hamil " ucap Siska menghentikan tangisnya walaupun masih sesenggukan.


Reno menghela napasnya dan menuruti keinginan istrinya itu karena memang tidak ada pilihan lain dari pada Siska terus menangis dan nekat pulang sendiri ke Indonesia.


" Iya Sayang, kita pulang sekarang " jawab Reno pada akhirnya.


Sebuah senyuman yang sangat lebar akhirnya terbit dari bibir mungil Siska. Ia merasa sangat senang karena akhirnya Reno mau menuruti apa keinginannya.

__ADS_1


" Beneran, Mas? " tanya Siska dengan mata berbinar yang membuat Reno tidak sanggup untuk membuatnya kecewa.


" Iya Sayang " jawab Reno sambil menganggukkan kepalanya.


Siska yang merasa sangat senang itu pun langsung menangkup wajah Reno dan memberikan kecupan manis pada bibir suaminya itu beberapa kali. Reno jelas saja sangat terkejut karena Siska tidak pernah berinsiatif untuk menciumnya terlebih dahulu apalagi itu di bibir. Tapi walaupun begitu ia merasa senang mendapatkan kecupan dari Siska.


" Makasih ya, Mas. Aku makin cinta sama kamu " ucap Siska dengan senyum yang tidak luntur dari bibirnya.


" Iya Sayang, apapun itu buat kamu " jawab Reno.


" Tapi kurang Sayang, masa cuma sebentar doang " ucap Reno sambil menunjuk bibirnya.


" Oke sekali lagi ya " ucap Siska mau memberikan kecupan lagi karena Reno sudah mau menuruti keinginannya.


Siska pun mendaratkan bibirnya di bibir tebal milik Reno tapi saat ia ingin melepaskannya, Reno malah menahan tengkuknya dan malah memperdalam ciuman itu. Reno bahkan ******* dan menghisap bibir Siska hingga Siska kesulitan untuk bernapas.


" Huh, huh, huh " Siska segera meraup oksigen sebanyak-banyaknya setelah ciuman itu terlepas.


" Kamu itu kalau cium yang kira-kira dong, Mas " gerutu Siska dan Reno hanya tertawa kecil.


" Maaf, Sayang " jawab Reno.


" Mas pesan tiket pesawat ke Indonesia. Mas bakal cari penerbangan tercepat hari ini " ucap Reno pada Siska.


Siska pun menganggukkan kepalanya.


Reno berdiri dan mengambil ponselnya untuk memesan tiket ke Indonesia. Sedangkan Siska melanjutkan untuk membereskan semua barang-barang mereka dan memasukkannya ke dalam koper.


" Sayang " panggil Reno setelah lima belas menit.

__ADS_1


Siska yang masih sibuk dengan kopernya pun langsung menoleh ke arah Reno. " Iya Mas " jawab Siska.


" Hari ini cuma ada penerbangan malam hari jam tujuh malam ke Indonesia. Gak papa ya kita tunggu sampai malam " ucap Reno pada Siska setelah memesan tiket pesawat untuk mereka berdua.


" Ya sudah deh, gak papa " jawab Siska yang tidak bisa terus memaksakan keinginannya.


" Kita juga belum beli oleh-oleh buat orang-orang di rumah. Nadia juga bakal sedih banget kalau kita pulang tanpa bawa apa-apa buat dia " lanjut Siska yang baru mengingat jika mereka belum membeli satu pun oleh-oleh.


Reno meletakkan ponsel di atas meja lalu kembali mendekati Siska. Ia berniat membantu Siska mengerjakan itu semua agar lebih cepat selesai.


" Sini Mas bantuin biar cepet selesai. Jadi kita masih ada waktu dan pergi beli oleh-oleh buat orang-orang di rumah " ucap Reno dan Siska menganggukkan kepalanya setuju.


Setelah itu mereka berdua pun langsung merapikan semua barang-barang mereka dan memasukkannya ke dalam koper.


***


Pada sore harinya, Reno dan Siska sudah siap untuk pergi. Mereka keluar dari apartemen dengan membawa dua koper. Mereka sengaja membawa koper itu langsung karena tidak ingin bolak-balik dan akan langsung pergi ke bandara. Mereka juga sudah menyewa mobil beserta supir untuk mengantar mereka mencari oleh-oleh dan pergi ke bandara.


Reno menyerahkan kartu akses apartemen ke resepsionis apartemen itu lalu setelah itu mereka langsung keluar karena mobil yang mereka sewa sudah menunggu.


Reno dibantu oleh supir mobil itu memasukkan dua koper besar milik mereka ke dalam bagasi.


" Ayo masuk " ucap Reno setelah selesai.


Arisa pun masuk ke dalam mobil dan disusul Reno yang duduk di sampingnya. Baru setelah itu supir yang memastikan bagai tertutup dengan baik. Supir itu pun langsung menjalankan mobil itu setelah mendapatkan perintah dari Reno.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘


Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏

__ADS_1


Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama dan Suamiku Seorang Bodyguard " 😘


Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘


__ADS_2