
Setelah mendengar jawaban Reno yang tidak pernah merasakan ngidam sebelumnya, Siska pun menjadi penasaran saat istri pertama Reno mengandung Nadia dulu.
" Emang saat Mbak Anisa hamil Nadia, Mas gak rasain ngidam kayak gini? " tanya Siska penasaran.
" Enggak. Saat Anisa hamil Nadia, malah Anisa yang merasakan semua itu mulai dari mual dan ngidamnya juga " jawab Reno.
Reno kembali mengingat kenangan indah sekaligus pahit saat Anisa mengandung Nadia dengan keadaan kandungan sangat lemah dan membuat Anisa pergi meninggalkannya untuk selamanya.
" Dulu, Anisa yang suka banget sama belimbing wuluh ini sampai akhirnya Mas tanam pohonnya di halaman belakang. Ada satu kejadian Anisa minta Mas buat makan belimbing wuluh ini dan dalam satu gigitan aja Mas sudah gak kuat karena asem banget dan Mas heran kenapa Anisa bisa makan belimbing wuluh itu biasa aja. Mas selalu khawatir setiap Anisa makan buah itu takut dia dan Nadia dalam keadaan berbahaya apalagi saat itu kandungannya sangat lemah. Jadi Mas selalu awasin apa aja yang dia makan dan Anisa sering ngambek karena Mas larang makan ini itu. Tapi Mas suka saat melihat itu, dia terlihat semakin cantik kalau sedang ngambek seperti itu dan itu yang membuat Mas juga semakin cinta sama dia. Itulah kenangan indah sebelum dia pergi meninggalkan Mas untuk selamanya " ucap Reno menceritakan masa-masa kehamilan Anisa saat mengandung Nadia yang tanpa ia sadari membuat hati Siska terluka.
Siska hanya tersenyum kecut mendengar itu. Ia tidak bisa memungkiri jika hatinya terluka saat Reno memuji Anisa dan berkata mencintainya. Siska sudah berusaha ikhlas dan berlapang dada menempati hati Reno bersama-sama dengan Anisa tetapi tetap saja hatinya tidak sekuat itu. Apalagi dengan keadaan moodnya yang mudah sekali berubah membuat ia sekarang merasa lebih sakit dari sebelumnya.
" Sakit banget Ya Allah, hatiku gak sekuat itu " ucap Siska di dalam hati.
" Hmm, beda banget ya Mas sama pas aku hamil " ucap Siska tersenyum.
Siska berusaha untuk menutupi apa yang ia rasakan dari Reno, karena ia merasa itu bukan salah Reno. Wajar saja Reno terlihat bahagia menceritakan kenangan indah bersama orang yang mungkin akan selalu dicintainya.
" Mas juga akan selalu menjaga kamu sama seperti Mas menjaga Anisa dulu " ucap Reno mengusap kepala Siska yang sedang tidak memakai hijab itu.
Siska hanya tersenyum menanggapi itu. Ia sebenarnya bahagia Reno berkata seperti tapi hatinya sudah merasa sakit terlebih dahulu.
" Kalau gitu aku ke kamar dulu ya, Mas " ucap Siska pada Reno.
" Iya Sayang. Mas beresin ini dulu baru nyusul ke kamar " jawab Reno.
Siska pun menganggukkan kepalanya lalu pergi dari dapur.
Siska pergi ke kamar hanya untuk mengambil hijab instan miliknya lalu keluar lagi. Ia memilih untuk pergi ke taman untuk menenangkan pikirannya. Ia tidak ingin nanti berakibat buruk pada kandungan karena terlalu banyak pikiran.
__ADS_1
Siska memilih untuk duduk di bangku yang ada di sana dan di bawah sebuah pohon besar sehingga teras sangat sejuk berada di sana.
