Menikahi Ayah Nadia

Menikahi Ayah Nadia
113. Ke Kantor Reno


__ADS_3

Keesokkan harinya Siska berada di dapur untuk menyiapkan makan siang untuk Reno, hanya menyiapkannya dan memasukkannya ke dalam wadah karena yang memasak ada Bu Ijah. Bu Ijah benar-benar menuruti semua perintah suaminya itu agar ia tidak melakukan apapun. Untuk menyiapkan makan siang ke dalam wadah pun ia harus memohon pada Bu Ijah agar Bu Ijah mengizinkannya.


Siska akan pergi ke kantor Reno untuk mengantarkan makan siang. Ini adalah pertama kalinya ia akan pergi ke kantor Reno karena sebelumnya ia sangat malas jika harus pergi kantor tetapi entah mengapa hari ini ia ingin pergi ke kantor suaminya dan mencari suasana baru karena ia sangat bosan di rumah.


" Mobilnya sudah siap, Nyonya " ucap Bimo yang menghampiri Siska yang berada di dapur.


" Baiklah, saya akan segera keluar " jawab Siska yang baru selesai menutup wadah tempat makanan itu


Setelah itu Siska pun pergi keluar dari dapur dengan membawa wadah makanan dan ia menghampiri Nadia dulu yang sedang menonton televisi di ruang keluarga.


" Sayang, Bunda mau ke kantor Ayah. Apa kamu mau ikut? " tanya Siska pada Nadia.


" Enggak, Bunda. Nadia mau di rumah aja " jawab Nadia karena ia baru pulang sekolah dan masih merasa lelah.


" Baiklah Bunda pergi ya Sayang " pamit Siska.


" Iya Bunda " jawab Nadia lalu mencium tangan Siska.


" Assalamualaikum " ucap Siska sebelum pergi.


" Walaikumsalam " jawab Nadia.


Siska segera ke dari rumah dan masuk ke dalam mobil yang sudah dibukakan oleh Bimo. Siska sengaja tidak mengatakan kepada suaminya jika ia akan pergi ke kantor karena ia ingin memberikan kejutan pada Reno.


***


Sesampainya di kantor Reno, Siska langsung menuju resepsionis untuk menanyakan keberadaan Reno. Walaupun ia adalah suami pemilik perusahaan tetapi ia tidak boleh berlaku seenaknya. Lagipula ia tidak tahu dimana letak ruangan Reno.


" Mari saya antar ke ruangan Pak Reno, Bu " ucap resepsionis yang sangat ramah itu.


Siska pun mengikuti langkah resepsionis itu hingga ia sampai di depan ruangan Reno. Bertepatan dengan itu, Reno baru saja keluar dari ruangan meeting dan berjalan berdampingan dengan seorang wanita berhijab yang menurutnya sangat cantik. Rasa cemburu pun tiba-tiba saja muncul di hati Siska.


Sedangkan Reno yang melihat keberadaan Siska bersama dengan resepsionis kantornya di depan ruangannya pun sangat terkejut. Siska tidak mengirimkan pesan ataupun mengatakan jika akan datang ke kantornya. Reno pun langsung menghampiri Siska diikuti oleh Anto dan wanita itu serta wanita lagi yang kemungkinan besar sekretaris wanita itu karena tadi resepsionis kantor Reno mengatakan jika Reno sedang meeting, tapi ia tidak menyangka jika Reno akan meeting dengan seorang wanita yang berhasil membuatnya cemburu.


" Sayang " panggil Reno berjalan mendekat.


Siska mencoba tersenyum. " Assalamualaikum, Mas " ucap Siska pada Reno.

__ADS_1


" Walaikumsalam " jawab Reno tersenyum karena ia senang istrinya itu datang.


Siska segera mencium tangan Reno tetapi Reno tidak mencium keningnya karena tidak hanya mereka berdua di sana.


" Saya permisi dulu, Pak " pamit resepsionis itu setelah melaksanakan tugasnya untuk mengantar Siska menemui Reno.


Reno pun menganggukan kepalanya mengiyakannya.