" Mas Reno masih sangat mencintai kamu Mbak, mungkin cintanya jauh lebih besar dari pada cintanya aku. Gak salah kan kalau aku iri, Mbak. Bukan maksud aku mau menyaingi atau pun mengusir Mbak Anisa dari hati Mas Reno, tapi jujur aja hati aku sakit Mbak setiap kali Mas Reno muji Mbak Anisa atau setiap bilang cinta ke Mbak Anisa " ucap Siska pelan seolah-olah Anisa bisa mendengarnya.
Siska mengusap air mata di pipinya, ia tidak ingin menangis sebenarnya tapi air matanya jatuh begitu saja.
Tiba-tiba saja ia merasa perutnya terasa kram walaupun tidak separah saat kemarin. Siska berusaha untuk menahan rasa sakit itu dan berusaha untuk tenang.
" Maafin Bunda ya, Sayang " ucap Siska mengusap perutnya dengan menahan rasa sakit itu.
Itu semua tidak luput dari penglihatan Reno. Reno yang tadi sedang mencari keberadaan Siska pun langsung panik saat melihat Siska yang sedang mengusap perutnya dengan wajah yang menahan rasa sakit.
" Sayang, kamu kenapa? Perut kamu sakit lagi? " tanya Reno panik.
" Enggak kok Mas, cuma sedikit kram aja " jawab Siska tidak ingin Reno khawatir.
" Astaghfirullah Sayang, kita ke rumah sakit ya sekarang " ucap Reno malah semakin panik.
Siska meminta Reno untuk duduk di sampingnya dan mengusap perutnya itu lalu ia menyandarkan kepalanya di dada Reno. Benar saja dengan cara itu perutnya tidak merasakan kram lagi.
" Kita masuk ke dalam rumah ya " ucap Reno pada Siska.
" Aku masih mau di sini, Mas " tolak Siska.
Reno pun terdiam memandangi wajah Siska yang menatap lurus ke depan dan sepertinya Siska sedang melihat bunga-bunga yang sedang bermekaran di taman itu.
" Sayang, kamu baik-baik aja? " tanya Reno pada Siska.
Reno merasa Siska berbeda setelah mereka bercerita di dapur tadi.
__ADS_1
" Aku baik-baik aja, Mas " jawab Siska tersenyum.
Reno mencoba mencari tahu sendiri apa yang menyebabkan Siska berbeda dan ia teringat saat ia menceritakan tentang Anisa dan mungkin Siska berubah karena itu dan ia tidak sengaja melukai hati Siska tanpa ia sadari.
" Sayang " panggil Reno setelah cukup lama mereka sama-sama diam.
" Iya Mas " jawab Siska tanpa menoleh pada Reno.
" Mas minta maaf ya kalau cerita Mas tadi tentang Anisa itu melukai hati kamu. Mas gak sadar itu dan gak bermaksud melukai hati kamu " ucap Reno pada Siska.
Mendengar itu Siska langsung mengangkat kepalanya dari dada Reno lalu menatap wajah Reno.
" Kenapa Mas minta maaf, Mas gak salah " ucap Siska.
" Perasaan aku aja yang sensitif jadi ngerasa sedikit gak enak aja, tapi gak papa kok. Aku sadar aku gak bisa milikin hati kamu sebagai satu-satunya " lanjut Siska tersenyum.
Senyum itu membuat Reno semakin merasa bersalah, Reno menarik Siska ke dalam pelukannya.
" Maaf ya, Sayang. Mas gak bisa buat usir Anisa dari hati Mas, dia akan ada di satu sisi hati Mas. Tapi kamu bisa miliki hati dan raga Mas semuanya, semuanya buat kamu Sayang " ucap Reno lalu mengecup kening Siska.
" Aku gak minta kamu usir Mbak Anisa dari hati kamu, Mas. Kita bisa menempati hati kamu sama-sama " jawab Siska mencoba untuk berbesar hati dan berlapang dada kembali menerima itu.
Siska membalas pelukan Reno dan meresapi kenyamanan pelukan itu di bawah pohon yang melindungi tubuh mereka dari sinar matahari yang terik siang itu.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏
Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama dan Suamiku Seorang Bodyguard " 😘
__ADS_1
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