" Kamu kenapa ke sini? Kenapa gak bilang sama Mas? " tanya Reno pada Siska.


" Aku cuma mau nganter makan siang dan makan siang sama kamu " jawab Siska menahan emosinya karena ia merasa jika pertanyaan Reno mengatakan jika tidak suka dengan kedatangannya ke kantor suaminya itu.


Reno tersenyum dan mengusap kepalanya Siska. Ia hampir melupakan jika dibelakangnya ada orang lain.


" Oh iya Bu Hana, perkenalkan ini istri saya " ucap Reno memperkenalkan Siska pada rekan kliennya.


Klien Reno yang bernama Hana itu pun tersenyum pada Siska dan Siska pun membalasnya.


" Saya Hana " ucap Hana mengulurkan tangannya pada Siska.


Setelah itu Hana dan sekretaris pergi karena masih memiliki urusan yang lain. Sedangkan Reno mengajak Siska untuk masuk ke dalam ruangannya.


Wajah Siska berubah menjadi ditekuk setelah ia hanya berdua dengan Reno. Rasa cemburu di hatinya masih ada meskipun sudah tahun jika wanita itu adalah klien Reno.


" Sayang, kamu kenapa? " tanya Reno karena melihat perubahan wajah Siska.


" Gak papa " jawab Siska ketus.


Reno tidak percaya begitu saja karena terdengar jika ada sesuatu dari suara ketus Siska.


" Terus kenapa kamu seperti ini? " tanya Reno pada Siska.


" Ya gak papa " jawab Siska memalingkan wajahnya kesal.


Reno menghela napasnya karena ia harus sabar menghadapi Siska yang seperti ini.


" Sayang, coba bilang kamu kenapa sama Mas " ucap Reno lembut.

__ADS_1


" Kamu tu gak suka ya kalau aku datang ke sini? " tanya Siska dengan tatapan tidak bersahabat.


" Suka, Sayang. Aku seneng banget kamu datang ke sini " jawab Reno.


" Bohong, tadi kamu tanya-tanya seperti itu karena kamu gak suka kan aku datang. Kalau aku gak datang kan kamu bisa lama-lama berduaan sama klien kami itu " ucap Siska tidak percaya.


Reno tersenyum karena ia akhirnya tahu istrinya itu kenapa. Sepertinya Siska cemburu melihat dirinya dengan kliennya itu.


" Sayang, aku suka kamu datang. Maaf ya kalau tadi pertanyaanku buat kamu salah paham. Aku juga gak berduaan sama Bu Hana, di sana juga ada Anto sama sekretaris Bu Hana. Kami juga cuma meeting saja " ucap Reno menjelaskan pada Siska.


" Kamu jangan cemburu lagi ya " lanjut Reno.


" Siapa juga yang cemburu " ucap Siska tidak ingin mengakuinya.


Reno hanya mengiyakan saja istrinya yang gengsi untuk mengakui jika ia sedang cemburu.


" Baiklah, kalau kamu gak cemburu tapi jangan cemberut gini lagi ya. Istri Mas ini lebih cantik kalau tersenyum " ucap Reno tidak ingin Siska merajuk lagi.


Benar saja, bibir Siska berkedut ingin tersenyum setelah Reno mengatakan jika dirinya cantik.


" Kamu juga gak perlu cemburu karena cinta aku cuma buat kamu, Sayang " ucap Reno sungguh-sungguh.


" Hmm " jawab Siska sambil menahan senyumnya.


Untuk tersenyum pun Siska masih merasa gengsi tapi setidaknya Siska tidak terlihat marah lagi pada Reno.


" Mending sekarang kamu makan. Aku bawa makanan kesukaan kamu tapi bukan aku yang masak karena kami sendiri yang larang aku buat masak " ucap Siska membuka wadah makanan yang ia bawa.


Setelah itu mereka pun makan siang bersama di dalam ruangan Reno. Sesekali Reno menyuapkan makanan ke dalam mulut Siska, begitu pun sebaliknya.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘


Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏


Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama dan Suamiku Seorang Bodyguard " 😘


Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘

__ADS_1


__ADS_2